Selasa, 25 September 2018 10:42:22 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 72
Total pengunjung : 423108
Hits hari ini : 549
Total hits : 3898859
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Uskup Kiri Jadi Presiden Baru Paraguay






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 23 April 2008 00:00:00
Uskup Kiri Jadi Presiden Baru Paraguay
Apa yang terjadi di negara Amerika

Latin, Paraguay, pada hari Minggu tanggal 22 April 2008 adalah peristiwa menarik, yang patut menjadi perhatian banyak orang di

Indonesia. Sebagai hasil pemungutan suara dalam Pemilu di negara itu seorang mantan uskup Katolik, Fernando LUGO, terpilih

sebagai presiden yang baru, dengan meraih lebih dari 43% suara.



Yang menarik sekali untuk diperhatikan adalah bahwa

Fernando LUGO dikenal di Paraguay sebagai uskup Katolik yang berhaluan kiri, dan mendapat julukan “Uskupnya orang miskin”

(bishop of the poor). Mengingat bahwa perkembangan di Paraguay patut sekali menjadi renungan bersama kita, maka berikut ini

disajikan berbagai informasi, yang dikumpulkan dari berbagai sumber.



Kemenangan Fernando LUGO diraihnya melalui

Aliansi Patriotik untuk Perubahan (Patriotic Alliance for Change), suatu front luas yang berupa gabungan dari kekuatan-kekuatan

patriotik, yang bersama-sama memperjuangkan terjadinya perubahan di Paraguay. Kemenangan Fernando LUGO ini menunjukkan juga

bahwa politik “memihak rakyat miskin”, yang jadi pedoman Aliansinya, mendapat simpati dan dukungan besar dari rakyat. Hal yang

demikian bisa-lah di mengerti, karena Paraguay (yang berpenduduk 6 juta orang) adalah negeri termiskin di Amerika Latin, lebih

miskin dari pada Bolivianya Evo Morales.





Aliansi Dari 20 Partai Dan Gerakan



Dipilihnya mantan uskup

Katolik yang berhaluan kiri (ia dikenal sebagai aktivis gerakan Teologi Pembebasan, yang memperjuangkan keadilan dan melawan

kemiskinan) adalah perkembangan yang penting untuk Paraguay, yang selama 61 tahun diperintah oleh golongan reaksioner. Golongan

reaksioner ini tergabung dalam satu-satunya partai, yaitu partai Colorado, yang juga pernah menyokong diktator Jenderal Alfredo

Stroessner. Calon yang dijagokan partai Colorado (wanita bernama Ovelar) telah dikalahkan Fernando LUGO, karena hanya meraih

suara sekitar 30 %. Calon lainnya dari kalangan militer hanya mendapat 22 %.



Delapan bulan yang lalu, Fernando LUGO

(usia 56 tahun) telah membangun front luas yang terdiri dari serikat-serikat buruh, orang-orang suku Indian dan petani-petani

miskin, dan partai-partai oposisi, untuk membentuk Aliansi Patriotik untuk Perubahan. Aliansi ini adalah gabungan dari 20

partai dan gerakan, yang bertekad satu untuk mengalahkan partai-tunggal Clolorado. Dalam kampanye-nya yang karismatik, ia

melampiaskan kemarahan rakyat terhadap korupsi dan penyelenggaraan negara yang “brengsek”, yang menjadikan para petani sangat

menderita berkepanjangan selama puluhan tahun.



“Sekarang datang saatnya untuk perubahan! Jangan takut!” ("Now is the

hour of change! Don't be afraid!") serunya berkali-kali dengan kutipan dari Kitab Suci (Bible) dan mengenakan sandal.

Seruannya ini sangat berarti bagi rakyat Paraguay, yang selama 35 tahun berada di bawah diktatur militer, yang disokong oleh

Amerika Serikat. Diktatur militer ini berakhir dalam tahun 1989, dan mulailah pemerintahan sipil, tetapi sangat reaksioner juga

dan korup.





Paraguay Membikin Amerika Latin Makin Ke Kiri



Dengan kemenangan Fernando LUGO maka

berakhirlah sudah pemerintahan partai-tunggal Colorado, yang telah memerintah terus-menerus dengan cara-cara korup dan

reaksioner sejak tahun 1947. Banyak orang memperkirakan bahwa Fernano LUGO akan membentuk pemerintahan yang “tengah kiri”

(center-left). Tetapi ia sendiri menyatakan bahwa ia bukanlah orang “kiri” dan juga bukan “kanan”.



Hari Minggu

tanggal 22 April 2008 itu merupakan hari yang bersejarah bagi rakyat Paraguay. Mulai hari itu mantan uskup Fernando LUGO

membawa Paraguay memasuki era yang sama sekali baru dibandingkan dengan masa selama 61 tahun di bawah pemerintahan partai

politik reaksioner. Partai Colorado adalah partai-tunggal, yang dengan cara-cara yang kejam telah menindas rakyatnya sendiri.

Paraguay di bawah Fernando LUGO akan menjadi bagian dari kelompok negara-negara Amerika Latin yang menjalankan politik “kiri”

dan “tengah kiri” dalam derajad atau kadar berbeda-beda. Paraguay di bawah Fernando LUGO memang tidak akan sekiri Venezuela di

bawah Hugo Chavez dan Bolivia di bawah Evo Morales. Tetapi, bisalah kiranya dikatakan bahwa Paraguay, dengan Fernando LUGO

sebagai presiden barunya akan mendorong benua Amerika Latin makin condong ke kiri. Ini merupakan tanda bahwa abad ke-21 adalah

abad perubahan besar di Amerika Latin, yang akan bisa menimbulkan dampak penting dalam perkembangan dunia.



Yang

penting untuk kita perhatikan di Indonesia, adalah bahwa kemenangan Fernando LUGO adalah bukti yang jelas bahwa politik

neo-kolonialisme dan neo-liberalisme yang dijajakan AS di benua Amerika Latin telah dan sedang mengalami kemunduran atau

kegagalan yang bertubi-tubi dan berturut-turut. Sekarang makin jelas bahwa AS, seperti halnya di Indonesia juga semasa Orde

Baru, adalah pendukung atau penolong pemerintahan yang reaksioner dan anti-rakyat.





Kemiskinan Meluas Dan

Korupsi Merajalela



Di bawah pemerintahan partai-tunggal Colorado (sebangsanya partai Golkar), dan terutama ketika di

bawah diktatur militer Jenderal Alfredo Stroessner, Paraguay menjadi pusat perdagangan gelap cocaine, kopi dan mobil mewah,

yang umumnya hanya menguntungkan para politisi, kaum kaya, dan pembesar-pembesar militer. Sebanyak 77% tanah pertanian dikuasai

kaum tuan tanah yang hanya 1% dari jumlah penduduk. Kemiskinan di pedesaan sangat meluas, dan karenanya banyak orang Paraguay

mencari hdup di daerah-daerah lain atau negeri lain sebagai emigran gelap. “Di Paraguay hanya ada maling dan korban maling”

(“In Paraguay, there are only thieves and the victims of thieves,”), sering dikatakan oleh Fernando LUGO. Sebagai program yang

akan dijalankan di bawah pimpinannya, Fernando LUGO akan memasukkan orang-orang dari suku Indian dalam

pemerintahan



Karena letaknya yang jauh dari Indonesia, dan selama ini juga tidak banyak diberitakan dalam pers

dunia, maka wajarlah bahwa banyak orang memerlukan informasi-informasi dasar untuk mengenalnya, walaupun secara sepintas

lalu.



Paraguay adalah negara yang luasnya 406.752 km persegi, dengan penduduk seluruhnya 6 juta lebih. Ibu kotanya

bernama Asuncion. Bahasa utamanya adalah bahasa Spanyol dan bahasa Indian Guarani. Agama utamanya Katolik. Ekspor utamanya :

kedelai, kapas, daging sapi, minyak makan, kayu. Pendapatan per capita : US$ 1.280. Paraguay terletak di tengah-tengah Amerika

Latin, dan diapit oleh negara-negara Argentina, Bolivia dan Brasilia.





Tugas Fernando Lugo Besar Dan

Berat



Mengingat bahwa partai politik yang dikalahkan oleh Fernando LUGO adalah partai tunggal yang sudah selama 61

tahun memegang terus-menerus pemerintahan di Paraguay maka bisa dimengerti bahwa tugas yang dihadapi mantan uskup ini besar dan

juga berat sekali. Boleh dikatakan bahwa seluruh birokrasi atau aparat negara ada di tangan para pendukung rejim yang lama.

Mereka merupakan kekuatan kontra-revolusi yang setiap waktu bisa merongrong pemerintahan Fernando LUGO dengan menimbulkan

berbagai persoalan atau kesulitan.



Di samping itu penduduk yang sebagian termasuk golongan Katolik kolot masih bisa

dipengaruhi oleh kalangan-kalangan reaksioner, yang tidak menyukai sikap mantan uskup Fernando LUGO yang kiri. Tetapi, kekuatan

presiden baru ini justru terletak pada kesetiaannya membela kaum miskin dan keteguhannya untuk menjaga kejujuran dan

keadilan.



“We will build a Paraguay that will not be known for its corruption and poverty, but for its honesty .”

(Kita akan membangun Paraguay yang tidak akan terkenal karena korupsinya dan kemiskinannya, melainkan karena kejujurannya” )

katanya berulang kali. Dan pernyataan yang demikian itu, yang diucapkan oleh mantan uskup Katolik kiri, mempunyai arti yang

besar sekali.





Paraguay Sebagai Topik Yang Menarik



Tulisan ini mengangkat peristiwa di Paraguay

sebagai topik yang menarik, karena berbagai pertimbangan, untuk sama-sama direnungkan, yang antara lain sebagai berikut

:



Kemenangan Fernando LUGO sebagai mantan uskup Katolik kiri menjadi presiden kepala negara Paraguay menunjukkan

bahwa pandangan atau politik kiri yang mengutamakan rakyat miskin bisa mengalahkan kekuatan atau kekuasaan politik reaksioner

walaupun sudah bercokol terus-menerus selama 61 tahun.



Kemenangan Fernando LUGO, mencerminkan bahwa pandangan atau

programnya yang pro-rakyat dan anti-neoliberalisme yang dijajakan oleh AS (beserta pendukung-pendukung nya) adalah sesuai

dengan aspirasi rakyat Paraguay, yang mendambakan perubahan mendasar dari keterbelakangan politik, sosial dan ekonomi yang

membikin sengsaranya sebagian terbesar rakyat.



Berhasilnya Fernando LUGO sebagai presiden Paraguay yang baru adalah

berkat dibentuknya front luas yang bernama Aliansi Patriotik untuk Perubahan, yang dengan jelas dan tegas bertujan mengadakan

perubahan radikal terhadap situasi yang sudah bercokol selama 61 tahun. Nama aliansi yang menyebutkan “untuk perubahan” adalah

daya tarik yang kuat sekali.



Walaupun Fernando LUGO mengatakan bahwa ia bukan kiri dan juga bukan kanan, tetapi

karena ia adalah penganut aktif dan setia Teologi Pembebasan, dalam kenyataannya ia bisa digolongkan sebagai penganut

gagasan-gagasan kiri.



Runtuhnya kekuasaan politik partai-tunggal Colorado (yang merupakan partai politik yang tertua

di benua Amerika Latin), mencerminkan bahwa dunia berubah terus, walaupun kadang-kadang terasa lambat

sekali.



Berhasilnya Aliansi Patriotik untuk Perubahan menjadikan mantan uskup Fernando LUGO sebagai presiden adalah

bukti bahwa sosoknya yang “kiri” bukanlah “momok” yang perlu ditakuti atau dijadikan musuh rakyat.



Kiranya, Itu

semua bisa dijadikan bahan renungan bersama bagi kita semua yang di Indonesia.



Paris, 22 April 2008



A .

Umar Said



(Tulisan ini juga disajikan dalam website http://kontak.club.fr/index.htm)

dilihat : 269 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution