Sabtu, 21 Juli 2018 05:10:43 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 259
Total pengunjung : 407218
Hits hari ini : 2314
Total hits : 3712714
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Penyakit Akibat Dosa?






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 19 April 2008 00:00:00
Penyakit Akibat Dosa?
Menderita suatu penyakit adalah sesuatu hal yang paling tidak diinginkan oleh

manusia. Namun yang namanya penyakit, selalu datang menghampiri setiap orang, tidak peduli siapa dia, atau apa status atau

kedudukannya di masyarakat. Singkatnya, semua golongan masyarakat: tua-muda, wanita-pria, kaya-miskin, cantik-jelek, semua

pasti pernah dihampiri penyakit. Penyakit memang penuh misteri: dia datang tanpa diduga, tanpa diundang. Orang yang selalu

telaten merawat kesehatannya pun, tidak dijamin akan steril dari penyakit. Jadi penyakit akan selalu hadir, meski dengan kadar

dan jenis yang berbeda-beda.



Kali ini kita akan membahas topik seputar misteri sakit dan penyakit, terutama

bagaimana memandang-nya dari sudut Alkitab. Hal ini sangat penting, mengingat di era yang semakin canggih ini, penyakit yang

berkembang pun semakin beragam dan canggih pula. Di samping itu, masih ada sebagian dari orang Kristen yang terkadang melenceng

dari Alkitab dalam meman-dang sakit dan penyakit.



Sudah seringkali diperingatkan agar para pengkhotbah jangan

secara sembarangan memberita-kan soal penyakit dan kesembuhan kepada jemaat. Namun kesalahan ini masih saja terjadi berulang

kali. Saat ini masih banyak orang Kristen yang berpandangan sangat picik dalam memandang sakit dan penyakit. Mereka itu percaya

dan mengatakan bahwa penyakit itu adalah akibat dari dosa, sehingga dengan demikian, orang yang menderita sesuatu penyakit

tidak memerlukan dokter untuk meno-long mengobati atau menyembuh-kannya. “Jangan berurusan dengan dokter, cukup dengan duduk,

lipat tangan dan berdoa, minta Yesus Kristus, tabib yang agung itu untuk menyembuhkan penyakit,” demikian kira-kira bunyi

pendapat orang yang sangat keliru itu.



Kita percaya, sakit dan penyakit yang bagaimana pun jenis/ragam dan tingkat

keparahannya, pasti dapat disembuhkan oleh Kristus. Kuasa-Nya, dahulu, sekarang dan selamanya, tetap berlangsung dan berlaku.

Namun jika setiap orang Kristen menganut pandangan seperti dikemukakan di atas tadi, hal itu sama saja dengan menghina Alkitab.

Dengan pandangan seperti itu, orang Kristen menjadi picik, karena menolak ilmu kedokteran, menolak kemajuan teknologi

pengobatan dan penyembuhan, karena seluruh sistem kemajuan yang ada itu pun merupakan anugerah Allah. Jadi, jangan menjadi

orang Kristen yang ikut-ikutan kacau, yang akhirnya membuat diri menjadi eksklusif, yang tidak bisa lagi dipahami, tidak bisa

lagi dimengerti, seakan-akan ngambang sembarangan. Tuhan menyuruh kita memerintah dunia ini, mengatur dan menguasai dunia ini,

bukan lari dari dunia ini.



Jangan lupa, Lukas adalah seorang tabib. Jangan lupa pula, Yesus mengatakan bahwa orang

yang sakit memerlukan tabib, orang berdosa memerlukan juru selamat. Lalu bagaimana kita di jaman ini mengatakan kalau kita

tidak perlu berurusan dengan dokter, dengan dalih Tuhan akan menyembuhkan kita? Pandangan seperti ini menjadi saru, bahkan

merupakan suatu kesalahan yang fatal. Pendapat semacam ini menghina Alkitab karena seringkali kita tidak mau belajar serius

dari firman Tuhan itu.



Ada beberapa kemungkinan yang membuat seseorang sering sakit. Salah satu di antaranya karena

kurang berolahraga. Seseorang yang sering sakit karena kurang berolahraga, dapat dikatakan bahwa fisiknya lemah. Jika dia

banyak melakukan pergerakan, kemungkinan besar fisiknya akan semakin kuat dan tubuhnya menjadi sehat. Jadi, jangan terlalu

cepat menyimpulkan bahwa sakit dan penyakit itu karena dosa, atau karena Tuhan punya rencana dalam diri kita. Jangan mengukur

Tuhan berdasarkan pikiran dan ukuran manusia yang serba terbatas. Karena itu pelajari Alkitab baik-baik supaya jangan sampai

salah konsep akibat kurang mengerti.



Alkitab mengelompokkan penyakit dalam tiga jenis yaitu: penyakit fisik,

penyakit jiwa, dan penyakit karena dirasuk setan. Ketiga jenis penyakit ini, secara umum bisa dipahami dalam dunia modern dan

kedokteran, walau-pun memang masih ada beberapa hal yang tidak jelas. Soal kerasukan setan misalnya, menjadi suatu masalah yang

serius. Orang-orang modern yang menolak pengertian tentang keimanan, akan menga-takan bahwa sakit karena dirasuk setan itu

tidak lebih dari sakit jiwa. Padahal ada perbedaan antara sakit jiwa dengan kerasukan setan.



Selain karena faktor

fisik yang lemah tadi, menurut Alkitab masih ada beberapa penyebab sehingga timbul suatu penyakit. Salah satunya memang adalah

penyakit yang timbul karena dosa. Di samping itu ada pula penyakit karena iblis. Ada juga orang yang menderita sesuatu penyakit

akibat hukuman Tuhan, atau mendapat teguran dari Tuhan. Tidak jarang pula penyakit itu timbul untuk mendidik penderitanya.

Dalam kitab Korintus diceritakan tentang Rasul Paulus yang di dalam dagingnya ada duri. Paulus sudah berdoa supaya duri itu

lepas dari dirinya, namun Tuhan membiarkannya, supaya dia jangan menjadi sombong. Ada pula penyakit untuk kemuliaan

Tuhan.



Penyakit itu seringkali ada untuk kebaikan. Karena itu kita harus mengerti dan memahami Alkitab. Jangan kita

terjebak pada pemikiran yang sempit mengenai sakit dan penyakit, tetapi biarlah kasih Allah membuat kita betul-betul mengerti

apa yang sedang Dia kerjakan dalam diri kita. Kalau sedang sakit, berdoalah dan evaluasi diri dan pikirkan baik-baik baru

menyimpulkan yang tepat sehingga kita dapat memahami kehendak Allah dalam hidup kita, supaya kehidupan kita semakin indah, dan

kita pun semakin memahami betapa manisnya persekutuan dengan Dia. Amin.*



Oleh : Pdt. Bigman Sirait,

S.Th.



Diringkas dari kaset Khotbah Populer oleh Hans P.Tan



Sumber : Tabloid Reformata online 25/III/Apr

2005.





Profil:

Pdt. Bigman Sirait, S.Th. memulai pelayanan di GKI Gunung Sahari tahun 1981, kemudian

pelayanan Remaja, Pemuda dan pelayanan Kampus sejak tahun 1984. Beliau menikah dengan Sdri. Greta Mulyati pada tanggal 3

Oktober 1987 dan diberkati Tuhan dengan 3 orang anak: Kezhia Bianta (13 Agustus 1988), Keithy Dorothy (23 April 1990) dan

Kennan Yonathan (4 Juli 1994). Pada tahun 1989, bersama Ev. Paul Hidayat, M.Th. dan rekan sepelayanan mendirikan Yayasan

Channel of Blessing/COB (Scholarship bagi mahasiswa STT). Pada tahun 1995-1999, beliau studi theologi di Sekolah Tinggi

Theologi Reformed Injili Indonesia (STTRII) Jakarta hingga meraih gelar Sarjana Theologi (S.Th.). Pada tahun 1998, beliau

bergabung dan melayani di Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) dengan mempelopori berdirinya GKSI Antiokhia (yang saat ini

berganti nama menjadi: Gereja Presbyterian Indonesia—GPI Antiokhia). Pada tahun 1999, beliau bersama Sdr. Anton Budianto dan

Sdr. Yuke Sugihono serta rekan-rekan mendirikan Yayasan Misi Kalimantan/MIKA (Pendidikan dan pemberdayaan SDM di Kalimantan

Barat). Pada tahun yang sama, beliau bersama ibu Artin Utomo dan rekan-rekan mendirikan Lembaga Aktualisasi Iman Kristen/LAIK

(pengadaan kurikulum persekutuan dan pembinaan karyawan). Secara pribadi telah menyusun kurikulum tiga tahun pelayanan taruna

(SMP kelas 1-3) dan dalam proses penyelesaian kurikulum tiga tahun pelayanan remaja (SMU kelas 1-3). Dalam pelayanan radio

telah merekam dan mengkasetkan 25 volume khotbah seri. Oleh kemurahan Tuhan telah berkhotbah lebih dari 2000 kali dan melayani

di berbagai kota di pulau Jawa dan luar Jawa (Medan, Kupang, Alor, Bali dan Kalimantan). Pelayanan luar negeri di Jerman pada

bulan Maret 1999 dan April 2000 (Aachen, Mainz, Köln, Berlin, Mardorf, Danstard, Cottingen). Beliau ditahbiskan menjadi Pendeta

pada tanggal 20 Januari 2000. Saat ini beliau sedang studi program Master of Divinity (M.Div.) di STTRII Jakarta, sekaligus

menjadi Pemimpin Umum Tabloid Reformata.



Pengirim : Denny Teguh Sutandio



Diambil dari milis

[www.pustakalewi.net]

dilihat : 265 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution