Kamis, 19 Juli 2018 00:58:12 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 274
Total pengunjung : 406670
Hits hari ini : 2265
Total hits : 3707346
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Menelanjangi Santet (3)






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 10 April 2008 00:00:00
Menelanjangi Santet (3)
Dapat dipastikan bahwa santet adalah salah satu produk dari kuasa setan. Ilmu

gelap ini lahir dari peradaban dinamisme dan animisme yang kuat, suatu ilmu yang mematikan dan melibas banyak korban! Sekalipun

nampaknya ilmu tradisional, tetapi pada abad komputer ini, ilmu santet masih eksis dengan segala motivasinya, yang intinya

adalah bertujuan membunuh setiap pihak yang menjadi lawan mereka (klien dari kuasa kegelapan-red).



Di samping hal

tersebut diatas, ilmu inii juga dapat dipakai untuk menguasai pola pikir orang lain, mengendalikann ya dan membuat orang-orang

disekitarnya tunduk. Apabila seseorang yang memiliki ilmu santet adalah seorang pemimpin maka dapat dipastikan semua anak

buahnya akan ABS (asal bapak senang), tunduk mati tanpa kompromi. Sekalipun pemimpin salah,ia tetap dibela dan

dibenarkan.



Ilmu ini memiliki tingkatan dari yang terendah sampai yang tertinggi. Dari tingkatan terendah, ilmu ini

berawal dari rasa kebencian yang mendalam, kemudian iblis dan setan yang menanamkan benih kebencian tersebut akan membakar

gelora kebencian sampai benih itu membuahkan hasilnya, yaitu tertanamnya akar kepahitan dan dendam kesumat di dalam jiwanya.

Pada tingkat ini sebenarnya kita telah "menyantet" orang yang kita benci tersebut, karena berdasarkan kebencian dan dendam

kesumat itu, biasanya kita akan memberikan sikap atau respon-respon yang negatif terhadapnya, sehingga dia atau mereka akan

merasakan akibat-akibat buruk dari sikap kita tersebut. Hatinya tidak tenang, gelisah, susah dan serba salah, tidak jarang

diantara mereka menjadi sakit dan menderita karena kebencian serta dendam kesumat kita. Taraf ini dapat berlanjut dengan

timbulnya segala keinginan untuk mencelakakan orang yang kita anggap sebagai musuh atau lawan kita tadi dengan memanfaatkan

segala cara yang ada; penganiayaan fisik, terror, intimidasi, sampai kepada tindakan yang melibatkan kuasa kegelapan di

dalamnya entah itu tenun, santet, guna-guna atau apapun bentuknya asal musuh kita dapat kita celakakan. Namun jangan salah

sangka, pihak yang akan menerima akibat yang terburuk adalah orang yang memiliki kebencian dan dendam kesumat itu sendiri.

Sudah terlalu banyak kesaksian yang menyatakan bahwa seseorang mengidap penyakit paru-paru, kanker, jantung, darah tinggi dan

penyakit-penyakit kakap lainnya karena rasa benci dan dendam yang mereka pendam begitu lama.



Allah dengan hikmatnya

yang luar biasa tahu bahwa akar pahit dan kebencian dapat menimbulkan penyakit yang tidak dapat diobati maka dalam Alkitab

Allah menaburkan nasehat-nasehat yang selalu mengingatkan kepada kita, orang percaya, agar tidak terjebak dalam dosa santet

ini, yakni kebencian dan akar pahit! Penulis Ibrani mengatakan: "Jagalah supaya jangan seorang pun menjauhkan diri dari kasih

karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang" (Ibrani 12:15).

Kebencian dan iri hati membahayakan kehidupan orang beriman, Paulus mengetahuinya dan menasehatkan kepada jemaatnya: "...tetapi

jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan" (Galatia 5:15). Petrus yang

menyaksikan bagaimana gurunya, Yesus Kristus, hidup tanpa penyakit, memberikan rahasianya"...karena itu buanglah segala

kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah" (1 Petrus 2:1). Tidak pernah sekalipun

Yesus menderita sakit hal ini disebabkan Ia memiliki jiwa yang sungguh-sungguh bersih dari berbagai macam kejahatan dan akar

pahit!



Jadi ilmu santet dalam tingkatan dasar ini tidak perlu kursus atau susah-susah mendapatkannya, sebab iblis

melalui kelicikannya, dapat dengan mudah memasukkan roh kebencian kepada semua orang, termusuk juga kepada orang percaya.

Mungkin kita, orang percaya, tidak mengerti apa yang disebut santet. Santet ini dalam arti manifestasinya adalah kebencian,

bagaikan sebuah wabah yang dapat menjangkiti anak-anak Tuhan! Sekali iblis melihat perseteruan di antara anak-anak Tuhan, maka

ia mulai memasang strateginya dengan memasukkan roh kebencian lengkap dengan bumbu-bumbu tambahannya, sehingga gampang memecah

belah dan akhirnya membinasakan mereka.



Yesus mengajarkan kepada setiap orang percaya untuk bersikap benar dalam

ibadah, :...tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali dengan

mempersenbahkan persembahanmu itu" (Matius 5:24). Seharusnya anak-anak Tuhan dapat dikatakan tidak layak beribadah atau

mengikuti perjamuan apabila hidup dalam kebencian. Yesus mengatakan mereka harus berdamai terlebih dahulu sebab berdamai,

saling mengampuni dan memaafkan, maka hati seseorang akan terbebas dari berbagai macam akar pahit yang menimbulkan penyakit.

Petrus pun menekankan agar kita saling mengasihi karena kasih menutupi banyak sekali dosa,"...Tetapi yang terutama: kasihilah

sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa". Dengan mengasihi orang lain maka seseorang

bersih dan tidak ada alasan untuk roh kebencian masuk dan bertahta dalam kehidupannya!



Apabila seseorang

sungguh-sungguh tenggelam dalam kebencian yang berlarut-larut maka ia akan menciptakan image (sugesti terpola) kebencian itu

terus-menerus kepada orang yang dituju,ini bukan hanya membahayakan seteru atau (pihak lawan). Apabila orang lain juga memiliki

sikap kebencian maka terjadi peperangan roh dalam dua orang yang berpola pikir sama! "Perang spirit kebencian” jenis ini juga

dapat dikatakan santet! Yang rugi bukan saja pihak lawan tetapi juga diri sendiri,apalagi bila pihak lawan tidak menaruh dendam

dan ia sudah mengampuni maka kebencian itu akan berbalik dan sangat membahayakan! Yohanes mangajarkan agar setiap orang percaya

memiliki jiwa yang bersih”...saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala

sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja (3 Yohanes 1:2).



Iblis dan setan sangat tidak berkeberatan untuk

dimintai pertolongan membantai pihak lawan. Bahkan ia membujuk dan menawarkan diri tanpa imbalan tetapi makan korban sebab

untuk urusan mencuri,membunuh dan membinasakan (Yohanes 10:10a) setan sangat profesional. Setan tidak pernah terjun sendiri

dalam bentuk aslinya, tetapi ia memakai alat-alat yang menarik manusia, sehingga manusia tertipu. Sebab iblis dapat menyamar

sebagai malaikat terang (2Korintus 11:1). Cara kerja iblis meniru cara kerja Tuhan, sebagai contoh Tuhan memiliki nabi, rasul,

dan hamba-hamba Tuhan; iblis juga memiliki dukun-dukun, pemanggil arwah atau orang menyebutnya medium,dan peramal-peramal (1

Samuel 28:7) dan lain-lain. Di dunia modern sekarang ini muncul paranormal, ahli kwamia, ahli perbintangan yang menganggap

dirinya memiliki ilmu yang gaib, mengerti dunia roh, dan mampu meramal kehidupan masa depan suatu bangsa atau orang lain,

tetapi mereka gagal dan tidak memiliki kemampuan untuk meramal nasib diri sendiri! Dari manakah ilmu mereka, dari Firman

Tuhan-kah atau dari dunia kegelapan. Orang dapat mengambil kesimpulan secara pasti, sebab hanya ada dua dunia yang berbeda

sekaligus bertentangan yakni dunia terang yang berasal dari Allah dan dunia kegelapan yang berasal dari

setan!



Tingkatan kedua dari ilmu santet ini adalah minta pertolongan dari pihak luar yakni alat-alat setan tersebut

untuk menyalurkan kebencian yang tertanam kepada orang lain yang menjadi seteru. Tindakan ini biasa menyiksa secara fisik dan

kemudian membunuh lawan.Dukun-dukun yang dimintai jasanya ini tidak sembarangan dalam membunuh lawan. Biasanya mereka melihat

siapa orang yang akan dituju apakah mereka memiliki kekuatan supranatural (rohani) atau tidak. Jika orang yang dituju tidak

memilikinya maka dengan mudah akan dibantainya. Tetapi kalau orang yang dituju memiliki kekuatan supranatural (rohani) maka

mereka akan adu kekuatan karena di dunia kuasa kegelapan pun terjadi perang sesuai tingkatannya. Hal ini diungkapkan Alkitab

dalam Lukas 11:14-22, ketika Yesus mengusir setan dari Baalzebul artinya penghulunya, pimpinannya. Paulus menyebutkan beberapa

tingkatan kuasa setan dalam Efesus 6:12, karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan

pemerintah-pemerintah, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Dalam membunuh lawan

biasanya dukun atau orang pintar atau sejenisnya memakai kekuatan gaib, (kuasa setan) dengan benda-benda seperti jarum, beling,

silet, ular, kadal, gunting, paku, sampai benda-benda besar seperti kuali, wajan dan lain-lain. Bila benda-benda ini masuk pada

tubuh orang yang disantet, orang yang bersangkutan akan sangat menderita dan bisa mencapai kematian, menurut selera yang

menyantet.



Dalam kitab bilangan 22 menjelaskan ilmu santet yang dimiliki Bileam. Raja Moab (Balak) sangat ketakutan

menghadapi bangsa Israel sehingga ia harus minta bantuan Bileam untuk menyantet (mengeluarkan kata-kata kutuk) kepada bangsa

pilihan Allah, dengan imbalan harta yang banyak. Tetapi Bileam menolak, karena ia tahu siapa pribadi yang berada dibalik bangsa

Israel, kekuatannya tidak terkalahkan! Tetapi bujuk rayu harta dan kekayaan, Bileam pergi juga untuk menyantet Israel, Tetapi

Allah tidak mengizinkan, Allah harus menghalanginya dengan malaikatNya sehingga keledai itu dapat berbicara, (di sepanjang

sejarah dunia keledai hanya dapat berbicara dalam Alkitab, aneh tapi nyata) "...Ketika itu Tuhan membuka mulut keledai itu,

sehingga ia berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?" jawab Bileam kepada

keledai itu: ’Karena engkau mempermainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang. "Tetapi

keledai itu berkata kepada Bileam: "Bukankah aku ini keledai yang kau tunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku

berbuat demikian kepadamu?”jawabnya :"Tidak." Kemudian Tuhan menyingkapkan mata Bileam; dilihatnya malaikat Tuhan dengan pedang

terhunus ditanganNya berdiri dijalan, lalu berlututlah ia dan sujud" (Bilangan 22:28-31). Sekalipun kejadian ini begitu dahsyat

bagi Bileam, tetapi ia memiliki minat untuk mengutuk dan menyantet Israel, namun Allah tidak mengizinkannya dan mengubah santet

dan kutuk itu menjadi berkat! Allah sanggup mengubah kutuk itu menjadi berkat. Lidah Bileam dibelokkan oleh Tuhan”...Lalu

Bileam mengucapkan sanjaknya, katanya: "Dari Aram aku disuruh datang oleh Balak, raja Moab, dari gunning-gunung sebelah timur:

Datanglah, katanya, kutuklah bagiku Yakub, dan datanglah, kutukan Israel. Bagaimanakah aku menyerapah yang tidak diserapah

Allah? Bagaimanakah aku mengutuk yang tidak dikutuk Tuhan? Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari

bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung diantara bangsa-bangsa kafir.

Siapakah yang menghitung debu Yakub dan siapakah yang membilang bondongan-bondongan Israel? Sekiranya aku mati seperti matinya

orang-orang jujur dan sekiranya ajalku seperti ajal mereka!" Lalu berkatalah Balak kepada Bileam: "Apakah yang kau lakukan

kepadaku ini? Untuk menyerapah musuhkulah aku menjemput engkau, tetapi sebaliknya engkau memberkati mereka. (Bilangan 23:6-11).

Jika Allah tidak mengizinkan kuasa iblis menjamah anak-anak Tuhan (ingat kasus Ayub), dengan cara apapun juga tidak akan dapat

terlaksana. Bileam raja kutuk dan santet ini memiliki keinginan untuk memperoleh upah yang berupa harta yang banyak untuk

mengutuki Israel tetapi Allah tidak membiarkan,hal ini terjadi berulang kali! (Baca ayat-ayat selanjutnya)



Dalam,

hal santet menyantet membutuhkan waktu dan tenaga, tetapi nampaknya terjadi keganjilan yang besar dalam peristiwa santet

menyantet di Banyuwangi ini, sebab santet bukan saja perang dunia spiritual saja tetapi perang fisik yakni orang ad yang datang

yakni pembunuh bayaran (ninja) dan membunuh dukun-dukun santet.



Ilmu santet yang ketiga adalah santet menguasai pola

pikir orang lain. Orang yang memiliki ilmu santet tingkat tinggi ini berusaha keras memperlengkapi dirinya dengan berbagai

macam kuasa-kuasa kegelapan, jimat-jimat dan ajian-ajian dengan tirakat atau puasa berhari-hari. Bisa tidak menjamah makanan

dan minuman,tidak tidur, beredam di laut (kungkum-bahasa jawa) mempersembahkan tumbal, mengucapkan rapal-rapal yakni mantra

(ayat-ayat dari dukun), memohon kepada iblis supaya menurunkan kuasa kepadanya untuk dapat mempengaruhi orang lain, siapapun

dan bagaimanapun! Bila orang ini sudah mendapatkannya maka dengan mudah dapat mempengaruhi pikiran orang lain. Membuat orang

lain gampang tertunduk,dengan pengaruh yang dimilikinya. Semakin besar daya yang dimilikinya maka semakin besar pula jumlah

orang yang dapat dikuaasainya! Tetapi ini tidak hanya berlaku bagi para pemimpin dunia, tetapi bagi mereka yang melakukan

kejahatan. Terkadang di pasar, mall atau dimana pun, seseorang sok akrab, bisa berlagak kenal dengan sepatah kata, kalung,

gelang, jam, dompet dalam waktu singkat bisa lenyap. Seakan-akan tunduk tanpa kompromi menyerahkan dengan sukarela. Sesudah itu

teriak, nggak rela...nggak rela...!", baru merasakan akibatnya. Ini salah satu jenis santet yang dapat mempengaruhi pola pikir

orang lain sehingga siapapun baik yang dikenal maupun tidak bisa gampang menurutinya, tanpa perlawanan. Untuk itulah anak-anak

Tuhan sebelum bepergian harus berdoa supaya niat jahat kuasa manapun dipatahkan dan dijauhkan!



Tulisan ini Diambil

Dan Disadur Dari:HolySpirit Ministry

Ditulis Oleh HambaNya:Timotius B.Sarono M.th



Pengirim : abang juvee

dilihat : 356 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution