Senin, 14 Oktober 2019 20:12:36 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520138
Hits hari ini : 1544
Total hits : 5022128
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kitab Suci: Perkataan Manusia, Mitos atau Firman Tuhan ?






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 10 April 2008 00:00:00
Kitab Suci: Perkataan Manusia, Mitos atau Firman Tuhan ?
Jika Kitab Suci bukan Firman Tuhan, lalu perkataan

siapakah yang terdapat didalamnya? Kita hanya dapat membuat dua perkiraan, yang satu Kitab Suci adalah perkataan manusia dan

yang lain Kitab Suci adalah perkataan setan.



Apakah Kitab Suci merupakan firman Tuhan? Kita perlu mempertimbangkan

beberapa faktor di bawah ini untuk menjawab pertanyaan tersebut.



1. Kitab Suci ditulis oleh para pengarang dari

berbagai masa. Namun demikian tema dan isi utamanya mengandung pemikiran yang sama.



Kitab Suci ditulis oleh kurang

lebih 40 pengarang yang berbeda, masing-masing memiliki latar belakang yang sangat berbeda. Diantaranya terdapat raja-raja

seperti Daud dan Salomo; orang biasa seperti Petrus seorang nelayan, atau Amos seorang penggembala. Ada juga ahli militer

seperti Joshua dan seorang dokter seperti Lukas. Mereka semua berasal dari waktu dan generasi yang berbeda, sehingga tidak ada

kemungkinan bagi mereka untuk bekerja sama dalam menulis Kitab Suci. Meskipun demikian, semua hal yang telah mereka tulis

menunjukkan arah dan tema yang sama, yaitu rencana keselamatan dari Tuhan bagi manusia yang berdosa melalui kasih Kristus. Tema

yang telah melampaui sejarah ini menggambarkan kehendak Allah yang abadi dan merupakan faktor pemersatu yang ditemukan dalam

Kitab Suci.



Bila anda membuat perbandingan antara Kitab Suci dan sistem teoritis lain yang dibuat manusia, maka anda

akan menemukan bahwa tak satu pun sistem teoritis buatan manusia dapat mempertahankan tema aslinya setelah berpindah tangan

melalui 40 pengarang dengan rentang waktu 1600 tahun.



Dari kesatuan Kitab Suci, maka kita dapat diyakinkan bahwa

Kitab Suci ditulis oleh Tuhan yang menciptakan dunia, Tuhan yang melampui sejarah, yang telah menggerakkan orang-orang

sepanjang sejarah untuk menulis Firman-Nya bagi umat manusia.





2. Kitab Suci atau kitab tabu?



Apakah

Kitab Suci benar-benar suci? Jika demikian, mengapa dalam Kitab suci terdapat cerita inses tentang Yahuda yang tidur dengan

menantu perempuannya? Inikah Kitab Suci ataukah ini kitab tabu? Bayangkan saja ada dua cermin dihadapan Anda, yang satu kotor

dan yang satu bersih. Semakin kotor cermin dihadapan Anda, semakin kurang jelas bayangan yang dipantulkan. Sebaliknya, semakin

jernih cerminnya, semakin jelas pula bayangan yang dipantulkan. Demikian pula Kitab Suci seperti cermin. Melalui Kitab Suci

Allah ingin kita melihat betapa merosotnya umat manusia setelah jatuh dalam dosa dan itulah sifat dosa yang

sebenarnya.



Tuhan memerintahkan Musa menuliskan 10 Perintah Allah, salah satunya berbunyi "Jangan membunuh!" Musa

pernah membunuh satu orang sebelumnya. Sehingga merupakan hal yang manusiawi jika Musa mungkin ingin menutupi perbuatannya agar

reputasinya tidak tercemar. Namun inilah Firman Tuhan, Tuhan ingin Musa menulisnya. Sehingga tidak ada kesempatan bagi Musa

untuk bernegosiasi. Daud adalah orang yang dekat dengan Tuhan, namun ia juga membunuh seseorang sehingga Daud dapat mengambil

istri orang tersebut menjadi selirnya. Kejadian ini ditulis dengan jelas dan tepat. Hal ini terjadi sebab Allah yang Kudus

ingin menyatakan kemerosotan manusia melalui Firman-Nya.





3. Apakah ramalan dalam Kitab Suci

terpenuhi?



Sebelum kelahiran Yesus Kristus, Kitab Suci telah memenubuatkan bahwa Dia akan lahir di Bethlehem. Tidak

hanya itu, Kitab Suci juga menubuatkan bahwa dalam kematian-Nya, Ia akan dikuburkan dalam sebuah gua milik orang kaya, bahwa Ia

akan disalibkan pada kayu salip, bahwa tangan dan kaki-Nya akan dipaku. Yang lebih menakjubkan, Kitab Suci juga menubuatkan

bahwa tak satu pun tulang-Nya yang patah. Dua penjahat yang ikut disalibkan bersama-Nya, kakinya dipatahkan, namun Yesus tidak

mengalaminya.



Tidak hanya itu, Kitab Suci juga menubuatkan kejadian-kejadian yang berubah di dunia ini. Misalnya

pelabuhan Mediteranian kuno seperti Tirus dan Sidon telah dinubuatkan akan menjadi dua desa kecil yang lemah dimana para

nelayan akan menebarkan jalanya. Meskipun Babilonia memiliki benteng kota yang kuat, namun demikian kota ini dinubuatkan akan

tertutup pasir dan burung-burung akan bersarang di kota yang telah ditinggalkan tersebut. Semua nubuatan ini tampaknya tidak

mungkin, namun semuanya ini benar-benar terjadi. Masih banyak lagi contoh-contoh nubuatan tentang dunia yang dapat ditemukan

dalam Kitab Suci.



Yesus pun menubuatkan dalam Kitab Suci bahwa sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali, akan ada

kelaparan dan gempa bumi. Sejak abad 14, banyak gempa bumi yang terjadi. Abad 19, gempa bumi yang terjadi lebih banyak apabila

dibandingkan dengan gabungan gempa bumi yang terjadi pada abad 17 dan 18. Pada 60 tahun pertama dalam abad 20 jumlah total

gempa bumi yang terjadi melampaui jumlah gempa yang terjadi pada abad 19,18, dan 17. Hal ini membuat kita percaya bahwa Yesus

akan segera datang.





4. Apakah Kitab Suci buku paling sempurna di dunia?



Kitab Suci bukanlah buku

yang dibuat dari potongan-potongan kejadian dalam sejarah, atau satu koleksi artikel-artikel yang dipilih secara acak. Dilihat

dari perspektif struktur sejarahnya dan kelengkapan isinya, Kitab Suci memang buku yang paling sempurna di dunia. Kitab Suci

memiliki struktur yang paling baik diantara buku-buku yang ada, selain itu isinya telah memberikan sumbangan besar terhadap

hidup dan iman manusia.



Banyak orang yang percaya bahwa Yesus hanyalah seorang petani biasa yang tidak memiliki

pendidikan yang tinggi. Namun jika kita menganalisa dengan lebih teliti seperti kotbah di gunung, Doa Bapa kami, kita akan

menemukan bahwa dari awal sampai akhir, struktur keseluruhan Kitab Suci sangat sempurna sehingga anda tidak dapat menemukan

kesalahan di dalamnya.



Sepanjang sejarah manusia, ada banyak orang yang memiliki talenta kepekaan yang kuat dalam

struktur, seperti Johan Sebastian Bach. Jika anda mencoba melihat karyanya yang berjudul 'Johannes Passion', 'Matthaus

Passion', 'B Minor Mass' atau 'Bradenburg Concertos', dan menganalisanya dengan komputer, anda akan dapat melihat betapa

harmonisnya karya-karya tersebut dan tak satu pun not di dalamnya yang salah tempat. Hal ini disebabkan Allah memberikan otak

yang sangat khusus kepada Bach. Saat Bach mebuat komposisi karya-karyanya, pikirannnya sangat cermat sehingga tak satu pun not

yang dapat dipindah dengan mudah. Bach memiliki satu proses berpikir yang hampir sempurna, dan dia benar-benar seorang musikus

kreatif yang jenius. Jika pada abad 20 ini kita menikmati musiknya, maka kita hanya dapat berpikir bahwa orang sehebat dia

pernah ada dalam sejarah kita.



Namun demikian, Bach hanyalah seorang individu, satu kesatuan yang lengkap.

Bandingkanlah dengan Kitab Suci yang ditulis oleh 40 pengarang. Bagaimana bisa 40 pengarang ini tidak memiliki perbedaan

pendapat tentang apa yang mereka tulis dari awal hingga akhir? Musa menulis 10 Firman Tuhan di padang gurun, Lukas menulis

'Kitab Lukas' di jaman kerajaan Roma, dan Raja Daud menulis Mazmur di jaman Israel kuno. Dengan latar belakang sejarah dan

proses berpikir yang berbeda, mereka menulis buku yang paling sempurna di dunia tentang iman, penyembahan, dan moral. Tak ada

buku yang dapat diperbandingkan dengan Kitab Suci.





5. Apakah Kitab Suci ketinggalan jaman bagi orang-orang

modern?



Meskipun Kitab Suci memiliki keterbatasan sejarah, namun aspek yang luarbiasa dari Kitab Suci adalah

kualitasnya telah teruji melalui waktu. Inilah sebabnya Allah dapat membawa anda dalam sukacita yang kekal saat anda membaca

Kitab Suci. Dalam filsafat China dikatakan status tertinggi dari manusia adalah kesatuan antara manusia dan surga. Status

inilah yang ingin dicapai Confusius, tetapi ia tidak dapat mencapainya. Dengan bimbingan Roh Kudus, anda dapat bersekutu dengan

Bapa di surga melalui Kitab Suci.



Kualitas Kitab Suci yang abadi meyakinkan kita bahwa tidak masalah bagaimana kita

memperoleh kemajuan, Kitab Suci tak akan pernah lekang dimakan waktu. Kata-kata Mao Tze Tong dulu dipuja-puja, tetapi sekarang

sudah menjadi masa lalu. Bahkan jika kita sendiri telah tertinggal jauh oleh kemajuan teknologi, Kitab Suci tidak pernah

menjadi barang antik. Kitab Suci adalah buku yang selalu baru.





6. Best-seller dunia.



Kitab Suci

merupakan firman Tuhan karena Kitab Suci memiliki kualitas yang tak dapat dipenuhi oleh buku-buku lain. Itulah sebabnya mengapa

Kitab Suci dikatakan universal. Kitab Suci adalah Kitab pertama yang bersifat universal. Hal ini disebabkan karena Kitab Suci

berisi pesan bagi seluruh umat manusia. Tuhan mengasihi umat manusia di seluruh dunia. Setelah Yesus bangkit dari mati, Ia

memerintahkan murid-murid- Nya "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk" (Markus 16:15). Ketika

Yesus lahir, Malaikat berkata, "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa"

(Lukas 2:10). Apakah ada buku lain di dunia ini yang terjual sebanyak Kitab Suci, atau memiliki pembaca sebanyak Kitab Suci?

Reader's Digest, majalah yang paling laris di dunia, telah diterjemahkan ke dalam 17 bahasa dan memiliki lebih dari 28 juta

pembaca yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Namun demikian, bila dibandingkan dengan Reader's Digest, Kitab Suci

diterjemahkan ke dalam lebih dari seribu bahasa dan merupakan buku yang paling laris dengan jumlah pembaca yang paling

besar.





7. Apakah Kitab Suci merupakan buku terbaik bagi sumber inspirasi etika dan budaya?



Kitab

Suci merupakan buku yang dapat memberikan inspirasi terbesar bagi pemikiran etika dan budaya. Tak ada buku lain yang dapat

menstimulasi kebudayaan manusia sedemikian rupa sebaik Kitab Suci. Kitab Suci tidak hanya memberi inspirasi bagi para penulis,

tetapi juga menjadi sumber utama bagi etika dan dasar hukum di berbagai negara. Dalam ruang konferensi dari gedung Konggres, di

Washington D.C., tersimpan patung-patung untuk memperingati para ahli di masa lalu. Sebelah kanan atas mimbar tempat Presiden

dan Juru Bicara kepresidenan berpidato, anda akan menemukan tanda mengenai kesukaan terhadap Musa. Mengapa Musa begitu penting?

Ini karena hukum Musa menjadi dasar hukum utama di dunia. Hukum Musa adalah dasar bagi etika. Tak ada buku yang dapat

mempengaruhi kebudayaan dan kebijaksanaan manusia seperti Kitab Suci. Jika anda mencoba meneliti bagaimana Kitab Suci

mempengaruhi para musikus-musikus dunia, mungkin anda tak akan pernah mampu menyelesaikan penelitian anda walaupun anda telah

menghabiskan seluruh hidup anda untuk melakukan hal ini. Seniman-seniman besar jaman Renaisans seperti Michelangello,

Correggio, Leonardo da Vinci, Raphael dan Andrea Palladio, semuanya mendapat inspirasi dari Kitab Suci. Banyak orang dalam

bidang-bidang lain termasuk dalam bidang sastra, arsitektur, lukis, musik dan filsafat mendapat onspirasi dari Kitab suci.

Benarlah bila Kitab Suci merupakan sumber inspirasi yang tak pernah habis.



Jika Anda membuka Kitab Suci dan

membacanya, Anda akan merasakan bahwa apa yang tertulis dalam Kitab Suci tersebut tidak masuk akal; ini bukan mitos. Isi Kitab

Suci di luar pemahaman manusia dan melampaui budaya-budaya yang ada di dunia ini. Kitab Suci ditulis oleh tangan manusia,

seperti halnya pidato presiden yang ditulis oleh sekretarisnya. Jika anda membacanya dengan penuh kerendahan hati, anda akan

tahu bahwa Kitab Suci bukanlah buku biasa. Kitab Suci adalah Firman Allah, yang menyatakan pada seluruh manusia tentang Kasih

Kristus dan harapan bagi semua umat manusia.



Oleh : Pdt. DR. Stephen Tong



(Artikel ini merupakan satu

kutipan kompilasi yang diambil dari beberapa pidato Rev. Dr. Stephen Tong di Taipei.)



Sumber: http://www.geocitie

s.com/thisisreformed







Profil Pdt. DR. STEPHEN TONG :

Pdt. Stephen Tong, B.Th., D.L.C.E., D.D. (HC)

dilahirkan di Fukien daratan Tiongkok pada tahun 1940. Pada usia 17 tahun (tahun 1957) beliau menyerahkan diri untuk menjadi

hamba Tuhan. Sampai tahun 2007 ini, beliau telah berkhotbah 28 ribu kali dihadapan lebih dari 20 juta orang. Paling sedikit

yang pernah menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan dalam pelayanannya adalah 200 ribu orang. Beliau pernah berkhotbah dan

memimpin seminar dalam Bahasa Inggris, Mandarin dan Indonesia di Amerika Utara, Amerika Latin, Australia, Asia dan Eropa.

Kota-kota yang pernah dikunjunginya lebih dari 600 kota besar di seluruh belahan dunia termasuk Paris, New York, Toronto,

Hongkong, Roma dan seterusnya. Sejak tahun 2000, beliau memimpin Expository Preaching di Jakarta (Hari Minggu Pagi : Bahasa

Indonesia & Minggu Siang : Bahasa Mandarin), Singapura (Hari Minggu Sore : Bahasa Indonesia, Hari Minggu Malam : Bahasa

Mandarin-English) , Kuala Lumpur (Hari Senin : Bahasa Mandarin-English) , Hongkong (Hari Selasa : Bahasa Mandarin-Kanton) dan

Taipei (Hari Rabu : Bahasa Mandarin) setiap minggunya dengan pendengar lebih dari 6000 orang.



Pdt. Stephen Tong

berbeban khusus untuk menegakkan theologi Reformed dan menyingkirkan penghalang-penghala ng bagi pertumbuhan iman Kristen dan

berusaha untuk membawa manusia kembali kepada anugerah Allah melalui penafsiran Alkitab yang sangat ketat. Selain berkhotbah,

beliau juga pernah mengajar di berbagai seminari di dalam dan luar negeri dalam bidang teologi dan filsafat yakni 25 tahun di

Seminari Alkitab Asia Tenggara hingga menjabat Ketua Yayasan, pendiri dan mantan Rektor Sekolah Tinggi Theologia Reformed

Injili Indonesia (STTRII), pendiri dan Rektor Institut Reformed di USA (Reformed Institute for Christianity and 21st Century) &

Asia (Singapura dan Jakarta). Beliau pernah mengajar sebagai dosen tamu di China Graduate School of Theology Hongkong, China

Evangelical Seminary Taipei dan Trinity Theological College Singapura.



Beliau studi theologi di Seminari Alkitab

Asia Tenggara (SAAT) Malang hingga gelar Bachelor of Theology (B.Th.). Pada tahun 1985, beliau dianugerahi gelar Doktor

Kehormatan dalam bidang Kepemimpinan Penginjilan Kristen dari La Madrid International Academy of Leadership di Manila. Belau

pernah diundang sebagai pembicara utama dalam Lausanne Congress, International Prayer Assembly di Seoul, Amsterdam 1988 dan

terakhir General Assembly of World Reformed Fellowship di Afrika Selatan pada tahun 2006. Kira-kira pada tahun 2007, beliau

juga dianugerahi gelar kehormatan Doctor of Divinity (D.D.) dari Westminster Theological Seminary, USA.



Beliau

selain berkhotbah dan mengajar, beliau adalah seorang maestro dalam bidang musik klasik, di mana telah menjadi konduktor dan

komponis. Beliau memimpin konser-konser musik klasik di berbagai kota di Asia serta mengkomposisi puluhan lagu hymn berbobot

yang telah dinyanyikan di seluruh dunia. Selain itu beliau juga merupakan arsitek ulung di mana telah merancang gedung gereja

dan aula pertemuan di berbagai kota.



Beliau adalah pendiri dari Stephen Tong Evangelistic Ministries International,

Sinode Gereja Reformed Injili Indonesia, Sekolah Theologia Reformed Injili (STRI) di berbagai kota, Sekolah Tinggi Theologia

Reformed Injili Indonesia (STTRII), Institut Reformed, Jakarta Oratorio Society, Christian Drama Society, Reformed Center for

Religion and Society.



Pengirim : Denny Teguh Sutandio

dilihat : 441 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution