Senin, 16 Juli 2018 01:58:48 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 181
Total pengunjung : 405924
Hits hari ini : 3030
Total hits : 3698854
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -A Christian Critique on Robert T. Kiyosaki-3: Retire Young, Die Young






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 01 April 2008 00:00:00
A Christian Critique on Robert T. Kiyosaki-3: Retire Young, Die Young
Nats : 1 Tim. 6:10



Latar Belakang

:



1. Kiyosaki berhasil dengan 4 buku pendahulunya

Buku-buku dari Robert T. Kiyosaki, khususnya buku pertamanya

“Rich Dad, Poor Dad” telah mempengaruhi begitu banyak orang, bahkan telah mendapatkan award no 1 dari New York Times. Pikiran

Kiyosaki-Lechter membawa orang mulai memikirkan secara serius untuk melakukan investasi, dan mengharapkan orang lain akan

mengerjakan baginya.



2. Kiyosaki memberikan paradigma baru

Kiyosaki mengangkat paradigma yang baru untuk dunia

pendidikan, dengan melakukan kritik keras terhadap pola pendidikan yang lama, yang berorientasi pada skolastiksisme dan

rasionalisme. Kiyosaki melihat bahwa pendidikan harus berpusat dan berorientasi pada finance (finansial). Orang belajar untuk

menjadi kaya, dan kekayaan adalah sasaran terakhir dari seluruh kehidupan.





1. Kiyosaki memberi keseimbangan

Humanis-Materialis



Kiyosaki bukan sekedar materialis, sehingga pendekatannya tidak kasar terhadap manusia. Ia

berhasil menggabungkan semangat humanistik dengan cita-cita materialisme. Di sini keunggulan Kiyosaki dan Lechter yang membuat

ia dipuja oleh semua orang dunia. Celakanya, justru orang Kristen yang tidak memiliki ketajaman membedakan (baca: Kristen

duniawi), akhirnya juga mengagungkan dia. Bahkan seorang remaja (Kristen) mengatakan bahwa Kiyosaki adalah salah satu dari 10

tokoh utama yang ia puja, karena bisa memberikan semangat hidup dan cita-cita luhur manusia. Betapa agung predikat yang

diberikan kepadanya.



Pengaruh pikiran Rich Dad, Poor Dad sudah merajalela ke semua lapisan, dan itu termasuk juga

masuk ke tengah orang-orang Kristen yang sangat kurang mendapatkan pengajaran firman Tuhan.





RETIRE YOUNG

RETIRE RICH : POSITIVE ASPECTS

1. Bersandar pada Pensiun

Dunia Barat terlalu bergantung pada pensiun dan dana

kesejahteraan, dan memang itu sangat merugikan, karena membuat manusia tidak berjuang dan memikirkan hidupnya secara lebih

komprehensif dan mengandalkan orang lain untuk bertanggung jawab bagi dirinya (sekalipun nanti Kiyosaki juga demikian, dengan

format yang berbeda).



2. Memberi Contoh Konkrit

Dunia modern sangat suka dengan contoh riil. Thesis Kiyosaki

bahwa semua orang bisa kaya (dengan menuduh bahwa jika hanya 5% yang kaya, itu adalah karena kesalahan yang 95% orang yang mau

kaya tetapi tidak tahu caranya kaya). Kiyosaki juga mengatakan bahwa cara investasi yang tepat adalah melalui tiga lubang: real

estate, surat berharga dan bisnis.



3. Mendukung Semangat Ingin Kaya

Kiyosaki menolak (secara halus asumsi ayat

diatas), karena sebenarnya hidup adalah uang, dan tujuan hidup adalah menjadi kaya. Dan untuk menjadi kaya, sebenarnya bukan

sekolah seperti sekarang ini sarananya.





Retire young, retire rich: Negative ASPECTS

1. Basis Pikir

“Daud dan Goliat” Diselewengkan

Kiyosaki mendasarkan semua teorinya dari inspirasi cerita Daud dan Goliat. Cerita ini

merupakan cerita Alkitab (tidak tahu keluarga Kiyosaki percaya Allah yang mana), tetapi cerita ini telah diselewengkan dari

inti cerita, sehingga kesimpulan yang diambil sangat berbeda dan sangat salah. Ini adalah dampak dari permainan interpretasi

Postmodern yang dengan mudah menipu manusia. Jika bukan karena penyertaan Allah, maka Daud sudah pulang nama, bukan sebagai

pemenang.



2. Positive-Thinking yang Materialistik.

Kiyosaki-Lechter sangat mengagungkan kekuatan pikiran dan

kekuatan kata-kata. Ini adalah asumsi dari mistik Timur, di mana manusia membiarkan pikirannya berjalan dibawah kendali nafsu

dan keinginan dirinya, bukan kehendak Allah. Jika Alkitab mengajarkan “sangkal diri”, maka Kiyosaki-Lechter akan dengan segera

melawan dan menolak pandangan tersebut.



3. Kuasa Kata-Kata

Konsep Kiyosaki sangat memakai pola lama yang sudah

harus diwaspadai dan ditentang oleh Iman Kristen, yaitu kuasa kata-kata (the power of words). Ini adalah kuasa sugesti, atau

kuasa yang memakai pengaruh kata-kata terhadap pikiran, yang akhirnya bagaikan mantera bagi hidup manusia.

Di dalam dunia

psikologi, hal ini dikenal dengan ide “self-talk” (berbicara pada diri sendiri), yang gunanya untuk mengarahkan pikiran atau

memotivasi diri. Di sini kita berperan ganda, sebagai Tuhan dan sebagai diri.





Beberapa Pemikiran Dasar

Kiyosaki-Lechter dalam “Retire Young”



1. “Mengapa Daud melawan Goliat?” Ayah kaya berkata, “Daud dapat mengalahkan

Goliat karena Daud tahu cara menggunakan kekuatan daya ungkit.” (hal xi).

Kembali kita diajak untuk tidak mengikuti “Ayah

Miskin” yang memiliki interpretasi realita berbeda dari “ayah kaya.” Jika Tuhan Allah menegaskan bahwa kemenangan Daud adalah

karena iman (Ibr 11:32 -34), maka Iblis mengalihkan penafsiran ayat ini sebagai suatu “upaya humanisme dan kecanggihan

manusia.” Inilah yang Kiyosaki lakukan, dan banyak orang Kristen sekarang diajar untuk melakukannya juga, yaitu melakukan

re-interpretasi firman Tuhan menurut pendekatan humanistik.

Dengan membuka buku kelimanya dengan pemikiran ini, kembali

Kiyosaki mengajak orang Kristen untuk secara diametris melawan firman dan pengenalan yang benar akan Allah. Kiyosaki mengajak

orang melihat Alkitab dengan cara Iblis, yaitu semua berdasarkan upaya manusia, dan manusia bisa seperti Allah.



2.

Sebagai komentar terakhir, saya mendengar banyak orang berkata, “Uang tidak membuat anda bahagia.”

Pernyataan itu ada

benarnya. Tetapi uang membelikan saya waktu untuk melakukan apa yang saya suka dan membayar orang lain untuk mengerjakan apa

yang saya benci melakukannya.

Di sini Kiyosaki mengajak pembacanya untuk menggunakan uang sebagai alat untuk memerintah

orang lain, dengan asumsi bahwa selalu akan ada orang yang mau melakukan apa yang kita benci atau tidak suka lakukan, asalkan

kita bisa membayar dia. Dan inilah yang seringkali diasumsikan banyak manusia, bahwa uang bisa membeli segala-galanya

(bandingkan dengan film “Indescent Proposal.”).

Melalui tabel “Saya suka dan saya benci” membuat kita memicu semangat

humanis dan egois kita. Marilah kita sekarang mencoba membuat tabel tersebut, dan kira-kira, jika kita adalah orang-orang yang

melakukannya dengan “Pola Pikir Kristiani” apakah seluruh buku Retire Young akan cocok untuk anda? Jika anda mendapati bahwa

kedua aspek citra, konsep dan tujuan hidup anak Tuhan berbeda dari apa yang ditawarkan oleh dunia, bagaimana anda meyakini

bahwa yang dimiliki oleh anak-anak Tuhan jauh lebih benar, jauh lebih berharga dan tepat, dibanding dengan apa yang dunia

tawarkan. Apa konsekwensinya, jika kita ternyata justru beranggapan bahwa yang dimiliki dunia lebih baik dari yang dimiliki

anak Tuhan?



3. “Saya perlu waktu enam bulan untuk menjadi cukup lambat untuk memulai cuti satu tahun saya.” (hlm.

22).

Kiyosaki mengajak orang hidup berpindah dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Etos kerja manusia saat ini begitu

rusak, karena manusia dikendalikan oleh motivasi yang tidak tepat. Jika yang pertama dikendalikan oleh tuntutan mendapatkan

cukup banyak uang, maka tuntutan kedua dipicu oleh keinginan untuk hidup santai dan malas. Kondisi ini berlawanan dengan natur

manusia bekerja. Sekalipun Kiyosaki mengakui bahwa sulit berubah dari orang yang bekerja keras menjadi orang pengangguran, ia

tetap melihat bahwa pengangguran adalah hal yang terbaik.

Etos kerja Kristen sangatlah berbeda dari kedua ekstrem yang

Kiyosaki ungkapkan. Etos kerja Kristen adalah panggilan yang Allah berikan berkaitan dengan natur dan keberadaan kita sebagai

orang percaya di tengah dunia ini, untuk menggenapkan missi Kerajaan Allah di dalam sejarah.



4. “Saya bisa pensiun

dini karena saya menggunakan utang untuk membiayai pensiun saya. Dan pasangan di koran ini, orang-orang yang memiliki 401 (k),

menggunakan ekuitas (kekayaan bersih) untuk mendanai pensiun mereka. Itu sebabnya mereka butuh waktu lebih lama untuk pensiun.”

(hlm. 32-33).

“Seperti saya katakan, saya lebih suka menggunakan uang pinjaman untuk menjadi kaya daripada menggunakan

uang saya sendiri…” (hal 168).

Pemikiran Kiyosaki sudah menjadi ciri yang sedemikian mendunia dalam lingkup bisnis sekitar

tahun 1990-an. Tetapi akhirnya, terungkap, mereka-mereka yang membiayai hidup dan bisnis mereka dengan hutang, akhirnya hancur

dan menjadi perusak seluruh tatanan ekonomi, khususnya di dunia berkembang. Salah satu yang membuat ekonomi Indonesia hancur

adalah karena hutang yang tak terbayar (saat ini merupakan beban negara dan BPPN). Sudah terlihat dan terbukti bahwa pikiran

Kiyosaki sangat berbahaya, dengan bukti bahwa di Surabaya , banyak pengusaha yang bertahan, karena mereka bisnis dengan ekuitas

dan bukan dengan hutang.

Kiyosaki-Lechter mengajar kita untuk bermain-main dan mempermainkan uang orang lain untuk

kesenangan dan kenikmatan kita. Hidup dalam hutang bukanlah ajaran Kristen. Alkitab mengajarkan untuk kita bertanggung jawab

atas harta yang Tuhan percayakan kepada kita. Itu berarti, harta yang ada pada kita bukanlah milik kita yang boleh kita

pergunakan dengan semau kita. Kalau kita memiliki uang banyak seperti Kiyosaki, maka seharusnya kita memberikan persembahan

lebih banyak bagi pekerjaan dan kemuliaan Tuhan.



5. dan lain-lain.



Oleh : Pdt. Sutjipto Subeno,

M.Div.



Pengirim : Denny Teguh Sutandio



Profil Pdt. Sutjipto Subeno :

Pdt. Sutjipto Subeno, S.Th.,

M.Div. adalah gembala sidang Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Andhika, Surabaya; Direktur: Toko Buku Momentum, Studi

Korespondensi Reformed Injili Internasional (SKRII), dan Sekolah Theologi Reformed Injili Surabaya (STRIS) Andhika. Beliau

adalah co-founder dari Yayasan Pendidikan Reformed Injili LOGOS (LOGOS Reformed Evangelical Education). Selain itu, beliau

adalah dosen di Institut Reformed, Jakarta dan Sekolah Theologi Reformed Injili Jakarta (STRIJ). Beliau juga adalah seorang

pengkhotbah KKR dan hamba Tuhan yang menguasai bidang-bidang, seperti ekonomi, pendidikan, hukum, etika, keluarga/konseling

pranikah dan sosial politik. Beliau meraih gelar Sarjana Theologi (S.Th.) dan Master of Divinity (M.Div.) dari Sekolah Tinggi

Theologi Reformed Injili Indonesia (STTRII) Jakarta. Beliau menikah dengan Ev. Susiana Jacob Subeno, B.Th. dan dikaruniai 2

orang anak: Samantha Subeno (1994) dan Sebastian Subeno (1998).



Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan.

Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak

mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

(Matius 6:24)



Tetapi mereka

yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan,

yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh

memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Tetapi engkau

hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan

kelembutan.

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah

dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

(1 Timotius 6:9-12)

dilihat : 259 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution