Sabtu, 15 Desember 2018 16:52:34 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 171
Total pengunjung : 450774
Hits hari ini : 1093
Total hits : 4152531
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Bagaimana Keadaan Jiwa Orang Yang Sudah Mati ?






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 26 Maret 2008 00:00:00
Bagaimana Keadaan Jiwa Orang Yang Sudah Mati ?
Seorang calon Rahib

belajar di Pertapaan Trapist Rawaseneng, Temanggung, Jawa Tengah. Di dalam pertapaan itu, kita harus menguasai hati dan pikiran

dengan cara berkontemplasi untuk mencapai "Pencerahan" Enlightenment.



Pada suatu ketika, Sang Guru bertanya kepada

muridnya, "Bagaimana keadaan jiwa orang yang sudah mencapai pencerahan setelah meninggal dunia?"



"Mana aku tahu"

jawab si murid.



Lho, kamu sudah belajar begitu lama, kok kamu nggak tahu sih? tanya sang guru.



Maka

murid itu menjawab, "saya kan belum pernah mati, sehingga saya tidak tahu apa yang terjadi setelah orang mati, untuk apa saya

memikirkan terlalu jauh kepada hal-hal yang belum terjadi dalam kehidupan saya, terutama pada orang lain yang sudah

mati!"



Sesungguhnya jawaban murid itu adalah sangat bijaksana.



Di dalam menjalankan kehidupan ini,

seharusnya orang mampu menghargai keindahan maupun misteri kehidupan yang nyata ini dari sudut pandang kehidupan. Jangan

terlalu merisaukan keadaan-keadaan dimana sebenarnya kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kenyataannya.



Untuk

hari ini, jalankanlah hidup pada hari ini, lakukan seperti apa adanya. Jalankan hidup ini seperti air sungai mengalir, ia

mengalir dari hulu dan akhirnya sampai juga kehilir. Demikian juga dengan hidup kita di dunia ini. Tidak ada yang perlu

dirisaukan tentang hari esok, karena besok akan datang pada hari esok.



Yesus berpesan kepada kita dalam Matius 6:34,

"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah

untuk sehari." Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan dicukupkan

kepadamu".



(By Eddy TG, Sumber dari Alkitab, Internet dan segala sumber)

dilihat : 225 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution