Sabtu, 17 Agustus 2019 23:51:59 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520076
Hits hari ini : 1658
Total hits : 4876074
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pemikiran Kritis Negarawan Sejati






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 21 Maret 2008 00:00:00
Pemikiran Kritis Negarawan Sejati
Resensi Buku



Judul : Pemikiran

Sosial Johannes Leimena tentang Dwi-Kewargaan di Indonesia

Penulis : Flip PB Litaay

Penerbit : Satya Wacana

University Press bekerja sama dengan Program Pascasarjana Program Studi Sosiologi Agama UKSW Salatiga

Cetakan : Pertama,

2007

Tebal Buku: 347 halaman



Ketika buku baru berjudul Dr Johannes Leimena, Negarawan Sejati dan Politisi

Berhati Nurani (BPK Gunung Mulia, 2007) diluncurkan dan dibedah di Ruang Seminar Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, Senin,

12 November 2007, datanglah Flip Litaay membawa bukunya, Pemikiran Sosial Johannes Leimena tentang Dwi-Kewargaan di Indonesia,

yang juga baru diterbitkan (oleh Satya Wacana Press, unit penerbitan di Universitas Kristen Satya Wacana,

Salatiga).



Litaay yang saat itu tampil sebagai salah satu pembedah tentu saja menguasai betul seluk-beluk pemikiran

Johannes Leimena. Bukan apa-apa, soalnya ia berhasil meraih gelar doktor ilmu sosial dari Program Pascasarjana, Program Studi

Agama, Universitas Kristen Satya Wacana, Mei 2007, karena menulis disertasi yang membahas sosok dan pemikiran Johannes Leimena

- seorang dokter yang sangat ahli di bidangnya dan teolog beraliran Calvinis yang mendalami teologi secara otodidak dengan

tekun, yang di era pemerintahan Soekarno pernah menjadi Wakil Perdana Menteri.



Buku yang terbagi atas tujuh bab ini

memang diangkat dari disertasi doktoral Flip Pieter Bernhard Litaay, dosen emeritus pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Kristen Indonesia Maluku dan mantan Wakil Ketua Badan Pertimbangan Gereja Protestan Maluku (2000-2005). Karena

substansi dan sifatnya yang memang ilmiah, maka mencerna isi buku ini relatif tak mudah.



Banyak rujukan maupun

kutipan di sana-sini, termasuk istilah-istilah dan nama-nama yang berbau asing. Namun, bagi mereka yang ingin secara serius

mempelajari pemikiran-pemikiran kritis Johannes Leimena, buku ini merupakan referensi yang layak dibaca. Buku ini juga relevan

dengan situasi Indonesia kekinian. Karena, oleh Litaay, pemikiran-pemikiran Leimena juga dikaitkan secara reflektif dengan

reformasi Indonesia pasca-Orde Baru.



Bab pertama, seperti laiknya disertasi, menguraikan latar belakang,

permasalahan, tujuan dan metode penelitian, juga kerangka teoritik dan konseptual. Melalui bab ini, kita dibawa untuk memahami

bahwa Leimena adalah sosok negarawan yang selama hidupnya terus bergulat dengan pemikiran di seputar tiga hal: negara,

masyarakat, dan gereja.



Bab kedua membahas tentang integrasi nasional dan pembentukan negara-bangsa.



Bab

ketiga mengelaborasi pandangan sosial etis Agustinus dan Richard Niebuhr tentang kewargaan ganda atau dwi-kewargaan (dual

citizenhip). Pada bab inilah pemikiran kritis Leimena tentang bagaimana kedudukan warga gereja dan warga negara yang

'paradoksal' di Indonesia ditelaah secara mendalam, disertai pesan reflektif agar Kristen memahami kehadirannya di negeri ini

sebagai sebuah 'karunia' (gabe) dan menyikapinya dalam wujud kerjasama yang kritis solider dengan sesama warga negara

Indonesia lainnya; dalam arti to share and share alike, sebagai suatu pertanggungjawaban (aufgabe) kepada Sang Pemberi, yaitu

Tuhan Allah sendiri, demi keutuhan negara dan bangsa berdasarkan Pancasila sebagai ideologi yang pluralis, sekuler, integratif

sentripetal dan final.



Bab keempat menjelaskan tentang pergumulan sosial politik dan sosial etis Leimenian. Pada bab

ini, sosok Leimena dan pengalaman kenegaraannya juga diuraikan secara mendalam.



Sedangkan bab kelima membahas

implikasi pemikiran sosial politik Leimenian terhadap konsep dwi-kewargaan, suatu gagasan tentang bentuk dan dasar negara

Indonesia yang ideal.



Buku ini, pendeknya, sarat dengan telaah pemikiran kritis, baik pemikiran Leimena sendiri

maupun pemikiran tokoh-tokoh lain di bidang filsafat, politik, sosiologi, bahkan juga teologi. Tokoh-tokoh lain yang

pemikirannya dikaji dan dikaitkan dengan pemikiran Leimena itu bukan saja dari Barat (seperti Rousseau, Durkheim, Weber, dan

Niebuhr), tapi juga Indonesia (seperti Soekarno, Hatta, dan Soepomo).



Sumber : Suara Pembaruan

Daily



Pengirim : Victor Silaen, Dosen Fisipol UKI, pengamat sospol.

dilihat : 436 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution