Senin, 23 Juli 2018 16:49:38 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 187
Total pengunjung : 407735
Hits hari ini : 1334
Total hits : 3718484
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mahasiswa Protes Komersialisasi Pendidikan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 13 Maret 2008 00:00:00
Mahasiswa Protes Komersialisasi Pendidikan
Semarang-Komunitas Persaudaraan Aktivis Mahasiswa Jasmerah

Universitas Negeri Semarang (Unnes) memprotes komersialisasi pendidikan yang tengah berlangsung saat ini, terutama di sejumlah

perguruan tinggi negeri termasuk di Unnes.



Koordinator Komunitas Jasmerah Agus Yahya di Semarang, Jumat mengatakan,

adanya batas minimal pembayaran Sumbangan Pengembangan Lembaga (SPL) sebanyak Rp5 juta merupakan bukti tengah berlangsungnya

gejala profitisasi pendididkan di Unnes.



Biaya tersebut belum termasuk termasuk SPP, dana sarana pendidikan, dan

lainya dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun 2008. Sebelumnya, komunitas ini menggelar aksi protes di Unnes,

Kamis.



Dia menambahkan Unnes yang saat ini menuju arah privatisasi pendidikan untuk mempersiapkan status Unnes

menjadi Badan Hukum Pendidikan (BHP) pada tahun 2009.



Bila hal itu dibiarkan, kata Agus, menyebabkan pendidikan

hanya bisa diakses mahasiswa dari keluarga mampu. "Mahalnya biaya pendaftaran dan biaya kuliah telah memformalkan diskriminasi

untuk memperoleh pendidikan yang bermutu," katanya.



Jika alasan pendidikan bermutu harus mahal, menurut dia, argumen

ini hanya berlaku di Indonesia. Ia menambahkan, banyak perguruan tinggi bermutu namun biaya pendidikannya relatif

murah.



Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMM) Semarang, beberapa waktu lalu juga mengecam komersialisasi

pendidikan tinggi dengan dalih untuk meningkatkan mutu perkuliahan.



Menurut Ketua KAMMI Semarang Muhith Harahap,

penyelenggaraan pendidikan bermutu tidak selalu berkait dengan biaya mahal karena Indonesia pernah mengalami masa biaya

pendidikan murah tetapi menghasilkan lulusan berkualitas.



Rektor Unnes Prof. Sudijono Sastroatmodjo ketika dihubungi

mengatakan, tidak ada yang namanya komersialisasi pendidikan di Unnes.



Ia menegaskan, perihal biaya SPL untuk

mahasiswa baru Unnes 2008 sudah disepakati oleh Senat Universitas dan pihaknya hanya sekadar menawarkan kepada masyarakat.

"Jika masyarakat bersedia SPL tersebut, dengan senang hati silakan bergabung Unnes, kalau tidak juga tidak apa-apa,"

katanya.



Ia juga menegaskan, Unnes tetap memberi kesempatan bagi lulusan SLTA yang lulus seleksi dengan nilai

tertinggi, bukan yang mampu membayar mahal.*antara/*abi*



Sumber :

http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=326147&kat_id=23

dilihat : 250 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution