Senin, 20 Agustus 2018 02:33:58 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 193
Total pengunjung : 414534
Hits hari ini : 1532
Total hits : 3800147
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Predestinasi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 11 Maret 2008 00:00:00
Predestinasi
Kembalinya seorang artis (Nur Afni) kepada agama lamanya, cukup mengejutkan sebagian umat

Tuhan. Betapa tidak? Artis tersebut sudah cukup dikenal dalam kalangan Gereja melalui kesaksian-kesaksian yang diucapkan serta

lagu puji-pujian yang dikumandangkannya. Itulah sebabnya, berbagai respons muncul terhadap tindakannya tersebut, mulai dari

yang bernada sinis sampai kepada yang bernada teologis. “Ya, sudahlah, buat apa dipusingin, emang dia itu dari dulu tukang

kawin kok”, kata seseorang. “Wajar dong, dia kan kawinnya dengan orang kaya. Enak...” kata yang lain lagi. Sementara yang

memberikan pandangan yang agak teologis mengatakan: “Itulah jika seseorang tidak sungguh-sungguh dipredestinasikan oleh Allah.

Biar katanya sibuk dan aktif menyanyi di Gereja-gereja, tapi jika belum sungguh-sungguh menjadi umat Allah, pasti hilang juga”.





Ajaran predestinasi, yang dianggap merupakan warisan dari John Calvin (abad 16) merupakan salah satu topik yang

kontroversial sepanjang sejarah Gereja. Itulah sebabnya, sebagian orang menghindari membicarakan topik tersebut. Istilah

tersebut berasal dari dua kata yaitu “pre” (sebelumnya) dan “destine” (menetapkan, menakdirkan) . Jadi, isitilah itu dipahami

sebagai keselamatan yang dialami seseorang akibat penetapan Allah sebelumnya, jauh sebelum seseorang itu percaya

kepadaNya.



Sekali pun sebagian orang, termasuk orang tersebut di atas menerima dan meyakini ajaran pemilihan

(predestinasi) , namun berbagai pandangan dimunculkan ke permukaan. Pertama, ada yang menolak ajaran tersebut dengan alasan

tidak sesuai ajaran Alkitab. Seorang menulis “Jika Allah telah menetapkan sebelumnya segala sesuatu yang akan terjadi, apakah

ada bedanya apa yang diperbuat oleh manusia?” Jacobus Armenianus keluar dari Calvinisme karena akhirnya dia menolak doktrin

pilihan. Demikian juga dengan teolog besar, Karl Barth. Menurut Barth, Allah tidak pernah memilih siapapun, juga tidak pernah

menolak siapapun. Allah hanya pernah menolak dan memilih Yesus. Sehubungan dengan itu, Barth memberikan sebuah pernyataan yang

menarik: “Jesus is the rejected God and the rejecting God. Jesus is the elected God and the electing God.”







Adakah Dasarnya?



Ada sebagian orang yang menerima ajaran Predestinasi berdasarkan sifat

kemahatahuan Allah (foreknowledge of God), di mana Allah telah mengetahui sebelumnya siapa yang akan menerima dan menolakNya.

Jadi, Allah memilih orang yang akan menerimaNya dan menolak yang akan menolakNya. Nampaknya, ajaran ini cukup logis. Namun,

memiliki kelemahan. Mengapa?



Alkitab mengajarkan bahwa semua manusia sudah berdosa dan diperbudak oleh dosa. Karena

itu, manusia yang telah diperbudak oleh dosa -dari dirinya sendiri- tidak akan pernah mampu memilih Allah. Ketika rasul Paulus

membahas kondisi manusia pada umumnya, maka dia menegaskan: “...semua ada di bawah kuasa dosa... tidak ada seorang pun yang

mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng” (Roma 3:9,11-12).



Apakah benar bahwa doktrin predestinasi tidak

berdasarkan Alkitab? Sebenarnya, Alkitab banyak mengajarkan hal itu. Itulah sebabnya, John Stott menegaskan bahwa semua orang

yang percaya kepada Alkitab harus menerimanya. Dia menulis: ”No Biblical Christian can ignore it” . John Calvin sendiri yang

dianggap sebagai ‘pemilik’ doktrin ini menulis ”Sekali pun kita tidak dapat sepenuhnya memahami ajaran tersebut, tetapi kita

mengetahui dan menerimanya dari pernyataanNya melalui kitab Suci” .



Dengan memahami hal tersebut, Alkitab

menjelaskan bahwa doktrin Predestinasi didasarkan pada beberapa hal penting. Pertama, predestinasi merupakan anugerah Allah

semata. Hal ini didasarkan kepada sifat Allah yang penuh kasih dan rahmat (Ef.2:4,8; Ro.9:16). Ini menegaskan bahwa tidak ada

sesuatu kebaikan dalam diri manusia yang membuatnya layak untuk dipilih Allah. Kedua, predestinasi didasarkan kepada kedaulatan

Allah. Ini berarti bahwa Allah yang mahakasih dan mahakuasa memiliki kebebasan penuh untuk bertindak. Hal itulah yang

ditegaskan Allah kepada nabi Musa: “Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang kuberi karunia” (Kel.33:19; Ro.9:15). Tapi

ini tidak berarti bahwa Allah bertindak sewenang-wenang, tanpa dasar kebenaran. Allah sendiri adalah kebenaran. Ketiga,

predestinasi bersifat kekal. Di dalam Alkitab Perjanjian Baru, khususnya Injil Yohanes, Tuhan Yesus berkali-kali menegaskan

bahwa semua yang diberikan Allah Bapa kepadaNya akan dipelihara sampai kepada kesudahannya. “Aku memberikan hidup yang kekal

kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama- lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari

tanganKu” (Yoh.10:28).



Jika demikian halnya, apakah makna doktrin predestinasi? Doktrin tersebut memberikan

kepastian keselamatan yang sangat teguh bagi setiap orang yang sungguh-sungguh mengalaminya. “Once saved, forever saved”.

Sekali diselamatkan, selamanya diselamatkan, demikian motto yang diberikan. Alasannya adalah bahwa keselamatan yang dimiliki

oleh seseorang tidak tergantung kepada kemampuan atau kesetiaannya, tetapi tergantung kepada kemampuan dan kesetiaan Allah yang

memberikan keselamatan tersebut. Lalu, bagaimana jika ada kasus seperti artis tersebut di atas? Kemungkinan, artis tersebut

memang belum sungguh-sungguh mengalami keselamatan. Atau, jika orang tersebut sudah sungguh- sungguh mengalaminya, apa yang

terjadi sekarang dilihat sebagai ketidaktaatan sementara, di mana dengan caraNya sendiri orang tersebut pasti akan kembali

kepadaNya.-



Salam hangat,

Mangapul Sagala

Artikel ini telah dimuat di harian Sinar Harapan, 8 Maret '08 -

www.mangapulsagala.com

dilihat : 266 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution