Kamis, 19 Juli 2018 01:26:14 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 275
Total pengunjung : 406671
Hits hari ini : 2423
Total hits : 3707504
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Perempuan adalah Agen Perubahan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 10 Maret 2008 00:00:00
Perempuan adalah Agen Perubahan
London – Berlawanan dengan anggapan umum, perempuan di dunia Arab telah

mencapai kemajuan sangat penting dalam beberapa tahun terakhir. Telah ada CEO-CEO perempuan, pejabat pemerintah perempuan,

profesor perempuan, insinyur perempuan; perempuan menjalankan berbagai e-bisnis dan lembaga-lembaga keuangan.



Saat

ini, kebanyakan negara-negara Arab memiliki sekurang-kurangnya satu orang menteri perempuan dalam pemerintahan, jika tidak

lebih. Di Tunisia, 40 persen dokter dan 70 persen apoteker adalah perempuan. Berbagai undang-undang dan keputusan yang

memberikan perempuan kesetaraan hak-hak untuk berperan serta dalam dewan-dewan lokal, dewan-dewan penasihat, dan dewan-dewan

kota telah diloloskan menjadi undang-undang di berbagai negara Arab.



kaum Perempuan Teluk diperkirakan memiliki

sekitar 40 miliar US dolar kekayaan pribadi. Di Mesir, perempuan merupakan 31 persen angkatan kerja di sektor pemerintahan.

Yang paling nyata, di keseluruhan dunia Arab, 70 persen lulusan universitas pada tahun 2007 adalah perempuan.





Namun, pemanfaatan berbagai kemampuan perempuan Arab melalui peran serta ekonomi dan politik tetap rendah secara

kuantitas, seperti yang ditunjukkan oleh rendahnya jumlah perempuan dalam pemerintahan – 6,5 persen dibandingkan dengan

rata-rata dunia sebesar 15.7 persen. Angkatan kerja Arab terdiri atas 25-30 persen perempuan, dibandingkan dengan rata-rata

global sebesar 45 persen.



Tak ada pembangunan ekonomi, sosial atau politik dalam masyarakat mana pun tanpa perempuan

memainkan peran yang menjadi hak mereka dalam perekonomian dan masyarakat pada umumnya. Kemitraan internasional dan

multilateral memiliki kekuatan untuk memungkinkan, mengilhami, dan mendidik perempuan agar berhasil dalam peran sertanya dalam

masyarakat Arab, perekonomian Arab, dan politik Arab. Kita bekerja dan hidup dalam dunia yang semakin tanpa batas – karena itu

pertukaran pengetahuan dan pengalaman melalui dialog antar budaya sangat vital dalam mencapai kemajuan dan pembangunan di

seluruh masyarakat kita.



Peningkatan kerjasama dan penguatan hubungan antara berbagai organisasi dan bangsa dapat

bermanfaat dalam hal ini. Sebuah jaringan organisasi internasional, seperti Forum Perempuan Internasional Arab (AIWF) yang

bermarkas di London, didirikan pada tahun 2001, memiliki anggota dan kontak di 45 negara lebih, dari Eropa, Afrika, Asia, dan

Amerika. AIWF penting artinya dalam menghubungkan kaum perempuan profesional Arab satu sama lain dan mitra mereka dalam

masyarakat internasional. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman seperti itu, serta sebuah fokus pada pembangunan kapasitas,

pelatihan, pengembangan keterampilan, dan sumber daya manusia, yang dapat mengembangkan potensi profesional dan politik dari

semua anggota, memastikan kelanjutan pemberdayaan perempuan di wilayah tersebut.



Kelanjutan dari rangkaian tindakan

ini, penting artinya dalam mengajak organisasi-organisasi masyarakat madani, sektor korporat, dan pemerintah untuk menciptakan

sebuah forum dialog dan pertumbuhan yang tak tertandingi. Kita harus terus mendukung konferensi dan prakarsa, seperti

konferensi “Mitra Perubahan: Menyadari Potensi Perempuan Arab dalam Sektor Swasta dan Publik” pada bulan Juni 2008 mendatang,

yang secara bersama-sama diadakan oleh AIWF dan Bank Dunia, yang menggali tema-tema terkini untuk mendorong peran perempuan

dalam kehidupan ekonomi dan publik.



Ketika perempuan sejahtera, keluarga dan masyarakat juga sejahtera. Dengan

mendorong pemberdayaan strategis perempuan dari segala sektor penting bagi kontribusi efektif dalam ekonomi pengetahuan global.

Melalui peningkatan akses terhadap informasi, promosi keragaman kebudayaan, kemitraan bisnis secara proaktif, dan keterbukaan

terhadap berbagai prospek bisnis internasional yang berharga, persekutuan yang strategis, dan praktik terbaik, perempuan dapat

menjadi agen perubahan positif untuk mendorong sebuah agenda kesejahteraan dan perdamaian. (Haifa Fahoum Al

Kaylani)



* Ny. Haifa Fahoum Al Kaylani adalah ketua pendiri Forum Perempuan Internasional Arab (www.aiwfonline.com).

Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews) dan dapat dibaca di www.commongroundnews.org.



Sumber:

Kantor Berita Common Ground, 4 Maret 2008, www.commongroundnews.org

Telah memperoleh hak cipta.



dilihat : 271 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution