Kamis, 15 November 2018 22:38:14 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 350
Total pengunjung : 440228
Hits hari ini : 2220
Total hits : 4063468
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Panggilan Allah Kepada 'Full Time' dan 'Tent Maker' Ministry






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 08 Maret 2008 00:00:00
Panggilan Allah Kepada 'Full Time' dan 'Tent Maker' Ministry
Setiap tahun,

ribuan orang Kristen menyadari seruan untuk memasuki atau pelayanan Misionari. Ratusan doa, pergumulan, membuat keputusan,

mengisi kartu dalam konferensi misi atau retreat, berkonsultasi dengan pendeta, pacar, menanyakan berbagai

pertanyaan.



06:38:51



Setiap tahun, ribuan orang Kristen menyadari seruan untuk memasuki pelayanan penuh

waktu atau pelayanan Misionari. Ratusan doa, pergumulan, membuat berbagai keputusan, mengisi kartu-kartu dalam konferensi misi

atau retreat, berkonsultasi dengan pendeta, pacar, menanyakan berbagai macam pertanyaan.



Banyak dari mereka yang

masuk ke seminari. Beberapa pergi untuk pelayanan mission trip. Beberapa bekerja pada lembaga-lembaga Kristen. Akan tetapi

ratusan orang yang lainnya terus bergumul—khususnya mereka yang telah bertunangan atau menikah, dan secara khusus para wanita.

Ribuan orang hidup dengan perasaan bersalah. Apakah saya telah melakukan sebuah kesalahan? Apakah saya telah mengkhianati

keputusan yang telah saya buat di hadapan Allah? Apakah saya akan kembali ke “jalan dunia”? Apakah saya telah mendengar suara

Allah dengan jelas—apakah Dia benar-benar memanggil saya? Bagaimanapun juga, apakah yang disebut dengan “pelayanan penuh

waktu”? Apakah setiap orang Kristen harus melayani Allah secara penuh waktu? Jadi, apa perbedaannya?



Allah tidak

memanggil kita ke dalam perasaan frustasi untuk melayani Dia dengan perasaan bersalah. Dia memanggil kita untuk melayani Dia

secara bebas dengan sukacita dan kekuatan. Apabila kita mengetahui apa dan bagaimana panggilan-Nya bekerja dalam hidup kita,

dan apabila kita memberi respon dengan taat, kita dapat mengalami kesadaraan yang bebas, sukacita, serta kekuatan tersebut. Ada

sukacita di dalam melayani Yesus, itu adalah upah di dalam melayani Dia. Jadi, apa yang disebut dengan “terpanggil dalam

pelayanan penuh waktu”?





Bagaimana Allah Memanggil?



Kita akan membahas pertanyaan, “apa yang

disebut dengan terpanggil dalam pelayanan penuh waktu?” kemudian. Sekarang mari kita berasumsi bahwa “setiap orang Kristen

dipanggil untuk melayani Allah. Hanya saja kita memiliki posisi yang berbeda di dalam melayani Dia.” Jadi bagaimana Allah

memanggil seorang Kristen untuk sebuah posisi dalam pelayanan? Apakah Allah telah memanggil saya? Bagaimana saya bisa yakin

apabila Dia telah memanggil saya?



Pertama, kita harus menyadari bahwa Allah yang memanggil kita. Dia yang mengambil

inisiatif (Roma 8:29, I Korintus 1:9). Dunia ini adalah milik Allah; jadi setiap orang dalam pelayanan penuh waktu adalah milik

Allah (Kel. 19:5-6). Allah bekerja dalam hati kita, dan di dalam gereja kita, dalam pribadi Roh Kudus. Dan kuasa Roh Kudus

mengalir sesuai dengan kehendak Dia (Yoh 3:3-8, Roma 8:21-2).



Di antara semua yang lainnya, hal ini berarti bahwa

ada sebuah dimensi dari dalam, apabila anda ingin menjadi “elemen subyektif,” dalam keseluruhan pengalaman mencerna panggilan

Allah. Seseorang pernah berkata bahwa selalu ada sebuah elemen mistik dalam Kekristenan yang sejati. Mari kita melihat hal ini

dengan cara yang berbeda: Roh Kudus akan menaruh keyakinan dalam hati anda apabila Dia memanggil anda—dan keyakinan itu,

seiring dengan waktu akan semakin bertumbuh. Anda tahu bahwa anda ingin melayani Tuhan. Dan kerinduan untuk melayani Dia akan

semakin intensif seiring dengan berjalannya waktu. Anda ingin memberikan hidup anda bagi Tuhan (Amos 3:7, Yeremia 20:9). Roh

Kudus memakai sikap penuh doa tersebut untuk memanggil seseorang—Dia menggunakan kerinduan ini dalam diri ribuan orang Kristen

untuk memanggil mereka ke dalam pelayanan penuh waktu. (untuk kepenuhan karya Roh Kudus lihat James M. Boice, Foundation of the

Christian)



Kedua, telah dikatakan bahwa Roh Kudus telah memanggil dengan cara dari dalam batin, kita harus

menambahkan bahwa Roh Kudus tidak pernah memanggil seseorang terpisah dari, atau kontras dengan, pengajaran Firman-Nya. Roh

Kudus adalah penulis dari Kitab Suci. Dia tidak akan pernah berlawanan dengan buku yang telah Dia tulis dengan inspirasi. Dan

Dia tidak membuat kesalahan dalam Firman yang telah Dia katakana dan tulis. Selain itu, Firman-Nya berarti untuk menggenapi

tujuan yang telah ditetapkan—untuk meyakinkan, mengubah dan melatih kita untuk bekerja bagi Allah (Yesaya 55:8-11; II Tim

3:16-17).



Itu berarti, ketika anda menyadari panggilan Allah ke dalam pelayanan penuh waktu, anda perlu memberi

respon kepada Firman-Nya. Mempelajarinya, mendengar khotbah tentang Dia, dan keputusan apa pun yang anda buat, atau anda

pikirkan ukurlah itu berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Apakah saya memberi respon kepada seruan Allah dalam Kitab Suci?

Apakah keputusan saya merupakan respon terhadap Kitab Suci—atau apakah pengajaran Kitab Suci secara tepat telah dijelaskan?

Apakah saya mengerti keputusan saya dalam terang Kitab Suci? Dapatkah saya mengukur motivasi dari keputusan saya berdasarkan

standar kebenaran Firman Tuhan? (Untuk doktrin bilika tentang panggilan Allah ke dalam pelayanan, lihat Edmund P. Clowney,

Called to the ministry, P&R Publishing, P.O.Box 817, Phillipsburg, NJ 08865. 201/454-0505. )



Ketiga, Roh Kudus

merupakan anugerah yang diberikan Kristus bagi dunia. Dia juga merupakan pemberi bagi setiap karunia rohani (Efesus 4:9-16).

Ini berarti: Apabila Allah memanggil anda ke dalam jenis pelayanan tertentu, Dia akan memberi anda karunia rohani yang

dibutuhkan bagi pelayanan tersebut. Akan tetapi mari kita membalikkannya, dan ini adalah benar: Apabila Allah telah memberi

anda karunia rohani, berarti Dia telah memanggil anda. Anda tidak perlu bertanya, apakah Allah telah memanggil saya? Sekarang

pertanyaannya menjadi, bagaimana saya harus mengunakan karunia tersebut? Karunia Roh Kudus diberikan untuk digunakan, bukan

secara egois untuk kemuliaan diri sendiri, akan tetapi bagi kemuliaan Allah, sehingga laki-laki dan perempuan akan bertumbuh

dalam pengenalan yang menyematkan tentang Yesus Kristus,dan gereja akan bertumbuh secara kualitas dan kuantitas.





Hal ini sangat sederhana sehingga kita sering melupakannya. Sangat benar bahwa kita sering kali berusaha untuk

melarikan diri. Allah memanggil ketika Dia memberikan karunia-karunia rohani. Apakah kita memiliki pilihan untuk meminta

pembebasan kepada Dia dari pelayanan? Pertanyaannya bukan apakah Dia telah memberi saya sebuah panggilan khusus untuk melayani

Dia dengan karunia-karunia saya tetapi apakah saya memiliki sebuah perlakuan khusus untuk tidak melayani Dia?





Keempat, bagaimana saya mengetahui bahwa ini adalah panggilan Allah? Roh Kudus memberi karunia dan pelayanan untuk

melihat karunia kepada gereja. Gereja sebagai tubuh melihat bahwa Roh Kudus telah memberi karunia tertentu (atau beberapa

karunia) kepada seseorang. Sehingga gereja menempatkan orang tersebut secara khusus bagi pelayanan khusus (Kis 11). Ini

merupakan tugas gereja—untuk melihat karunia apa yang dimiliki seseorang melalui kehidupan dan pelayanannya dalam tubuh

Kristus. (sebuah buku kerja, “Discover Your Gifts” mungkin tepat bagi kelompok anda. $ 4 dari: CRHM, 2850 Kalamazoo Ave., SE,

Grand Rapids, MI 49560.)



Ini artinya bahwa kita tidak melayani sebagai tenaga sukarela atau seorang penyanyi solo

dalam kerajaan Allah. Kita selalu tunduk kepada pengakuan dan peneguhan gereja atas karunia-karunia kita. Ini merupakan titik

lemah gereja saat ini. Inilah alasannya mengapa banyak orang dewasa muda menjadi “sukarelawan” seperti penjaga hutan yang

sendirian, dan berakhir kesepian dalam seminari atau pelayanan. Inikah alasannya mengapa kita masih memiliki “one man show”

(one food kick) secara mental dalam gereja? Apakah ini alasannya mengapa para pendeta dan diaken tidak dapat rukun satu dengan

yang lainnya? Mari kita saling menundukkan diri—dan bersedia meletakkan semua kartu kita di atas meja, dan menempatkan

kehidupan kita dalam garis serta berkata, saya akan menundukan diri saya terhadap otoritas gereja, dan menunggu konfirmasi dari

gereja tentang karunia pelayanan saya!



Sekarang, keempat faktor ini—peneguhan Roh kudus dari dalam, ketaatan kepada

Firman Allah, karunia-karunia yang diberikan oleh Roh Kudus dan dikenali oleh gereja—adalah seperti empat kaki meja. Anda tidak

dapat melakukan sesuatu tanpa yang lainnya. Ketika keempat hal ini bersama-sama, panggilan Allah menjadi begitu kuat dan tidak

dapat ditahan lagi. Hal itu seperti “api di dalam tulang saya,” dalam pengalaman Yeremia. Anda tidak dapat menunggu untuk

melayani Tuhan Yesus. Itu merupakan sukacita tertinggi dalam hidup kita, kebaikan tertinggi yang dapat kita capai. Apabila kita

ingin membakar semua di altar bagi Yesus, kita siap untuk pertanyaan berikutnya.





Apa Yang Disebut Dengan

“Pelayanan Penuh Waktu”?



Secara tradisional, yang muncul dalam konferensi-konferensi sangat sederhana: anda

mendendikasikan hidup anda bagi pelayanan penuh waktu, yang di mengerti sebagai pelayanan pastoral, sebuah jabatan staf dalam

gereja, atau sebuah karir dalam pelayanan misi lintas budaya. Beberapa faktor membuat panggilan menjadi lebih rumit, dan oleh

karena itu lebih membingungkan pada saat ini.



Pertama, berkembangnya lembaga-lembaga mitra gereja (para-church)

telah memperluas konsep dari pelayanan penuh waktu. Apabila pelayanan penuh waktu hanya seperti itu—meninggalkan apa yang

disebut dengan pekerjaan “sekuler” dan melayani Allah secara penuh waktu—kemudian kita harus mengakui bahwa semua pekerjaan

parachurch—literatur, media, pelayanan mahasiswa, pekerjaan akutansi dan komputer, para musisi Kristen dan pelayanan kaum

muda—merupakan pelayanan penuh waktu. Dan sebenarnya itu semua adalah pelayanan penuh waktu!



Kedua, para

pengkhotbah mulai menggunakan kata “tent making” ketika memunculkannya dalam keputusan-keputusan yang diambil pada saat

konferensi. Hal ini merupakan awan-awan yang membayangi gambaran: Apabila seorang Kristen mengambil pelayanan penuh waktu

sementara dia tetap mempertahankan pekerjaan ‘sekuler”nya, kalau begitu…siapakah yang berada dalam pelayanan penuh waktu?

Setiap orang yang ada dalam pelayanan.



Sebenarnya hal itu adalah benar—setiap orang Kristen adalah (atau seharusnya

ada dalam) karya Allah. Akan tetapi pertanyaannya menjadi: Apakah Allah sendiri membuat perbedaan antara apa yang kita sebut

dengan pelayanan penuh waktu (barangkali “pelayanan Firman Tuhan” merupakan kalimat yang lebih tepat), dan melayanai Allah

sebagai orang awam semntara terus mengejar karir “sekuler”? Mari kita beralih kepada pertanyaan ini sekarang.





Kebingungan dan kebiasan ini sebagian muncul dari kegagalan untuk mengerti tentang kehidupan Kristen yang

sebenarnya. Lebih dasar lagi, masalahnya adalah sebuah kekurang mengertian tentang siapa Yesus Kristus sebenarnya.





Siapakah Yesus Kristus? Dia adalah juru selamat kita—Dia menebus dengan darah-Nya kehidupan kekal dan keselamatan

kita. Dia adalah penulis (sumber) dan penyelesai (tujuan) dari iman kita. Dia adalah Allah dari Amanat Agung (Matius 28:19-20).

Semua yang kita lakukan—doa, meditasi, pelayanan, dan kesaksian—diamanatkan oleh Dia, dimampukan oleh Roh-Nya dan ditujukan

bagi kemuliaan-Nya (Roma 11:36).



Yesus Kristus merupakan kepala dan Tuhan atas gereja, yang merupakan tubuh-Nya,

kepenuhan akan Dia yang mengisi semuanya dan di dalam semuanya (Efesus 1:22-23). Ini artinya bahwa, sementara Allah ada di

mana-mana (Dia mengisi semuanya dan di dalam semuanya), Dia hadir dengan cara yang khusus dalam gereja (kepenuhan akan Dia).

Sementara seluruh dunia adalah milik-Ku, kata Tuhan (Kel 19:5-6), Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani,

bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri (I Petrus 2:9-10).



Akan tetapi Yesus adalah lebih dari itu. Efesus

1 mengajar bahwa Yesus merupakan kepala gereja. Itu juga memberi tahu kita bahwa Dia adalah Allah alam semesta. Hal ini secara

khusus karena kebangkitan-Nya. Dia diberi nama di atas segala nama, dan kuasa di atas segala kuasa (Filipi 2:6-11). Paulus

memberitahu kita dalam Korintus bahwa: 1. Apabila semua manusia ada dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru (atau lebih

tepatnya, ada ciptaan baru). 2. Ketika Adam, manusia pertama dan mewakili kita ketika kita berdosa, merupakan sebuah jiwa yang

hidup, Adam kedua adalah Roh hidup yang diberikan. Yesus Kristus adalah Adam kedua, Adam terakhir (II Kori 5:17; I Kor 15:45).





Apa artinya? Dalam Kejadian 1:26-28, Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa dalam gambar-Nya, Dia memberi mereka

dua mandat: 1. berkembangbiaklah dan penuhilah bumi, dan 2. Menguasai seluruh ciptaan lainnya, menjaga taman dan mengembangkan

taman yang sudah sempurna (Kej. 2:15). Bukan hanya orang Kristen, tetapi semua manusia memiliki kewajiban untuk menaati mandat

Allah. Semua manusia dipanggil untuk beristirahat, memuliakan Tuhan dan memiliki hubungan keluarga serta pekerjaan yang sehat

(Kej 2).



Yesus Kristus adalah Adam kedua, Adam terakhir. Sementara Adam tidak melakukan mandat dalam ketaatan,

Yesus Kristus hidup dalam ketaatan-Nya yang sempurna kepada Bapa-Nya. Yesus merupakan teladan kita, model yang harus kita

teladani bagaimana seharusnya kita hidup. Dia adalah manusia sempurna yang telah menggenapi setiap kondisi yang telah Allah

tetapkan bagi Dia. Oleh karena itu ketika Yesus datang kepada Petrus (Lukas 5:1-11), Dia tidak hanya mengajar Petrus sesuatu

tentang Dia (Yesus); Dia mengajar Petrus sesuatu tentang menjala pada hari itu. Yesus datang ke perahu nelayan Petrus (karir).

Dia ingin datang ke dalam karir anda juga. Dan Dia adalah Yesus yang mengirim kita ke dalam dunia, sebagai merpati dan ular,

sebagai garam dan terang, sebagai benih yang ditaburkan dan kota yang diletakkan di atas bukit. Allah memanggil Adam untuk

memiliki keluarga, untuk bekerja dan untuk melayani dunia. Dengan melayani dunia Adam mengatur dunia. Ini berarti bahwa

keluarga, pekerjaan, masyarakat, ekonomi, bisnis, pemerintah, pendidikan, seni, dan semua kehidupan harus berada di bawah kuasa

Allah. Yesus datang ke dalam dunia untuk membangun peran ini—kerajaan Allah (Markus 1:14-15). Kita harus bertobat dan percaya

karena kerajaan ada dalam tangan kita. Raja telah datang – para murid Raja hidup dan bekerja untuk memproklamasikan dan

mengejar Ketuhanan Raja dan kebenaran (Mat 6:33).



Ini berarti bahwa setiap orang Kristen dipanggil untuk: menjadi

seorang murid dalam dunia Allah, dalam ketaatan kepada Kristus Sang Raja, dan untuk hidup dan melayani tubuh Kristus yaitu

gereja. Kita di dalam dunia dan di dalam gereja. Karena hanya ada SATU Yesus Kristus, maka hanya ada SATU mandat. Mandat untuk

berkembang biak, bertambah banyak, dan memenuhi bumi, mandat ini merupakan mandat yang sama dengan menjadikan semua bangsa

sebagai murid, membaptis mereka dan mengajarkan kepada mereka semua yang telah Yesus perintahkan (Kej 1:26-28, Mat 28:19-20).

Hanya ada SATU hidup untuk hidup—kehidupan Kristen! (Untuk studi lebih lanjut, lihat Harvice Conn, Bible Studies on World

Evangelization and Simple Lifestyle, and his Evangelism: Doing Justice and Preaching Grace, P&R Publishing Co., P.O. Box 817,

Philipsburg, NJ 08865).



Hidup kita tidak terbagi-bagi (apa pun kita menyebutnya “tubuh, jiwa, roh” atau

“intelektual, emosi, kemauan,” atau “duniawi dan rohani,” “sekuler dan kudus,” atau “injili vs aksi sosial”). Kata-kata ini

sangat menolong hanya apabila mereka, bersama-sama, mengarah kepada fakta bahwa saya adalah SEORANG manusia, dan saya akan

menghidupi SEMUA hidup saya bagi Allah—dengan segenap hati, akal budi, jiwa dan kekuatan.





Pelayanan Yang

Manakah Yang Penuh Waktu?



Sekarang mari kita melihat kebenaran pertama dari dua kebenaran tersebut: Yesus adalah

kepala gereja. Kenyataannya Dia membangun gereja dengan tujuan untuk menggenapi tujuan Allah dalam dunia (Mat 16). Gereja

merupakan alat pilihan Allah untuk memberitakan Injil dan memuridkan bangsa-bangsa bagi kemuliaan nama-Nya. Dan Allah telah

memilih kepala gereja yaitu Yesus.



Yesus berkuasa atas gereja-Nya melalui Roh Kudus dan Firman-Nya (Yoh 14, 16).

Dalam Alkitab kita menemukan bahwa gereja ada untuk tiga tujuan: 1. Bagi Allah, 2. Bagi pertumbuhan gereja sendiri, dan 3. Bagi

dunia (I Petrus 2:4-10).



Gereja melayani Allah melalui pujian dan penyembahan. Apa pujian itu? Berbicara kepada

Allah, tentang Allah (Sifat-sifat dan tindakan-Nya), dan bagi kemuliaan Dia. Kenyataannya kita memiliki sebuah buku pujian

dalam Alkitab—Mazmur memimpin kita ke dalam doa dan penyembahan.



Gereja mendorong pertumbuhannya sendiri melalui

pengajaran, persekutuan, doa, dorongan dan pelayanan. Gereja melayani dunia dengan memproklamasikan dan mendemonstrasikan

anugerah dan keadilan Allah melalui Firman dan perbuatan.



Untuk menggenapi tiga tujuan ini, Kristus telah

memberikan gereja tiga bentuk pelayanan: pelayanan Firman, pelayanan kasih dan pelayanan pengaturan. Hal ini untuk kebaikan

gereja, supaya gereja bertumbuh baik secara kualitas maupun kuantitas (Efesus 4:12-16).



Pelayanan Firman

dipersembahkan untuk membawa Firman tertulis ke dalam hati manusia. Ini termasuk pelayanan pengajaran, khotbah, proklamasi

penginjilan, pelajaran Alkitab dan doa. Sekarang kita akan menambahkan pelayanan Kristen dengan penulisan dan pendidikan

teologi.



Pelayanan kasih dipersembahkan untuk memenuhi kebutuhan fisik, emosional, sosial dan kebutuhan-kebutuhan

manusia lainnya, baik di dalam gereja maupun di dalam dunia. Hal ini memberikan kredibilitas kepada siapa kita—apabila kita

saling mengasihi (Yoh 13:34). Gereja pertama menaati perintah ini dengan menetapkan satu pelayanan khusus (yang kemudian kita

menemukan “diaken” dalam Perjanjian Baru) untuk melayani para janda (Kis 6). Paulus sendiri terlibat dalam pelayanan kasih (II

Kor 8,9).



Pelayanan pengaturan merupakan pelayanan untuk mencari buah dalam Firman yang telah dikhotbahkan,

mendorong pertumbuhan rohani, dan mengatur gereja untuk kekudusan dan kedamaiannya. Dalam 1 dn 2 Korintus kita menemukan bahwa

Paulus melatih kedisiplinan bagi orang Kristen yang telah berdosa—ini merupakan pelayanan pengaturan. Yesus berfirman kepada

kita dalam Matius 18:15 bagaimana cara mendisiplin orang Kristen. Paulus telah menerapkan hal ini. Dengan jelas telah dikatakan

bahwa, apabila kita melakukan hal ini (bila diperlukan) untuk mendisiplin seseorang dari gereja, kita dapat mengatakan bahwa

Perjanjian Baru mengajarkan tentang hal ini. Selain itu perlu juga disadari bahwa seluruh masalah keanggotaan gereja merupakan

bagian dari pelayanan gereja. Gereja adalah tubuh (organisme), gereja juga merupakan sebuah organisasi.



Setiap

orang Kristen dipanggil untuk melakukan semua hal ini—untuk menyembah Allah, untuk bertumbuh di dalam Firman-Nya, dan untuk

bersaksi tentang Allah di dalam dunia. Setiap orang Kristen harus berpartisipasi dalam pelayanan Firman, kasih dan pengaturan

dengan cara yang sama. Ada sebuah “kantor umum” bagi semua orang. Akan tetapi tidak setiap orang Kristen dipanggil ke dalam

kantor khusus dalam pelayanan (Kis 6, 11). Oleh karena itu ada kantor umum – yang disebut oleh banyak penulis dewasa ini

sebagai pelayanan kaum awam, di satu sisi, dan di sisi yang lainnya, kantor khsus – pelayanan yang diteguhkan, atau yang secara

tradisional disebut “pelayanan penuh waktu.” Untuk kantor-kantor khusus ini, Paul telah memberikan sebuah set persyaratan dan

kualifikasi, dalam I Timotius 3 dan Titus 1. Alkitab menyebut kedudukan khusus ini sebagai pendeta, guru, penatua dan diaken.





Sebenarnya, dasar Alkitabiah bagi lembaga-lembaga parachurch sangat berharga di sini: dalam doktrin kantor umum.

Setiap orang Kristen harus terlibat dalam pelayanan. Kita semua memberikan kontribusi dalam beberapa hal untuk tubuh Kristus.

Gereja dan organisasi parachurch keduanya adalah milik Kristus. Akan tetapi secara khusus gereja yang dibangun oleh Kristus

ketika Dia datang ke dunia (Mat 16).



Sekarang, pelayanan yang manakah yang penuh waktu? Apabila kita melihat ke

diagram, kita menemukan bahwa bagian tengah diagram tersebut adalah “kantor khusus”. Gereja barangkali tidak selalu membuka

kesempatan bagi orang-orang Kristen untuk melayani di sembilan macam pelayanan—baik kantor umum maupun kantor khusus. Akan

tetapi “kotak-kotak” tersebut (tidak eksklusif secara mutual dalam arti apa pun juga!) menolong kita untuk melihat kekayaan dan

semua cakupannya dari pelayanan di gereja.



Bertanyalah kepada diri anda sendiri petanyaan-pertanyaa n berikut ini.

Ambillah waktu sekarang, berhentilah membaca artikel ini dan tuliskan jawaban anda.

1. Apakah saya telah menggali dengan

cukup berbagai macam pelayanan dalam gereja (baca Roma 12 dan 1 Korintus 12 sebagai contoh karunia-karunia dan

pelayanan-pelayanan ). Pelayanan yang manakah yang saya lakukan selama ini?

2. Apakah gereja telah meneguhkan saya bahwa

Allah telah memakai saya dalam salah satu dari pelayanan tersebut?

3. Pelayanan khusus apa yang saya inginkan? Apakah

saya sangat rindu untuk melayani Kristus dalam kantor tertentu? Bisakah saya mendorong setiap saudara-saudara seiman untuk

menyadari pentingnya pertanyaan ini?

4. Apakah Allah memanggil saya ke dalam pelayanan pastoral dan pemberitaan Firman?

(Untuk studi lebih lanjut tentang pelayanan dalam gereja, baca Edmund P. Clowney, Living in Christ’s Church, Great Commission

Publications, 7401 Old York Road, Philadelphia, PA 19126).





Apa Yang Dimaksud Dengan

“Tentmaking”?



Ini adalah keyakinan saya bahwa Roh Kudus telah memanggil banyak orang ke dalam pelayanan penuh waktu

dalam doa dan pemberitaan Firman. Roh Kudus TIDAK meninggalkan gereja berimprovisasi tanpa pengkhotbah dan misionari. Apabila

ada kekurangan pendeta, apakah itu karena beberapa dari kita telah melarikan diri dari panggilan Allah?



Akan tetapi

adalah benar bahwa ada orang-orang Kristen yang merasa TERPANGGIL untuk menjadi seorang dosen, dokter, ibu rumah tangga,

pekerja, penjahit, atau pelayan. Kata pekerjaan dalam bahasa inggris “vocation” berasal dari bahasa Latin “voca” yang artinya

memanggil, atau panggilan. Saya mendengar seorang ilmuwan Kristen mengatakan bahwa sementara Martin Luther berbicara tentang

doktrin kerja, dia tidak MERASA terpanggil dalam profesi. Barangkali kita harus bertanya, katanya, apakah “panggilan Allah

kedalam pekerjaan sekuler” itu ada!



Ketika tidak ada visi, manusia akan musnah. Ketika tidak ada panggilan, sesuatu

yang menghancurkan terjadi. Ada banyak alasan mengapa orang Kristen tidak merasa terpanggil oleh Tuhan ke dalam profesi mereka.

Pertama, banyak dari kita yang ada dalam profesi kita sekarang karena tidak ada alternatif lain. Barangkali tekanan dari orang

tua. Atau itu karena lingkungan. Dengan kata lain, kita berada dalam garis pekerjaan kita karena kesadaran pragmatis daripada

keyakinan. Tidak peduli bahwa kita tidak merasa terpanggil.



Kedua, kita seringkali tidak merasa terpanggil karena

pembagian secara sewenang-wenang yang telah kita ciptakan (baik sebagai sebuah doktrin, maupun gaya hidup) antara yang disebut

dengan kudus dan sekuler, roh dan jiwa, antara gereja dan dunia. Kita berpikir segala sesuatu yang ditawarkan oleh dunia kita

yang penuh dengan dosa ini adalah inferior dan dosa. Jadi kita mencari uang di dunia mulai jam 9 pagi sampai 5 sore (bagi

penulis Tionghoa dari siang sampai tengah malam) dan kembali pulang ke rumah untuk makan dan tidur, dan retret ke waktu teduh

kita serta pelayanan gereja untuk mengisi baterai, sehingga kita dapat memasuki dunia kejahatan lagi untuk melakukan pekerjaan

kita. Bagi orang-orang Kristen yang lebih pemberani, kita bahkan bersaksi kepada rekan kerja kita!



Sebenarnya ini

bukanlah kehidupan Kristen yang dirancang bagi anda dan saya. Ini merupakan penyakit jiwa rohani! Kita dipanggil untuk melayani

Tuhan dengan segenap hati, akal, jiwa dan kekuatan kita. Kita harus hidup seperti ular dan merpati, sebagai garam dan terang di

dalam dunia. Mengapa? Karena Yesus adalah Adam kedua! Karena kita telah diciptakan kembali oleh Kristus ke dalam gambar dan

rupanya (Roma 8:29, Efesus 4:24, Kolose 3:10). Dan karena Yesus telah memberi kita Amanat Agung! Oleh karena itu perintah

tersebut ditujukan kepada kita sekali lagi, untuk berkembangbiak, bertambah banyak, memenuhi dan menguasai bumi. Dengan kata

lain untuk memuridkan dan mengajar apa yang telah Yesus perintahkan!



Keluarga dan pekerjaan anda merupakan

panggilan dari Allah, yang tidak dapat anda hindari. Bagi orang dewasa yang tidak menikah, keluarga anda adalah keluarga besar

(secara biologi atau rohani). Akan tetapi kita semua dipanggil untuk hidup dan bekerja bagi Allah (Kol 3:17). Yesus adalah

Allah bagi semua kehidupan! Tidak ada tempat dalam hidup kita yang netral terhadap perintahnya (Roma 12:1-2). Tidak ada yang

berada di luar ketuhanan-Nya. Pertanyaannya adalah, apakah kita taat kepada ketuhanan-Nya? Apakah kita dengan sadar berusaha

keras untuk memuliakan Dia dalam setiap sisi kehidupan kita? (untuk sebuah tantangan terhadap kehidupan nyata, baca Charles

Colson, Loving God). Akan tetapi bagaimana saya memuliakan Allah melalui profesi saya? Saya akan mengusulkan beberapa langkah.

Barangkali anda bisa berhenti sebentar dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini.



1. PENGINJILAN. Apakah saya

melakukan yang terbaik untuk hidup dalam iman Kristiani saya ketika saya bekerja, dan meminta kesempatan kepada Tuhan untuk

bersaksi kepada orang-orang di sekitar saya? Penginjilan termasuk kesaksian verbal yaitu menceritakan kepada orang lain tentang

Kristus, dan kesaksian hidup yaitu hidup bagi Kristus. (untuk sebuah latihan, baca D. James Kennedy, Evangelism Explotion,

Wheaton, Ill: Tyndale House).



2. PEMURIDAN DAN PERSEKUTUAN. Apakah saya telah berusaha menemukan orang Kristen di

tempat saya bekerja? Apakah kami saling mendukung satu dengan yang lain untuk melayani Tuhan dengan lebih baik dalam profesi

kami? Apakah ada organisasi Kristen dalam profesi saya, yang dapat saya ikuti? (misalnya Perkumpulan Paramedis Kristen,

Persekutuan Perawat Kristen, Persekutuan Akuntan Kristen, dll).



3. ETIKA PROFESI YANG KONSISTEN. Apakah saya

konsisten dengan prinsip-prisip etika yang Alkitabiah di dalam pekerjaan saya? Apakah saya membayar pajak? Apakah saya membuat

laporan keuangan yang benar? Apakah saya tidak jujur dalam perkataan saya? Bagaimana saya membuat perjanjian dengan klien?

Bagaimana saya membelanjakan uang saya? Apakah Allah mendapatkan bagian dari uang yang telah Ia percayakan kepada saya?

(minimal 10%).



4. HIDUP DAN TUJUAN KARIR. Apakah saya secara teratur memeriksa motivasi saya? Apakah yang menjadi

tujuan saya? Prioritas apakah yang terpenting dalam hidup saya? Bagaimana prioritas tersebut mempengaruhi cara saya mengatur

waktu setiap minggu? (Untuk latihan yang menolong anda untuk mengatur tujuan dan waktu anda, baca Ted Engstrom and Ed Dayton,

Strategy For Living, G/L Publisher. Untuk pelajaran yang lebih mendalam tentang bagaimana Allah membentuk hidup anda di masa

lalu dan masa kini, baca Leadership Emergence Patterns karangan Robert Clinton dariMo Whitworth, Fuller School of Word Mission,

135 N. Oakland, Pasadena, CA 91182).



5. RASIONALITAS PROFESIONAL. Dengan cara bagaimana profesi saya dapat

merefleksikan Allah di dalam manusia? Misalnya – seni merefleksikan keindahan Allah; paramedis melayani untuk kesehatan dan

kesejahteraan manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, serta mempromosikan kesehatan manusia sehingga dapat terus

hidup, bekerja dan melayani Allah; Insinyur dan ahli kimia berusaha untuk memahami pengaturan alam raya yang telah Allah

ciptakan, dan bagaimana manusia dapat mengambil pelajaran dari pengaturan tersebut untuk kebaikan secara social; Konselor

berusaha memulihkan emosi dan kepribadian manusia, dan lain sebagainya. Hal ini menggali rasionalitas dari profesi anda. Banyak

penginjil yang telah menulis buku dan artikel belakangan ini, berusaha untuk menggali rasionalitas ini. Anda harus mulai

melakukan hal ini! (Contoh buku-buku semacam ini dalam bidang medis adalah: Medicine and the Christian Mind, and The Influence

of Christian in Meddicine, dari Christian Medical Fellowship, 157 Waterloo Road, London SE18XN, England).



6. KRITIK

PROFESIONAL. Apakah anda mengetahui sejarah dari profesi anda? Asumsi penting apakah tentang kehidupan dan alam raya? Apakah

semuanya itu sesuai dengan Kitab Suci? Hal inilah yang disebut oleh beberapa universitas dengan “Sejarah dan Filsafat Ilmu

Pengetahuan”. Kita orang-orang Kristen seringkali menerima, tanpa kritik, asumsi-asumsi non- Kristen dan anti Firman Tuhan yang

dimiliki oleh teman-teman non Kirsten kita tentang manusia dan alam semesta. (Baca Richard Pratt, Every Thought Captive, P&R

Publishing Company, P.O.BOX 817, Phillipsburg, NJ 08865). Evolusi dalam biologi dan ilmu pengetahuan lainnya hanyalah satu

diantara banyaknya asumsi-asumsi yang anti kekristenan. Kita perlu belajar sejarah profesi kita dan membuka “benteng” ini

sehingga kita dapat menangkap kembali profesi kita bagi Kristus. (II Kor 10:4-5). Sebagai contoh yang dilakukan oleh salah

seorang ahli fisika adalah “Ensiklopedia Ilmu Pengetahuan” (model dari alam semesta dan kegiatan Ilmu Pengetahuan) , lihat Vern

Poythress, Philosophy, Science and the Sovereignty of God, Campus Bookstore, P.O.Box 27009, Philadelphia, PA 19118). Juga

Francis Schaeffer, How Should We Then Live? (Revell, 1976).



7. REKONSTRUKSI PROFESIONAL, Bagaimana saya dapat

mentransformasi bidang atau profesi saya? Sehingga ketuhanan Kristus lebih nyata? Ini berarti lebih dari pada sekedar

menginjili teman-teman seprofesi saya. Kita sedang berbicara tentang mentransformasi bidang pekerjaan kita. Disinilah tempat

dimana masyarakat Kristen atau para professional dapat lebih berpengaruh. Apa yang dapat dilakukan oleh para insinyur Kristen

untuk mengembangkan lingkungan? Bagaimana dengan tanggung jawab bersama? Bagaimana kita dapat menantang banyaknya trend di

dalam masyarakat dan pemerintah yang mengancam nilai-nilai tradisional Kristen dan peradaban yang paling mendasar? Bagaimana

kita dapat mempengaruhi para dewan dan pengadilan? Ketika Allah menempatkan kita dalam sebuah masyarakat yang demokratis, suara

saya dan anda akan diperhitungkand alam proses politik. Apakah kita telah menggenapi tanggung jawab kita? (lihat, Charles

Colson, Kingdoms in Conflicts, 1987).



8. BERHUBUNGAN DENGAN MISI. Banyak professional Kristen dibutuhkan dalam misi

pada hari ini—programmer computer, pilot, perawat, guru, paramedic, dll. Banyak profesi dibutuhkan di negara-negara (Cina,

Negara Islam, dll.) yang dekat dengan para misionari tradisional. Apa yang harus kita kerjakan? Apa yang harus dilakukan oleh

rekan kerja anda dalam bidang pekerjaan anda? Kesempatan bagi pelanyan misi jangka pendek sebenarnya tidak terbatas. Baca Peter

Wagner’s On the Crest of the Wave, 1981 dan lakukan usulan-usulan di akhir bab buku tersebut. Apabila anda serius, dapatkan

buku penuntun untuk misi jangka pendek, Stepping Out, Kn Moy, World Vision US, 919 W. Huntington Drive, Monrovia, CA 91016,

1987, $4).



9. SADARILAH PELAYANAN FIRMAN. Apabila Allah memberi anda sebuah kerinduan untuk mencari pelayanan

khotbah, kejarlah panggilan tersebut.





Jalan penyelidikan dan pelayanan ini hanyalah merupakan sebuah usulan.

Setiap orang Kristen menghadapi tantangan-tantangan yang hebat dalam profesi mereka. Apakah Allah telah memanggil anda ke dalam

profesi anda? Ya, kecuali profesi anda adalah sebuah profesi yang berdosa atau criminal, kecuali anda sedang melarikan diri

dari panggilan Allah kepada pelayanan Firman di dalam gereja. Bagaimana anda akan mereflrksikan kemuliaan Allah?







Kesimpulan

Yesus merupakan Adam kedua dan kepala gereja. Anda diciptakan dalam rupa dan gambar Allah

dan dilahirkan kembali di dalam Roh. Hiduplah di dalam aspek-aspek kehidupan yang baru ini!



Apakah Injil itu? Itu

adalah bahwa kerajaan Allah telah datang, karena Sang Raja telah datang. Injil adalah, telah diampuni dan dibenarkan, kita

dapat melayani Sang Raja. Satu tujuan dalam kesimpulan, adalah kita berhenti berbicara tentang “tentmaking” sebagai alternatif

untuk “pelayanan penuh waktu”. Sebaliknya marilah kita berbicara tentang peran yang harus kita mainkan dalam kerajaan Yesus

Kristus. Pertanyaannya bukanlah, “apakah saya harus melayani Sang Raja?” Pertanyaannya adalah “Bagaimana saya harus melayani

Sang Raja?”



Setiap kita barangkali mengalami satu dari tiga situasi berikut ini.

1. Saya berada dalam profesi

yang salah. Saya sedang melarikan diri dari panggilan Allah.

2. Saya berada di tempat yang baik, tetapi apabila saya

mengubah karir saya, saya akan dapat melakukan lebih bagi Kristus.

3. Saya berada ditempat dimana Tuhan menginginkan saya

berada, dan saya mengetahuinya. Puji Tuhan!



Yang manakah saudara? Semoga Tuhan menggerakkan kita melalui ketiga

kriteria di atas.



oleh : Rev. Prof. Samuel Ling, Ph.D.





Profil Prof. Samuel Ling, Ph.D.:

Prof.

Samuel Ling, Ph.D. adalah pendiri China Horizon Ministries dan dosen di Institut Reformed, Jakarta, International Theological

Seminary, U.S.A., dll; Pendidikan: Bachelor of Arts—B.A. dalam intellectual history dari University of Pennsylvania ; Master of

Divinity (M.Div.) dan Master of Theology (Th.M.) dari Westminster Theological Seminary ; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam

bidang sejarah dari Temple University.





Sumber: website Crystal Cathedral Indonesian

Fellowship



Pengirim : Denny Teguh Sutandio.

dilihat : 246 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution