Selasa, 17 Juli 2018 05:22:11 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 176
Total pengunjung : 406112
Hits hari ini : 2336
Total hits : 3702006
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Dipergoki Akan Dibaptis Kristen, Ibu Berusia 70 Tahun Dibakar






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 06 Maret 2008 00:00:00
Dipergoki Akan Dibaptis Kristen, Ibu Berusia 70 Tahun Dibakar
Seorang perempuan berusia 70 tahun dibakar hidup-hidup sampai hampir meninggal di Bangladesh saat

diketahui berencana untuk dibaptis sebagai Kristen pada bulan ini.



Rahima Beoa dari wilayah mayoritas Muslim di

distrik Rangpur, sekitar 150 mil di sebelah barat laut ibukota Dhaka, menderita 70 persen luka bakar di tubuhnya saat kelompok

yang tidak dikenal membakar rumahnya pada 3 Januari lalu, lapor sebuah agen penganiayaan Kristiani baru-baru

ini.



"Orang yang tidak dikenal membakar hidup-hidup perempuan tua itu karena mereka menemukan kalau dia akan menjadi

Kristiani pada bulan berikutnya," kata Khaled Mintu, supervisor regional denominasi Isha-E-Jamat di Rangpur, kepada Compass

Direct. "Itu adalah konspirasi yang sangat jahat untuk menghentikan dia menjadi seorang Kristen."



Anak perempuan

Beoa dan menantunya, yang tinggal bersamanya dan tiga anak mereka, menjadi Kristiani dua tahun lalu. Dikatakan bahwa dia mau

dibaptis "sudah sejak lama" namun terlalu lemah untuk bepergian ke ibukota, Dhaka.



Karena penduduk desa memusuhi

orang yang berpindah dari Islam, penduduk lokal cenderung pergi ke ibukota untuk dibaptis sehingga konversi mereka tidak

diketahui. Namun Beoa terlalu tua untuk mengadakan perjalanan yang melelahkan dimana dia harus berjalan kali berkilo-kilo

jauhnya untuk mendapatkan bus ke kota.



Pada malam serangan, anak perempuan, menantu, dan cucunya pergi ke ibadah

gereja. Mereka pergi pada malam hari karena penduduk desa bekerja sebagai buruh atau pedagang, menurut Compass.



Beoa

dan cucu laki-lakinya yang berusia 9 tahun sedang tidur saat penyerang membakar rumah yang terbuat dari bambu dan kayu

tersebut.



"Si cucu berhasil lolos dari kobaran api," kata Mintu. "Namun si nenek terluka dan terbakar 70 persen dari

tubuhnya, ternak dan barang-barang lain di rumah itu terbakar."



Mintu menambahkan tidak ada saudara atau tetangga

yang mau membantu memadamkan api.



Seorang "dukun" mengobati tubuh Beoa yang terbakar karena keluarga itu tidak mampu

membayar perawatan di rumah sakit, kata Mintu.



Pihak keluarga dan gereja tidak menuntuk karena mereka tidak dapat

mengenal kelompok yang menyerang.



Pada tahun 2006, rumah-rumah Kristiani di daerah itu divandalisasi oleh sekitar

7000 warga Muslim yang ingin mengusir mereka karena iman. Namun pemerintah setempat dan polisi menolong umat Kristiani tetap

tinggal di tanah mereka meski ditentang keras mayoritas Muslim.



Terdapat sekitar 50 keluarga Kristiani di radius dua

mil di wilayah itu. Kebanyakan dari mereka berasal dari latar belakang Muslim, kata Mintu kepada Compass.



Populasi

Bangladesh terdiri dari 83 persen Muslim, 16 persen Hindu dan satu persen agama lain, menurut CIA World

Factbook.



Ethan Cole

Koresponden Kristiani Pos



*kiriman Janner Pasaribu

dilihat : 236 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution