Rabu, 17 September 2014 18:27:18 Translate | Home | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
Selamat kepada Jokowi-JK sebagai presiden terpilih. Kita doakan agar pelantikan tanggal 20 Oktober berlangsung baik..--Ingin kegiatan pelayanan anda diliput? silahkan kabari kami di 082139048191, 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Perspektif

Strategi Kebudayaan
Bagi sebuah bangsa yang miskin atau tertinggal, kemakmuran atau kesejahteraan merupakan tujuan yang hendak dicapai.

Catatan Ringan

Kebangkitan Besar Pertama
Kegairahan dan dinamika beragama tak ubahnya sebuah rangkaian yang juga terjadi pada sisi kehidupan yang lain.







Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pesan Paskah Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia Tahun 2008
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 03 Maret 2008 00:00:00
Pesan Paskah Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia Tahun 2008
“Berakarlah Didalam Dia Dan Dibangun Diatas

Dia”

(Bdk. Kolose 2:7)





Umat Kristiani dimanapun berada

Salam dalam kasih Tuhan Yesus

Kristus,





Salam sejahtera,



1. Kita patut melantunkan pujian dan mengidungkan mazmur syukur kepada

Allah dalam nama Tuhan Yesus Kristus oleh karena atas anugerah dan kasih-Nya kita boleh memasuki hari raya Paskah, dengan rasa

syukur yang meluap-luap.



Dalam kehidupan kristiani, hari raya Paskah memiliki makna yang amat sentral dan

fundamental. Paskah-hari kebangkitan Yesus Kristus dari kematian adalah pilar-pilar yang kukuh, yang diatasnya konstruksi

kekristenan itu di bangun dan didirikan. Jika Kristus terpenjara kematian, dikalahkan oleh kuasa maut dan tidak bangkit, maka

kekristenan tidak memiliki makna apapun bagi manusia dan dunia. Kebangkitan Kristus dari kematian telah membebaskan manusia

dari kuasa dosa yang selama ini menjajah dan membelenggu kehidupannya. “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah

kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu” (1 Kor 15:17) Paskah memberikan penegasan bahwa kuasa kehidupan lebih kuat

daripada kuasa kematian; kuasa kematian bersifat fana dan sementara, tetapi kuasa kehidupan adalah sesuatu yang terarah kemasa

depan dan bermuara pada keselamatan abadi. Melalui kebangkitanNya dari kematian, Kristus mengukir masadepan berpengharapan dan

keselamatan abadi bagi umat manusia. Merayakan Paskah tidak berarti lain kecuali berjuang untuk melawan kuasa kematian dalam

berbagai bentuknya dan memberi ruang agar kuasa kehidupan yang membawa pengharapan dan keselamatan bagi manusia benar-benar

terwujud.





2. Gereja-gereja dan umat Kristen disegala abad dan zaman, di segala tempat dan wilayah adalah

persekutuan yang sepenuhnya terikat dan dipersekutukan didalam Kristus. Gereja dan umat Kristen memiliki keterkaitan dan

keterhubungan dengan Kristus, Raja dan Kepala Gereja. Firman Allah menyatakan “Karena tidak ada seorangpun yang dapat

meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus 3:11). Yesus Kristus yang telah

bangkit dan mengalahkan kuasa kematian itulah yang menjadi dasar dan fondamen Gereja serta kekristenan, sehingga Gereja dan

kekristenan dapat teguh berdiri ditengah-tengah perubahan zaman dengan aneka tantangan di dalamnya. Tak akan pernah ada dasar

lain yang dapat menggeser, mengubah atau menggantikan dasar dari Gereja dan kekristenan selain Yesus Kristus itu

sendiri.



Dalam suratnya kepada Jemaat di Kolose, Rasul Paulus mengingatkan ulang warga gereja bahwa mereka telah

menerima Yesus Kristus dalam hidup mereka. Oleh karena itu hidup mereka hendaknya tetap di dalam Kristus, berakar di dalam

Kristus, dan dibangun di atas Kristus. Bahkan warga jemaat dimotivasi agar bertambah teguh dalam iman dengan mewujudkan hidup

yang terus menerus bersyukur kepada Kristus.



Dalam pandangan kristiani, kebangkitan Kristus merupakan antisipasi

dari kebangkitan orang-orang beriman di masa depan, sebab itu Paskah memiliki keterkaitan dengan manusia kini dan di sini, yang

sedang berjuang di tengah kekinian sejarah. Spirit kebangkitan Kristus harus sungguh-sungguh menjadi jiwa dari Gereja-gereja di

Indonesia, menjadi nafas dari seluruh gerak langkah umat kristiani dan tidak boleh terjebak menjadi sebuah kata-kata tanpa

makna. Kristus telah bangkit menghadirkan harapan-harapan baru bagi manusia dan dunia. Umat manusia umumnya, dan umat kristiani

khususnya, harus bangkit dan secara kreatif dinamik mengukir karya terbaik bagi sesama tanpa pamrih, dengan tidak

mempertimbangkan suku, agama, ras dan antar golongan. Paskah harus mampu merubuhkan tembok-tembok pemisah yang berdiri kukuh

membentengi kedirian manusia. Paskah harus mampu menumbuhkan potensi-potensi integratif dan menghancur-luluhkan virus-virus

disintegratif yang menggerogoti masyarakat majemuk Indonesia. Paskah harus membarui Gereja, agar Gereja memiliki kekuatan dan

keberanian untuk mengatakan ya, di atas yang ya, dan tidak di atas yang tidak. Gereja harus lebih taat kepada Allah daripada

kepada manusia (Kisah Para Rasul 5:29). Gereja yang berakar dan di bangun di dalam Kristus adalah Gereja yang memiliki kekuatan

dan kemauan untuk menjadi nabi pada zamannya tanpa ragu, takut dan gentar.





3. Dalam suasana syukur dan

sukacita Paskah yang hadir menjamah ruang-ruang kehidupan kita, perkenankanlah kami mengundang saudara-saudara untuk mewujudkan

hal-hal berikut :



a. Semangat Paskah hendaknya benar-benar makin memotivasi setiap warga gereja untuk mewujudkan

kehidupan yang berakar dan dibangun didalam Kristus sehingga warga gereja tetap beriman teguh dalam menjawab tantangan

global.



b. Semangat Paskah hendaknya mampu meneguhkan komitmen untuk menjadi Gereja Yesus Kristus yang bangkit, yang

bersaksi dan melayani dengan paradigma baru, yang di dalamnya seluruh potensi warga gereja didayagunakan, keutuhan Gereja

dipertahankan, kemajemukan denominasi masyarakat dan diapresiasi, demi terwujudnya damai sejahtera Allah di atas

bumi.



c. Semangat Paskah hendaknya menjadi sumber inspirasi untuk merajut relasi lintas agama yang makin bermutu,

dan menjadi modal utama dalam perjuangan bersama bagi terwujudnya masyarakat majemuk Indonesia yang cerdas, berkeadaban,

inklusif, adil dan demokratis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.





Pesan Paskah ini kami akhiri

dengan menggarisbawahi Firman Allah: “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus

Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam

pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:57,58)





Selamat merayakan Paskah 2008!



Jakarta, medio Februari 2008





Atas nama,

Majelis

Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia



Ketua Umum : Pdt. Dr. A.A. Yewangoe

Sekretaris Umum :

Pdt. Dr. Richard M. Daulay



Sumber : http://www.pgi.or.id/berita.php?news_id=69

   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by GIS IT Solution