Selasa, 25 September 2018 07:02:28 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 3
Total pengunjung : 423039
Hits hari ini : 8
Total hits : 3898318
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Budaya Orang Indonesia Menurut Orang Jepang






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 12 Februari 2008 00:00:00
Budaya Orang Indonesia Menurut Orang Jepang
Kontributor:

CDC



Prof Nagano, staf pengajar Nihon University memberikan kuliah intensive course dalam bidang Asian Agriculturedi

IDEC Hiroshima University.



Beliau sering menjadi konsultan pertanian di negara-negara Asia termasuk Indonesia. Ada

beberapa hal yang menggelitik yang beliau utarakan sewaktu membahas tentang Indonesia:



1.Orang Indonesia suka rapat

dan membentuk panitia macam-macam. Setiap ada kegiatan selalu di rapatkan dulu, tentunya dengan konsumsinya sekalian. Setelah

rapat perlu dibentuk panitia kemudian diskusi berulang kali,saling kritik, dan merasa idenya yang paling benar dan akhirnya

pelaksanaan tertunda-tunda padahal tujuannya program tersebut sebetulnya baik.



2. Budaya Jam Karet



Selain

dari beliau, saya sudah beberapa kali bertemu dengan orang asing yang pernah ke Indonesia. Ketika saya tanya kebudayaan apa

yang menurut anda terkenal dari Indonesia dengan spontan mereka jawab : Jam Karet! Saya tertawa tapi sebetulnya malu dalam

hati.Sudah sebegitu parahkah disiplin kita?



3. Kalau bisa dikerjakan besok kenapa tidak (?)



Kalau orang

lain berprinsip kalau bisa dikerjakansekarang kenapa ditunda besok? Saya pernah malu juga oleh tudingan Sensei saya sendiri

tentang orang Indonesia. Beliau mengatakan, Orang Indonesia mempunyai budaya menunda-nunda pekerjaan.



4. Umumnya

tidak mau turun ke Lapangan



Beliau mencontohkan ketika dia mau memberikan pelatihan kepada para petani,

pendampingnya dari direktorat pertanian datang dengan safari lengkap padahal beliau sudah datang dengan work wear beserta

sepatu boot.



Pejabat tersebut hanya memberikan petunjuk tanpa bisa turun ke lapangan, kenapa? Karena mereka

datangnya pakai safari dan ada yang berdasi. Begitulah beliau menggambarkan orang Indonesia yang hebat sekali dalam bicara dan

memberikan instruksi tapi jarang yang mau turun langsung ke lapangan.



Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita sudah

terlalu sering dinina-bobokan oleh istilah indonesia kaya,masyarakatnya suka gotong royong, ada pancasila,agamanya kuat, dan

lain-lain.Dan itu hanyalah istilah, kenyataannya bisa kita lihat sendiri.



Ternyata negarakita hancur-hancuran,

bahkan susah untuk recovery lagi, mana sifat gotong royong yang membuat negara seperti Korea, bisa bangkit kembali. Kita selalu

senang dengan istilah tanpa action. Kita terlalu banyak diskusi,saling lontar ide, kritik, akhirnya waktu terbuang percuma

tanpa action. Karena belum apa-apa sudah ramai duluan.



Kapan kita akan sadar dan intropeksi akan kekurangan-kekurang

an kita dan tidak selalu menjelek-jelekkan orang lain? Selama itu belum terjawab kita akan terus seperti ini, menjadi negara

yang katanya sudah mencapai titik minimal untuk disebut negara beradab dan tetap terbelakang disegala

bidang.



Mudah-mudahan pernyataan beliau menjadi peringatan bagi kita semua, terutama saya pribadi agar bisa lebih

banyak belajar dan mampu merubah diri untuk menjadi yang lebih baik.



By: Ahmad Darobin Lubis, Graduate School for

International Development and Cooperation (IDEC) Hiroshima University (sumber Internet)



dilihat : 202 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution