Jum'at, 19 Juli 2019 06:38:54 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520047
Hits hari ini : 571
Total hits : 4815794
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sertifikasi Guru Kurang Sosialisasi, Ribuan Guru di Sumut Resah dan Apatis






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 17 Januari 2008 00:00:00
Sertifikasi Guru Kurang Sosialisasi, Ribuan Guru di Sumut Resah dan Apatis
Medan (SIB)-- Wakil Ketua Pengurus PGRI Sumut Drs FJ Pinem MSc

mengatakan, sertifikasi guru di Sumut masih bermasalah karena kurangnya sosialisasi sehingga membuat puluhan ribu guru resah

dan apatis. Pada 11 Desember 2007 lalu, pimpinan PGRI se Indonesia telah dipanggil ke Jakarta, dari Sumut FJ Pinem didampingi

Sekretaris umum PGRI Sumut Abdul Latif Ibrahim SPd untuk menandatangani MoU dengan Direktur Direktorat Jenderal Peningkatan

Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) Baedhowi tentang sosialisasi sertifikasi guru dalam jabatan.



FJ

Pinem menjelaskan kepada wartawan, Selasa (15/1) di Medan, sosialisasi sertifikasi guru ini adalah realisasi Undang-Undang guru

dan dosen No.14 tahun 2005 serta Peraturan Mendiknas No.18 tahun 2007. Sebenarnya PGRI tetap memperjuangkan agar sertifikasi

itu hanya diberikan bagi guru-guru pasca keluarnya UU No.14/2005. Jadi, guru-guru yang sudah mengajar sebelum UU itu diberikan

saja tunjangan profesi. Tapi guru-guru yang diangkat setelah UU itu diberi sertifikasi, katanya.



Dikatakan Pinem,

karena PGRI melihat dan mengkaji serta mempelajari bahwa sertifikasi itu tidak ada sedikitpun dampaknya yang positif dalam

rangka upaya meningkatkan mutu profesi guru. Sertifikasi itu dilakukan 3 jalur yakni: melalui jalur portofolio, diklat dan

guru-guru yang berprestasi SD/MI, SMP/MTs mengikuti pendidikan setahun dengan beasiswa. Setelah lulus sertifikasi diberi

tunjangan profesi sebesar satu bulan gaji.



Kuota sertifikasi guru itu jumlahnya relatif sedikit, tahun 2006/2007

hanya sebanyak 20 ribu orang, sementara guru di Indonesia ada 2,7 juta jadi harus antri. Karena sertifikasi di Sumut banyak

guru yang resah karena kurangnya sosialisasi dan hanya untuk mereka yang sudah terdaftar namanya. Sehingga mereka yang namanya

tidak terdaftar menjadi apatis dan tidak berusaha untuk ikut, selain itu lebih banyak yang kalah daripada

menang.



Terkait sertifikasi guru, kata FJ Pinem ada 3 masalah guru-guru di Sumut yakni guru-guru yang telah mendapat

gelar sarjana (S1) namun tidak diakui Pemkab dan Pemko karena mengikuti kuliah jarak jauh, selain itu mendapat S1 tetapi tidak

mendapat ijin belajar dari atasan dan juga mendapat S1 tetapi berbeda dengan mata pelajaran yang diajarkan misalnya selama ini

mengajar bahasa Indonesia lalu sarjananya Matematika.



Masalah ini telah kita angkat ke permukaan di Jakarta dan

kemudian oleh Menteri melalui Ditjen PMPTK ketiga masalah tadi dapat diselesaikan dan sepanjang PTS nya terakreditasi maka

sarjana mereka itu diakui untuk sertifikasi. Justru pemerintah harus berterimakasih guru-guru itu dapat meraih gelar sarjana

tanpa membebani Pemkab/Pemko.



Dinas-dinas pendidikan Pemko dan Pemkab diharapkan tidak mempersulit guru, selain itu

guru-guru agama termasuk yang NIP 13 dan guru-guru agama di Depag sertifikasinya dilakukan di Depag. Disarankan kepada guru

negeri dan swasta agar menghubungi dinas pendidikan setempat untuk mempertanyakan jadwal sertifikasinya dan tidak perlu resah.

Dan bagi guru-guru yang belum sarjana, sabar menunggu untuk dapat bea siswa dari pemerintah untuk ikut pendidikan gelar

sarjana. Tak perlu menggadaikan gaji di bank atau menjual hartanya. Tiap tahun ada anggaran bea siswa itu, kata Pinem yang juga

menyebut jumlah anggota PGRI Sumut 165 ribu. (M5/x



Sumber :

http://hariansib.com/2008/01/17/sertifikasi-guru-kurang-sosialisasi-ribuan-guru-di-sumut-resah-dan-apatis/



dilihat : 443 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution