Selasa, 13 November 2018 10:37:10 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 96
Total pengunjung : 439240
Hits hari ini : 912
Total hits : 4055886
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pejabat Malaysia Larang Alkitab Dalam Bahasa Setempat






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 17 Desember 2007 00:00:00
Pejabat Malaysia Larang Alkitab Dalam Bahasa Setempat
Para pejabat di

pemerintahan Malaysia berdebat mengenai larangan Alkitab dalam edisi bahasa setempat, dimana satu pejabat menyatakan bahwa

menurut konstitusi Alkitab semacam itu ilegal, sementara yang lain menentang diskriminasi terhadap umat

Kristiani.



Kontroversi itu dimulai pertengahan April lalu ketika seorang pejabat dalam Departemen Perdana Menteri

Malaysia, Datuk Seri Mohd Nazri Abdul Aziz Nazri, mengatakan bahwa Alkitab dalam Bahasa Malaysia dan Bahasa Indonesia dilarang

konstitusi sejak kemerdekaan negara itu pada tahun 1957. Karena itu, ia beralasan, kebijakan menentang penyebaran agama selain

Islam berakar pada piagam konstitusi.



Surat kabar nasional seperti The Star dan The Sun melaporkan bahwa Datuk itu

ingin memperbarui larangan melarang Alkitab dalam bahasa Malaysia untuk "mencegah Alkitab digunakan untuk mengkonversi orang

kedalam ke-Kristenan".



The Sun menambahkan, Nazri menyatakan siapapun yang ditemukan dengan Alkitab dalam edisi

bahasa lokal harus "dibawa ke pengadilan".



Namun, pejabat lain dari Departemen Perdana Menteri, Tan Sri Bernard

Dompok, berpendapat lain. Ia mengatakan bahwa "bahasa nasional dapat digunakan untuk tujuan apapun, termasuk

beribadah".



Malah faktanya, kata Dompok, saat ini Alkitab dalam bahasa lokal dapat masuk ke negeri itu jika terlebih

dahulu mendapat otorisasi Kementrian Keamanan Dalam Negeri, sementara edisi bahasa Inggris dapat beredar tanpa halangan.





Isu ini ditanggapi umat Kristiani di sana dengan keresahan yang luar biasa. Wong Kim Kong, sekjen Persekutuan

Kristiani Injili Nasional (National Evangelical Christian Fellowship/NECF) Malaysia mengatakan bahwa larangan itu "tidak

konsisten dengan kebijakan Perdana Menteri Badawi untuk mempromosikan keharmonisan beragama di negeri ini."



Wong

mengatakan ini sama saja dengan memidanakan semua umat Kristiani Malaysia yang tidak berbicara bahasa Inggris, dimana

setengahnya di tinggal di bagian timur dan menggunakan Alkitab yang diterjemahkan. "Pernyataan Nazri menyebabkan kebingungan

dan kegelisahan di komunitas Kristiani," katanya. (Sandra NP)



Pengirim : petersambo@yahoo.com

dilihat : 219 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution