Rabu, 18 Juli 2018 13:39:30 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 137
Total pengunjung : 406531
Hits hari ini : 919
Total hits : 3706000
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Spiderman... Superhero...






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 27 Oktober 2007 00:00:00
Spiderman... Superhero...
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu

itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan

kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. (Matius

25:23)

-------



Lagi-lagi film Spiderman (1) diputar di salah satu televisi swasta. Sebenarnya saya agak bosan

melihatnya karena sudah menonton beberapa kali sebelumnya, namun apa boleh buat, toh tidak ada pilihan lagi karena di saluran

televisi yang lain siarannya hanyalah sinetron dan sinetron. Kalau pun ada yang berbeda, itu siaran hiburan musik dangdut yang

bukan selera saya. Maka jadilah malam kemarin saya menonton ulang film Spiderman.



Biasanya, jika saya menonton

sebuah film yang sama untuk kedua atau kesekian kalinya, maka saya mulai kurang memperhatikan jalan ceritanya karena sudah tahu

endingnya. Oleh karena itu saya mulai memperhatikan hal-hal lain seputaran film yang saya tonton, misalnya latar belakang

ceritanya, kostum pemainnya, animasi dan efeknya, dan lain-lain. Untuk kali ini saya coba memperhatikan dialognya sambil

berharap akan ada sesuatu yang menarik.



Ternyata saya beruntung, karena hari ini ada sepenggal dialog dari film

Spiderman (1) yang menarik perhatian saya. Itu adalah ketika sang paman (Uncle Ben) memberi nasehat kepada Peter Parker sang

tokoh Spiderman, bahwa seiring kekuatan yang besar datang pula tanggung jawab yang besar.



Lho, ini kan seperti

perkataan Yesus ketika memberikan perumpamaan tentang talenta. Yesus mengajar bahwa ketika kita bersedia dan setia memikul

tanggung jawab dalam perkara yang kecil, maka barulah kita diberikan tanggung jawab dalam perkara yang lebih

besar.



Secara fantasi, seringkali kita berangan-angan menjadi seorang tokoh superhero. Enak kan? Bisa terbang

seperti Superman. Bisa main melompat antar gedung seperti Batman. Merayap di dinding seperti Spiderman. Atau barangkali seperti

film serial HEROES yang sesion pertamanya baru saja tamat (kapan ya session keduanya mulai diputar?). Dalam dunia keseharian

pun kita juga berangan-angan, ingin jadi juara kelas, ingin jadi tokoh penyanyi band yang diidolakan masyarakat, artis sinetron

terkenal, tokoh masyarakat, pemimpin perusahaan yang sukses, dan lain sebagainya.



Pernahkah Anda membayangkan, kalau

tiba-tiba Anda diberikan profesi tersebut? Apa? Anda benar-benar ingin mendapatkan jabatan dan profesi impian Anda sekarang

juga? Saya sarankan agar Anda pikirkan baik-baik dahulu, apakah Anda sudah siap menjadi tokoh seperti itu? Memang sih,

sepertinya asyik menjadi juara kelas yang dikagumi teman-teman lain, atau artis yang disanjung-sanjung, atau tokoh masyarakat

yang dikagumi, pemimpin perusahaan yang dihormati. Tetapi jangan lupa pada tanggung jawab yang mengikuti jabatan tersebut.

Segala tingkah laku Anda akan menjadi sorotan orang lain, artinya kalau sekali saja Anda melakukan perbuatan kurang baik, maka

paling tidak Anda akan dipermalukan. Belum lagi sebagai pemimpin misalnya, jika ada anak buah yang melakukan kesalahan dan

merugikan orang lain di luar perusahaan maka Anda sebagai pemimpin wajib memikul tanggung jawab mewakili perusahaan lho. Atau

barangkali juga nasib puluhan karyawan, ratusan anggota keluarga

karyawan juga termasuk yang harus Anda perhatikan ketika

perusahaan yang Anda kelola ternyata bermasalah.



Hei saya tidak bilang Anda tidak boleh atau melarang Anda mencapai

cita-cita, tetapi pikirkan apakah Anda siap memikul tanggung jawab tersebut. Tentu saja akan ada hadiah, penghargaan dan hak

untuk menikmati hal-hal yang baik jika Anda sudah dapat memenuhi tanggung jawab yang lebih besar.



Beberapa tokoh

dalam alkitab pernah jatuh ketika menerima tanggung jawab yang besar. Samson, menyalah-gunakan kekuatannya dan jatuh ke dalam

pelukan pelacur bernama Delilah. Saul menyalah-gunakan kekuasaannya dan tidak mematuhi perintah Tuhan melalui nabinya. Yakub

menipu bapaknya. Bahkan beberapa tokoh kecil seperti dalam perumpamaan 5 gadis bijak dan 5 gadis bodoh serta hamba dengan satu

talenta. Mereka gagal menjalankan tanggung jawab baik yang kecil sampai yang besar.



Oleh karena itu, lakukanlah

tugas yang menjadi tanggung jawab kita dengan baik meskipun hal itu kelihatan sepele. Menjadi pelajar tidak semuanya wajib

menjadi juara kelas, tetapi belajar dengan sungguh-sungguh dan melewati ujian tanpa mencontek adalah bentuk tanggung jawab yang

baik. Menjadi karyawan yang menyelesaikan tugas dari atasan, tidak terlambat datang ke kantor juga merupakan bentuk

melaksanakan tanggung jawab yang baik. Apapun juga profesi Anda saat ini, lakukan saja dengan baik. Seiring dengan tanggung

jawab yang dapat Anda lakukan dengan baik, akan datang tanggung jawab yang lebih besar dan percayalah ketika saat itu datang,

maka Anda akan lebih siap menerima dan melaksanakannya.





Oktober 27, 2007

Leonard Han -

lhandjojo@yahoo.com

dilihat : 267 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution