Sabtu, 21 Juli 2018 05:25:04 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 261
Total pengunjung : 407220
Hits hari ini : 2376
Total hits : 3712776
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kantor Pusat Pastoral Keluarkan Buku Tentang Uskup Jelang Tahbisan Uskup Baru






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 20 September 2007 00:00:00
Kantor Pusat Pastoral Keluarkan Buku Tentang Uskup Jelang Tahbisan Uskup Baru
ATAMBUA, NTT–Kantor Pusat Pastoral Keuskupan

Atambua baru-baru ini mengeluarkan sebuah buku yang menjelaskan berbagai aspek dari pelayanan dan pengangkatan seorang uskup

menjelang penahbisan Uskup (terpilih) Dominikus Saku, yang akan berlangsung 21 September.



Tujuh ribu eksemplar dari

buku bertema “Abraham menjadi berkat bagi segala bangsa; Uskup menjadi berkat bagi Gereja” itu telah dibagikan pada pertengahan

Agustus ke seluruh 56 paroki, sekolah, universitas, komunitas religius, dan komunitas basis di keuskupan.



Nikolaus

Tnano, seorang katekis senior, menulis buku setebal 72 halaman itu, dan Vikjen Pastor Yustus Asa SVD menulis kata

pengantar.



Pastor Yohanes Senda Laka, ketua panitia penahbisan, mengatakan kepada UCA News bahwa buku itu hendaknya

membantu umat Katolik Atambua merenungkan tentang pengangkatan dan penahbisan Pastor Saku, seorang imam di Keuskupan Atambua,

sebagai uskup baru.



Pengetahuan tentang jabatan uskup dan proses pengangkatan uskup di kalangan umat Katolik

setempat masih kurang, katanya. “Dengan mempelajari materi yang tertuang dalam buku ini, saya harap setiap umat akan

mendapatkan pemahaman yang benar.”



Menyinggung tema buku itu, ia mengidentifikasi “sebuah hubungan antara Abraham

sebagai bapak orang beriman dan Uskup (terpilih) Saku sebagai pimpinan umat beriman.”



Buku itu berisi lima bagian,

yang pertama menyoroti kisah tentang Abraham. Bagian kedua menjelaskan tentang jabatan dan pengangkatan uskup, dan bagian

ketiga menjelaskan tentang tanggung jawab uskup sebagai guru, imam, pelayan, dan pemimpin. Berikutnya menjabarkan tentang

berbagai jabatan kepemimpinan di sebuah keuskupan agung atau keuskupan -- uskup agung, uskup, koajutor, auksilier,

administrator apostolik, vikep, vikjen. Bagian terakhir menyajikan motto dan logo Uskup (terpilih) Saku. Untuk motto, ia

memilih Vos Amici Mei Estis (kamulah sahabat-Ku).



Yohanes Atanus, seorang guru di sebuah sekolah dasar yang dikelola

Katolik, merasa bahwa buku itu sangat informatif. "Saya memang seorang guru Katolik, tapi tidak tahu liku-liku proses

pengangkatan seorang imam menjadi uskup sampai saya membaca buku ini," katanya kepada UCA News, 3 September.



Menurut

guru berusia 51 tahun itu, banyak umat Katolik di Keuskupan Atambua tidak memahami prosedur itu. “Sebagai orang awam, saya

tidak tahu betapa sukar dan lama proses penjaringan calon sampai pada pengangkatan uskup oleh Sri Paus di Roma. Saya pikir

prosesnya sama dengan pemilihan seorang presiden atau pengangkatan seorang menteri,” katanya mengakui.



Vatikan

mengumumkan pengangkatan Uskup (terpilih) Saku sebagai uskup Atambua pada 2 Juni, hari yang sama ketika Paus Benediktus XVI

menerima pengunduran diri Uskup Anton Pain Ratu SVD. Uskup Pain Ratu, 78, harus tetap memimpin Keuskupan Atambua sebagai

administrator sampai Uskup (terpilih) Saku ditahbiskan. Ia mengajukan pengunduran diri pada Januari 2004, ketika menginjak usia

75 tahun, usia pensiun sebagai uskup.



Uskup (terpilih) Saku lahir pada 3 April 1960 di Taekas, sebuah kampung di

Desa Tunbaba, Kabupaten

Timor Tengah Utara. Ia tamat dari seminari menengah di Keuskupan Atambua. Setelah ditahbiskan

imam untuk Keuskupan Atambua pada 29 September 1992, ia menempuh studi di Universitas Kepausan Urbanianum di Roma (1995-1999).

Ia kembali dengan gelar doktor filsafat dan mengajar di Seminari Tinggi St. Mikael dan Universitas Katolik Widya Mandhira,

keduanya di Kupang, Timor Barat.



Tahun 2001-2006, ia berkarya sebagai prefek di Seminari Tinggi St. Mikael. Sejak

Desember 2006, ia berkarya sebagai dekan di Fakultas Filsafat dan Agama di Universitas Katolik Widya Mandhira. Sementara itu,

ia juga membantu di Paroki Katedral Kristus Raja di Kupang dan sebuah stasi misi di Baun



Sumber ; "Vitalis Bauk"

dilihat : 230 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution