Senin, 25 Maret 2019 12:18:58 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 227
Total pengunjung : 485172
Hits hari ini : 1154
Total hits : 4459786
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kata-Kata Ibunda Dan Saudara-Saudari Bekal Bagi Uskup Baru






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 30 September 2007 00:00:00
Kata-Kata Ibunda Dan Saudara-Saudari Bekal Bagi Uskup Baru
ATAMBUA, NTT (26/9/07) -- Uskup purnabakti Atambua mengatakan

kepada uskup penggantinya bahwa kata-kata ibunda dan saudara-saudarinya dapat menjadi bekal baginya dalam melaksanakan tugas

kepemimpinan dan pelayanan sebagai uskup.



Dalam kotbah pada Misa penahbisan Uskup Dominikus Saku, penggantinya,

Jumat pagi 21 September, Uskup Anton Pain Ratu SVD bercerita tentang pertemuan dan percakapannya dengan ibunda dan

saudara-saudari uskup terpilih itu pada 19 Agustus.



“Saya bertanya kepada sang ibu: ‘Bagaimana perasaan ibu ketika

mendengar berita bahwa anakmu diangkat Sri Paus menjadi Uskup Atambua?’ Ia menjawab dalam Bahasa Dawan: Nane Usi neon es Atol

-- Itu Tuhan yang atur,” kata uskup itu. “Kemudian saudara-saudarinya menambahkan: ‘Hai atoin ana, hai mnen ha, hai mituin ha’

-- Kami orang kecil, kami dengar saja, kami ikut saja.’”



Uskup Pain Ratu, 78, mengatakan dalam homilinya, sebelum

upacara penahbisan itu: "Kata-kata itu dapat menjadi bekal bagi uskup terpilih dan kita yang lain, karena seorang dapat menjadi

sahabat Yesus jika ia melakukan apa yang diperintahkan Yesus kepadanya." Ia menyinggung motto uskup penggantinya, Vos Amici Mei

Estis (Kamu adalah sahabatku).



Sekitar 20.000 umat Katolik menghadiri upacara penahbisan Uskup Saku di lapangan

sepak bola di Atambua, kota pusat pemerintahan Kabupaten Belu sekaligus pusat keuskupan.



Uskup Pain Ratu, yang

menjabat sebagai administrator keuskupan setelah pengunduran dirinya pada bulan Juni, bertindak sebagai penahbis utama. Ia

didampingi Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang dan Uskup Weetebula Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD sebagai penahbis bersama.





Hadir 28 uskup termasuk Monsignor Andrew Vissano, sekretaris Duta Besar Vatikan untuk Indonesia. Juga hadir para

pejabat pemerintah dan militer, para pemimpin agama-agama Buddha, Hindu, Islam dan Protestan.



Uskup Pain Ratu

menjelaskan bahwa penggantinya seorang imam yang sederhana, rendah hati, berasal dari keluarga yang sangat sederhana di Taekas,

sebuah kampung di Kabupaten Timor Tengah Utara. "Tuhan itu adil karena Dia mengangkat orang kecil menjadi uskup,"

katanya.



Pemimpin Gereja yang purnabakti itu mendesak seluruh umat Katolik mendukung uskup baru mereka. “Di bawah

motto uskup baru ini, saya minta kepada semua – para imam, biarawan-biarawati, dan awam – agar selalu bekerja sama dalam

melaksanakan karya kerasulan dengan semangat saling mengasihi dan persaudaraan,” katanya.



Kehadiran para uskup dari

keuskupan-keuskupan lain menunjukkan kesatuan dan kebersamaan seluruh Gereja serta dukungan doa dari seluruh umat Katolik di

Indonesia, tambahnya.



Uskup Saku, 47, mengatakan dalam sambutan sebelum Berkat Penutup Misa bahwa jabatan barunya

itu sebuah tugas yang “mulia tapi berat.” Namun, lanjutnya, “Tuhan tahu kekuatan dan kelemahanku. Pasti Ia akan selalu

membimbing dan menuntun saya dalam tugas kepemimpinan dan pelayanan di keuskupan ini.”



“Sebagai sahabat Yesus,”

lanjutnya, merujuk mottonya, “kita dipanggil untuk bersuka cita (Yoh 15,11), untuk mencintai orang lain (Yoh 15,12), untuk

menjadi sahabat-sahabat- Nya (Yoh 15,15), dan untuk menjadi utusan-utusan atau rasul-rasul ke segala penjuru untuk mewartakan

berita keselamatan (Yoh 15,16). "Ia mengajak umat agar “hidup, bergerak, dan ada dalam Tuhan agar ia menjadikan kita layak

menyandang gelar sahabat Allah.”



Uskup Padang Mgr Martinus Dogma Situmorang OFM Cap, ketua presidium Konferensi

Waligereja Indonesia, mengucapkan selamat kepada uskup baru dan umat Katolik setempat. Ia memuji Keuskupan Atambua karena

menjadi model dalam hidup menggereja dan menjalin keharmonisan dalam hubungan antaragama.



Kunjungan Monsignor

Vissano ke Atambua adalah misinya yang pertama ke luar Jakarta. Dalam sambutannya ia mengatakan, “Saya merasa terharu dan

bahagia menyaksikan semangat umat beriman yang begitu tinggi. Ini pertanda umat menyadari bahwa Mgr Dominikus Saku adalah uskup

pilihan Allah."



Ia mengucapkan terima kasih kepada Uskup Pain Ratu atas pengabdiannya selama 25 tahun sebagai

uskup, dan mengatakan kepada hadirin, "Sekarang (Mgr Pain Ratu) mempunyai banyak waktu untuk berdoa."



Dengan iringan

paduan suara beranggota 2.500 orang, tarian-tarian liturgis yang dibawakan oleh 300 gadis remaja, dan ditutup berbagai sambutan

sebelum Berkat Penutup, upacara penahbisan yang dimulai pukul 9:30 pagi itu baru berakhir pukul 15:00 sore. Selanjutnya acara

Resepsi diadakan di Gedung DPRD kabupaten, yang diiringi tarian dan lagu-lagu tradisional.



Stefanus Agus, Dirjen

Bimas Katolik Departemen Agama Republik Indonesia, menyatakan kagum melihat ribuan umat Katolik yang tetap khusuk mengikuti

upacara berjam-jam di bawah terik matahari. “Ini perayaan paling akbar dan luar biasa yang baru kualami di Atambua ini,”

katanya.



Keuskupan Atambua mencakup Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara, menurut statistik terbaru,

mempunyai jumlah umat Katolik 478.475 jiwa, atau sekitar 95 persen dari total penduduk 503.508 jiwa.



Keuskupan ini

memiliki 54 paroki dan 1.048 stasi misi, dilayani oleh 104 imam diosesan, 31 imam religius, 218 biarawati, 19 bruder dan 456

katekis. Dari jumlah katekis itu 416 adalah relawan.



Uskup Saku adalah uskup keempat Atambua, namun ia adalah imam

diosesan pertama asal keuskupan ini yang diangkat untuk memimpin Keuskupan Atambua.



Sumber ; "Vitalis Bauk"

dilihat : 415 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution