Minggu, 18 November 2018 21:11:01 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 232
Total pengunjung : 441308
Hits hari ini : 1743
Total hits : 4073723
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Uskup Rayakan 25 Tahun Tahbisan Uskup Sebelum Tahbisan Penggantinya






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 28 September 2007 00:00:00
Uskup Rayakan 25 Tahun Tahbisan Uskup Sebelum Tahbisan Penggantinya
ATAMBUA, NTT

(25/9/07) -– Uskup Atambua Mgr Antonius Pain Ratu SVD merayakan peringatan 25 tahun tahbisan uskup hanya dua hari sebelum

penahbisan penggantinya.



Uskup pensiunan itu dan Uskup Atambua Dominikus Saku, prelatus yang menggantikannya, kini

memiliki tanggal penahbisan yang sama.



Uskup Pain Ratu, 78, ditahbiskan sebagai uskup auksilier Atambua pada 21

September 1982, dan mulai berkarya sebagai uskup pada 3 Februari 1984. Paus Benediktus XVI menerima pengunduran dirinya pada 2

Juni, tapi Uskup Pain Ratu tetap menjadi administrator keuskupan hingga penahbisan Uskup Saku.



Uskup Pain Ratu

mengatakan pada awal liturgi pesta perak tahbisan uskup tanggal 19 September: "Hari ini saya merasa sangat bahagia dan terharu

atas rahmat dan karunia Tuhan yang diberikan kepada saya selama 25 tahun menjadi uskup. Saya juga sangat terkesan dengan cinta

dan penghargaan yang diberikan umat sekalian kepada saya dalam perayaan syukur ini.”



Sekitar 8.000 umat Katolik

datang ke Gereja Katedral St. Maria Immakulata untuk mengikuti Misa pesta perak bertema "Maranatha: Syukur-Puji Tuhan" itu,

tapi banyak umat tidak bisa duduk di dalam gereja katedral di Atambua itu.



Mereka berusaha melihat 21 konselebran,

termasuk Uskup Agung Jakarta Mgr Julius Kardinal Darmaatmadja SJ dan Uskup Padang Mgr Martinus Dogma Situmorang OFMCap, ketua

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).



Di antara umat adalah ratusan kaum religius dan pejabat pemerintah beragama

Katolik, seperti Fransiskus Lebu Raya, wakil gubernur Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); Joachim Lopes, bupati Belu; dan

Gabriel Manek, bupati Timor Tengah Utara (TTU). Keuskupan Atambua mencakup kedua kabupaten yang mayoritas berpenduduk Katolik

tersebut.



Uskup Pain Ratu mengingatkan semua umat yang menghadiri Misa, “Ada kedukaan, ada kesukaan. Akan tetapi

kasih dan kerahiman Tuhan selalu datang untuk menyelamatkan manusia, makanya sebagai ciptaan-Nya manusia harus selalu bersyukur

dalam setiap kesukaan dan kemalangan.”



Ia berterima kasih kepada umat Katolik setempat "atas segala kerja sama yang

selama ini terjalin dengan baik," dan mengatakan bahwa selama dia menjadi uskup, jumlah umat Katolik meningkat dan iman mereka

semakin kokoh, yang disebutnya sebagai "tanda-tanda yang baik." Menurut data keuskupan, umat Katolik berjumlah sekitar 300.000

tahun 1980-an tapi mencapai 475.775 pada tahun 2003.



Dalam homilinya, Uskup Saku menyinggung bacaan pertama yang

diambil dari Kitab Tobit dan mengatakan, "Ibarat Tobit, Uskup Pain Ratu dikenal sebagai pelayan Tuhan yang tangguh dan setia."

Uskup baru Atambua itu menggambarkan pendahulunya sebagai "seorang pejuang yang tangguh” yang “gebrakan-gebrakanny a berhasil

memajukan iman umat Katolik."



Sebelum berkat penutup, Lebu Raya menyampaikan ucapan selamat kepada Uskup Pain Ratu

“atas nama pemerintah dan masyarakat setempat yang sudah 25 tahun memimpin keuskupan ini.” Ia mengatakan bahwa uskup sering

menyampaikan kritik sosial dan serius terhadap masalah lingkungan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas pengabdian uskup

sebagai ketua Forum Kerjasama Pimpinan Agama (FKPA) Kabupaten Belu dan Kabupaten TTU, yang membantu masyarakat di kedua

kabupaten itu hidup damai dan harmonis.



Sebelum Misa berakhir, Lopes, ketua panitia penyelenggara perayaan,

berterima kasih kepada Uskup Pain Ratu atas ide, waktu, tenaga dan “semua sumbangan yang telah diberikan.” Lopes mengatakan,

“Kehadiran ribuan umat pada perayaan ini merupakan bukti bahwa umat tetap mencintai Uskup Pain Ratu meski sudah hampir

menunaikan tugas penggembalaan selama 25 tahun di keuskupan ini.”



Sebuah resepsi di Aula Balai Nazareth, sebelah

gereja katedral, diadakan seusai Misa.



Uskup Pain Ratu datang ke gereja katedral untuk menghadiri Misa tersebut

dengan sebuah mobil pickup dari kediamannya di Lalian Tolu, 10 kilometer selatan Atambua. Sekitar 100 meter sebelum tiba di

gereja katedral, ia berhenti di gedung Yayasan Regina Angelorum.



Dengan mengenakan jubah putih dan selendang tenun

tradisional, ia tersenyum dan melambaikan tangan kepada orang-orang yang berdiri di sepanjang jalan. Ia dan uskup-uskup lain

kemudian berjalan menuju gereja katedral, dengan diiringi tarian likurai, tari tradisional Timor. Tari helong menyambut prosesi

di gereja katedral.



Dalam sebuah surat yang dibacakan pada Misa-Misa Minggu di semua paroki di Keuskupan Atambua

pada 25 Agustus, Uskup Pain Ratu mengatakan bahwa ia akan menghabiskan masa pensiunnya di sebuah kapel kecil dekat Tempat

Ziarah Bitauni di Paroki St. Maria di Kiupukan.



“Di sana saya berharap dapat menggunakan sisa hidup saya sebaik

mungkin dengan berdoa, menulis dan membantu Keuskupan Atambua sejauh kemampuan dalam bidang pelayanan.” Surat tertanggal 31

Juli itu ditutup dengan sebuah permintaan kepada umat Katolik setempat untuk saling memperhatikan satu sama

lain.



Sumber ; "Vitalis Bauk"

dilihat : 429 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution