Selasa, 18 Desember 2018 19:30:30 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 297
Total pengunjung : 451728
Hits hari ini : 1597
Total hits : 4159661
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ragi Orang Farisi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 20 Januari 2007 00:00:00
Ragi Orang Farisi
Ragi Orang

Farisi



Oleh: Sunanto



Luk 12:1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka

berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid- Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu

kemunafikan orang Farisi.



Salah satu kepercayaan salah yang dimiliki banyak orang Kristen adalah mengukur tingkat

kerohanian seseorang dari banyaknya aktifitas pelayanan orang tersebut.Semakin sibuk seseorang melayani di gereja atau

persekutuan maka mereka dianggap semakin rohani.



Saya sendiri pernah mengalami hal ini sehingga saya berani

mengatakan bahwa banyak orang Kristen yang tanpa sadar juga melakukan hal itu. Saya tidak mengatakan melayani itu tidak perlu

atau tidak penting tetapi perubahan karakter harus menjadi fokus utama kita.



Kepercayaan salah yang lain adalah

mengukur tingkat kerohanian seseorang dari banyaknya pengetahuan teologianya. Memahami teologia atau doktrin Kekristenan itu

penting tetapi apa gunanya jika seseorang memiliki gelar teologia yang tinggi bila hidupnya tidak mencerminkan karakter

Kristus.



Orang-orang Kristen yang hanya memiliki pengetahuan teologia tanpa memiliki karakter akan lebih suka

berdebat dibanding mencari kebenaran yang sejati. Mereka menggunakan pengetahuan itu untuk menunjukkan bahwa diri mereka lebih

baik dibanding orang lain. Rasul Paulus mengatakan mereka seperti gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.





Beberapa waktu yang lalu saya mendengar lewat radio seorang hamba Tuhan yang sedang berbicara dengan seorang pengusaha

setengah baya yang belum lama bertobat. Lalu hamba Tuhan yang juga pengurus sebuah badan misi ini mengatakan kepada sang

petobat baru ini bahwa hanya ada satu hal yang perlu dilakukannya setelah bertobat yaitu melayani.



Apa yang

dikatakan oleh hamba Tuhan ini kelihatannya sangat rohani tetapi sebenarnya menyesatkan. Sebuah hal yang tragis jika seseorang

giat melayani pekerjaan Tuhan tetapi hidupnya tidak mengalami sebuah perubahan (transformasi) karakter.



Tujuan Tuhan

menyelamatkan hidup kita bukanlah untuk melayani melainkan supaya kita berubah menjadi serupa dengan karakter Kristus. Alkitab

berkata kita dipanggil, dipilih dan ditentukan dari semula untuk menjadi serupa gambaran anakNya.



Seringkali kita

memandang rendah orang-orang Farisi, padahal tanpa sadar banyak diantara kita juga melakukan hal yang sama seperti mereka.

Yesus mengecam orang-orang Farisi sebab mereka lebih mengutamakan penampilan yang diluar (aktifitas dan pengetahuan rohani)

daripada yang di dalam. Dari luar kelihatannya sangat rohani tetapi di dalamnya penuh dengan kebusukan.



Orang-orang

Farisi bukanlah orang-orang yang jahat tetapi mereka hanyalah orang-orang munafik yang tidak memahami bahwa kemurnian karakter

yang di dalam lebih penting daripada kebersihan penampilan luar. Bukankah saat ini banyak sekali orang-orang Farisi modern yang

setiap hari minggunya rajin ke gereja ?



Mereka aktif melayani, setia membayar perpuluhan bahkan berpuasa seperti

yang dilakukan orang-orang Farisi. Dari luar kelihatannya sangat rohani tetapi di dalam hatinya penuh dengan kecemaran dan hawa

nafsu keduniawian.





Saya percaya bila kebangunan rohani yang sejati datang melanda negeri ini maka hal pertama

yang akan terjadi adalah sebuah gerakan kekudusan (holiness movement). Setelah itu baru kita akan melihat sebuah penuaian jiwa

besar-besaran yang belum pernah terjadi selama ini. Saya merasakan saat ini api penyucian itu sedang bekerja di tengah-tengah

kita.



Roh Kudus sedang bekerja untuk menyucikan gerejaNya dari semua kecemaran dunia ini. Datanglah Roh Kudus,

sucikanlah kami dengan api kekudusanMu !



dilihat : 245 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution