Minggu, 16 Desember 2018 14:58:02 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 163
Total pengunjung : 450993
Hits hari ini : 1305
Total hits : 4154490
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Peringatan Natal, Budaya Kafir!?






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 22 Desember 2005 00:00:00
Peringatan Natal, Budaya Kafir!?
Umat Kristen sangat sensitiv sekali untuk

hal-hal yg tidak Alkitabiah, sebab jangankan merubah satu kata, merubah tanda petik ato koma saja seharusnya udah dosa tuh !

Tetapi lucu bin nyata, mereka merayakan Natal yg seharusnya merupakan perayaan tertinggi bagi umat Kristen ini sebenarnya

ngawur total,boro2 Alkitabiah tanggalnya saja udah ngaco alias tidak bener. Cobalah renungkan oleh Anda, apakah Anda tidak akan

tersinggung apabila orang mengucapkan atau merayakan HUT Anda di hari yg salah, di bulan yg salah bahkan ditahun yg salah

!



Terbuktikan bahwa Tuhan Yesus itu tidak dilahirkan pada tgl 25 Desember dan juga bukannya 2005 tahun yg lampau.

Kalau begitu, mengapa dunia merayakan kelahiran Yesus pada 25 Desember? Kelahiran Yesus sebenarnya tidak pernah dirayakan

sampai tahun 336. Kelahiran-Nya mulai dirayakan setelah kaisar Roma yang bernama Konstantin (285-337) menyatakan diri menjadi

pemeluk agama Nasrani.



Sudah menjadi tradisi setiap 25 Desember penduduk kota Roma merayakan pesta besar yang

disebut Saturnalia Romawi untuk menyambut kembalinya matahari ke belahan bumi utara setelah mencapai garis balik selatan.

Ketika siang hari menjadi lebih panjang, dewa matahari Mithras, yang asal mulanya dari Dewa Matahari Iran yang kemudian dipuja

di Roma. dianggap telah lahir kembali. Jadi sebenarnya tgl 25 Desember itu hari untuk memuja Dewa Matahari!



Kata

"Natal" itu diserap dari bahasa Portugis yang berarti "kelahiran". Jadi kalau kita renungkan benar2 sebenarnya adalah satu

penghinaan bagi Tuhan Yesus merayakan Natal pada tgl 25 Desember, sebab itu bukanlah hari kelahiran-Nya melainkan hari

kelahirannya dari Dewa Matahari yg seharusnya dibenci oleh umat-Nya! Ini sama halnya seperti kalho HUT nya President Bush

dirayakan; bukan pada tgl hari kelahirannya, melainkan pada tgl hari lahirnya musuh bebuyutannya Sadam

Husein.



Demikian pula hari Minggu sebenarnya adalah hari untuk menyembah dewa matahari sesuai dari arti kata Zondag,

Sunday atau Sonntag. Perlu diketahui juga bahwa dewa-dewa matahari lainnya, seperti Osiris, dewa matahari orang Mesir,

dilahirkan pada tanggal 27 Desember. Demikian pula Dewa matahari Horus dan Apollo lahir pada tanggal 28

Desember.



Begitu juga dgn pohon terang ini juga adalah kebiasaan orang kafir yg sudah bisa diselipkan dan dicampur

baurkan ke dlm tradisi gereja, maka dari itu pohon terang ini merupakan lambang dari pohon gelap.



Orang Kristen

pada umumnya paling rajin menghakimi dan mengeritik orang lain dlm soal menyembah berhala, tetapi kebalikannya mereka sendiri

tidak ngaca, bahwa kalau mereka telah memberhalakan pohon. Kebiasaan di Eropa untuk menyembah dewa Odin mereka menggunakan

pohon cemara. Mungkin yg dimaksud di dlm ayat 1 Raj 14:23 Sebab merekapun juga mendirikan tempat-tempat pengorbanan dan

tugu-tugu berhala .. di bawah setiap pohon yang rimbun. (dlm bhs Inggris - every green tree) adalah pohon cemara, sebab hanya

pohon cemaralah yg selalu hijau di musim dingin sekalipun juga.



Pohon Natal mulai dilestarikan pada th 1419.

Bola-bola penghias pohon Natal itu sebenarnya ingin dilambangkan sebagai buah2 apel di taman Firdaus, tetapi menghiasinya

dengan beragam macam hiasan warna-warni itu berawal dari imam-imam Celtik kuno yang disebut Druids, yang menggunakan hiasan

sebagai jimat-jimat untuk mengusir roh-roh jahat.



Banyak orang memberikan alasan, bahwa tukar menukar hadiah itu

Alkitabiah, sebab mereka secara tidak langsung ingin meniru jejaknya dari orang Majus yg memberikan hadiah kepada Tuhan Yesus,

tetapi apakah Anda tahu, bahwa itu adalah alasan yg tidak benar, sebab tukar menukar hadiah itu berasal dari kebudayaan dan

adat orang kafir yg beragama Saturnalia.



Berdasarkan buku "Bibliothica Sacra", volume 12, halaman 153-155, tercantum

sebagai berikut: "The interchange of presents between friends is alike characteristic of Christmas and the Saturnalia, and must

have been adopted by Christians from the Pagan, as the admonition of Tertullian plainly shows." - "Tukar menukar hadiah antar

teman di hari Natal serupa dengan adat agama Saturnalia. Kemungkinan besar, kebiasaan ini diadopsi oleh orang-orang Kristen

dari agama Pagan, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Tertulianus."



Jadi apakah salah apabila saya menilai

bahwa hari Raya Natal itu adalah hari Raya orang Kafir, sebab mulai dari tanggal hari perayaannya saja sudah tidak benar belum

lagi segala macam embel-embelnya mulai dari tradisi pohon Natal s/d tukar menukar hadiahnya itu adalah kebiasaan dan dari

tradisi dari orang2 kafir.



Nama Yesus dlm bhs Ibrani = "YAHsua", Kata "YAH" ini datang dari YAHWE, YEHOVAH.

Sedangkan "sua" (shia) berarti yg menyelamatkan, oleh sebab itu arti dari nama Yesus adalah "Allah yg menyelamatkan" Di Hari

Natal ini kita akan sering menulis atau mengucapkan perkataan "haleluyah", tetapi perlu diketahui menulis dgn cara tsb diatas

itu sama seperti juga tdk menghormati Allah, tanya saja sama diri sendiri; apakah Anda tidak akan sewot, apabila nama Anda

ditulis dgn huruf kecil, jadi perkataan 'haleluyah" itu seharusnya dan sepantasnya ditulis seperti berikut "HaleluYAH" sebab

perkataan tsb berarti "Puji YAHWEH".



PS bagi mereka yg tertarik akan ulasan yg lebih rinci mengenai tgl

kelahiran-Nya Tuhan Yesus bisa menghubungi mang Ucup per japri



Mang Ucup

Email:

mang.ucup@gmail.com

Homepage: www.mangucup.net

dilihat : 266 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution