Selasa, 18 Desember 2018 19:56:33 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 299
Total pengunjung : 451730
Hits hari ini : 1657
Total hits : 4159721
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Adalah Baik Untuk Menyalakan Lilin Daripada Mengutuki Kegelapan
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 20 Juli 2008 00:00:00
Adalah Baik Untuk Menyalakan Lilin Daripada Mengutuki Kegelapan
Adalah baik menyalakan lilin,

daripada mengutuki kegelapan. Kalimat mutiara ini, akan lebih bermakna saat kita menghadapi masalah kehidupan, ibarat awan

pekat yang menyelubungi kita.



Yang biasa kita lakukan pada saat seperti itu adalah bersungut dan mengeluh. Kita

menyalahkan lingkungan, menyalahkan sesama, menyalahkan setan dan lebih parah lagi, kita menyalahkan Allah. Kita mengutuki

kegelapan yang menutupi kita.



Apa yang kita dapatkan dari persungutan dan keluhan? Kosong dan sia-sia. Kita

kehilangan damai sejahtera dan Allah menjadi murka akna kita, seperti halnya Ia murka kepada bangsa Israel yang senantiasa

bersungut. “Ada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan Tuhan tentang nasib buruk mereka, dan ketika Tuhan

mendengarnya, bangkitlah murkaNya, kemudian menyalalah api Tuhan di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan.”

(Bil. 11 : 1)



Dalam melayani GBI Mawar Saron di masa yang lalu, saya mengalami banyak masalah dan tantangan.

Tantangan dari dalam dan dari luar. Dari dalam, yaitu beberapa Majelis Gereja yang kurang menyadari visi yang Tuhan berikan

kepada saya. Dari luar adalah cemooh, surat kaleng, bahkan berpindah-pindah tempat ibadah, karena tuduhan-tuduhan yang tak

bertanggung jawab ke Pemerintah DKI Jaya.



Akibatnya, kami harus berpindah-pindah tempat ibadah yang menyulitkan

jemaat untuk beribadah kepada Tuhan. Seingat saya, sejak kami pindah dari Gedung Balperum di Jl. Raden Saleh 28 – Jakarta

Pusat, ada tujuh gedung umum yang kami pakai, antara lain: Gedung Mangaraja, Jl. Perintis Kemerdekaan – Jakarta Utara; Gedung

Departemen Sosial, Jl. Matraman Raya – Jakarta Pusat; Hotel Indonesia, Jl. Thamrin – Jakarta Pusat; Gedung Sasana Dhaya Sakti,

Jl. Matraman Raya – Jakarta Pusat; Gedung Granadha, Jl. Semanggi – Jakarta Selatan; Gelanggang Olahraga Lokasari, Jl. Mangga

Besar – Jakarta Pusat dan Gedung Asemka, Kota – Jakarta Barat.



Berbagai tantangan dan kesulitan saya hadapi, ibarat

awan gelap menutupi pelayanan saya. Namun saya belajar untuk tidak bersungut dan menyalahkan Allah. Saya berkata kepada diri

saya: “Adalah baik untuk menyalakan lilin, daripada mengutuki kegelapan.”



Dan oleh bantuan Tuhanku Yesus Kristus,

lilin yang saya nyalakan itu menyambar lilin yang lain dan menciptakan cahaya yang besar, sehingga kegelapan

lenyap.



Dengan lenyapnya awan gelap, datanglah apa yang saya cita-citakan. Gedung Gereja dengna segala fasilitasnya

di Hibrida Timur, Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara.



Pengirim : Tiny Ribka

dilihat : 653 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution