Rabu, 19 Desember 2018 15:15:37 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 246
Total pengunjung : 452016
Hits hari ini : 1820
Total hits : 4162327
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kesaksian Doa yang berhasil
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 19 Januari 2008 00:00:00
Kesaksian Doa yang berhasil
Waktu itu tahun 2002. Saya dirawat di rumah pemulihan Soteria karena phobia dan stress

berat. Sebelum dibawa oleh dua orang petugas Soteria, saya mencoba berdoa secara Katolik dengan membaca buku doa St.Bridget (15

Doa yang diutarakan langsung oleh Tuhan Yesus pada St.Bridget dari Swedia).



Sewaktu berdoa, saya tidak berdoa

secara Kristen, taat pada Roh Kudus, dll. Tapi saya berdoa secara sesat. Saya pikir dengan memperhatikan visual huruf-hurufnya

akan membawa hasil. Selama itu saya juga tidak pergi ke gereja baik protestan maupun katolik. Saya mengurung diri di

rumah.



Akhirnya saya masuk rumah pemulihan. Bukan gara-gara teks doa, tapi karena saya sendiri stress berat dan

tidak akur dengan orang tua. Di rumah pemulihan saya di-injili dan makan obat psikiater. Akhirnya saya sembuh dan kembali ke

gereja seperti biasa.



Paman saya bilang, di katolik kalau orang mempunyai suatu keinginan yang sulit, ada kebiasaan

menghadiri ibadah hari Jumat pada minggu pertama selama sembilan bulan berturut-turut. Saya ingin kuliah lagi. Lalu saya

mencoba ibadah Jumat Pertama tersebut.



Pada bulan kesembilan (bulan terakhir), saya mencoba berdoa Novena 9 hari.

Walaupun saya seorang protestan dan tidak mengakui baptisan dua kali (tidak mau dibaptis kedua kalinya walaupun secara katolik)

karena pendeta saya mengajarkan bahwa dibaptis dua kali adalah dosa, saya mengakui semua gereja adalah satu. Novena yang saya

doakan adalah "Novena 3 Salam Maria" sebanyak 3 kali. Setelah itu berdoa "15 Doa St.Bridget". Begitu saya pulang kerja jam

17.00, saya langsung masuk kamar mengunci pintu dan langsung berdoa. Karena membaca Teks Doa Novena yaitu "permohonan yang

sulit /muskil" saya pikir kalau demikian harus lebih banyak lagi berdoa.



Setelah saya mencoba beberapa putaran,

ketika mendoakan teks "15 Doa Bridget" yang menggambarkan penyaliban Yesus, saya mulai trenyuh dan berpikir bahwa Yesus begitu

sengsara di salib, seharusnya saya berdoa lebih banyak untuk menghormatiNya. Akhirnya sekitar hari keempat, saya terdorong

(timbul semangat) berdoa (Novena 3 Salam Maria dan 15 Doa Bridget) lebih banyak sampai 3 babak (kira-kira selama 6 jam),

membentuk 15 putaran "15 Doa St.Bridget". Tentu saja dibandingkan penderitaan aktual / yang dialami secara nyata oleh Yesus,

jauh lebih besar. Saya malu sedikit sekali berdoa.



Waktu berdoa, saya teringat catatan2 khotbah waktu di kelas

pemahaman alkitab di persekutuan2 doa (selain protestan, juga persekutuan pentakosta kharismatik) , tentang bagaimana memiliki

doa yang berhasil. Antara lain taat pada Roh Kudus dan menempatkan diri dibawah otoritas dan bimbingan Yesus. Saya coba turuti.

Ada satu hal yaitu tentang mengampuni saya agak sulit. Namun dalam teks doa Bridget, ada doa Bapa Kami yang diulang setiap bab

doa-nya. Pada setiap pengulangan saya diajak untuk mengampuni. Tadinya hanya secuil saja pengampunannya (barangkali 1 %), tapi

setelah beberapa kali pengulangan Bapa Kami, saya mulai mengampuni secara lebih besar, sampai akhirnya complete mengampuni (100

%).



Karena rumah saya agak dekat dengan sebuah Gereja Katolik, setiap pagi itu saya mengikuti Misa dan menerima

Eucharist. Saya anggap itu undangan Tuhan Yesus. Saya menerimanya sebagaimana (dalam sikap) saya biasa menerima Perjamuan Kudus

di GKI.



Pada hari kesembilan, yaitu hari terakhir Novena, setelah doa selesai tengah malam, saya jatuh tertidur

lelap. Saya mendapat mimpi. Saya merasa ada semacam layar terbuka di depan mata saya yang tertutup, dan menampilkan bahwa saya

sedang berada di sebuah ruangan kampus, dan disebelah kiri saya sedang duduk seorang mahasiswi. Saya kemudian terbangun dan

mendapat pengertian langsung tanpa diberitahu dari mana asalnya, bahwa saya akan masuk ke sebuah universitas di kota saya yang

namanya saya kenal dengan baik. Kemudian saya kembali tertidur. Saat saya tertidur, saya mendapat mimpi yang kedua kalinya,

bahwa saya sedang berada di sebuah ruang kuliah dengan seorang dosen di depan. Lalu saya tertidur kembali. Keesokan paginya

saya tidak berani memberitahukan apa yang saya alami pada siapapun, karena hal-hal tersebut adalah hal-hal di masa depan yang

belum terjadi (merasa pamali), dan saya tidak dapat menjamin bahwa hal-hal itu akan pasti terjadi dan toh hanya saya yang

mengalaminya, sehingga tidak merasa perlu untuk cerita ke orang lain.



Beberapa hari kemudian saya membaca Koran dan

menemukan universitas dalam mimpi saya sedang membuka ujian saringan masuk.



Untuk menyingkat cerita, akhirnya saya

berhasil diterima jadi mahasiswa dan mengikuti acara perploncoan. Di tengah-tengah acara perploncoan tersebut, secara tidak

sengaja saya duduk di lantai dan di sisi kiri saya duduk seorang mahasiswi. Saya diingatkan pada mimpi saya, bahwa jangan lupa

bahwa saya memintanya dari Yesus. Setelah masa perploncoan selesai dan saya memasuki masa perkuliahan biasa, secara tidak

sengaja saya ada di ruang kuliah dengan dosen di meja depan seperti yang digambarkan mimpi kedua saya.



Saya berdoa

dulu, lalu diberi / mendapat jawaban yang begitu pasti (2x mimpi), baru kemudian mendapat info di koran. Bukan

sebaliknya.



Beberapa lama kemudian, sahabat saya pemilik toko computer, merasa pendapatannya begitu kecil dan

tergiur oleh teman persekutuannya yang main saham lewat computer. Temannya menawarkan dengan tidak perlu keluar keringat pergi

dari satu rumah ke rumah lain menawarkan computer, hanya duduk dimeja computer seharian orang bisa mendapat keuntungan sangat

besar. Dia mencoba berdoa dulu, untuk menanyakan pada Tuhan. Dia cerita, belum mendapat jawaban "boleh" secara

pasti.



Lalu dia main saham lewat computer dan keesokannya langsung rugi 100 juta rupiah. Dia kapok. Saya pikir

dibandingkan dengan mimpi yang saya alami, saya mendapat jawaban yang begitu pasti: 2 mimpi berturut turut.



Beberapa

lama kemudian, film "Passion of Christ" karya Mel Gibson diterbitkan, dan saya membaca berita dari webpage-nya bahwa Mel Gibson

terdorong untuk membuat film tersebut setelah menemukan teks doa "15 Doa yang diutarakan langsung oleh Yesus pada St.

Bridget".





D O A

By : Sarlen Julfree



Ada seungkap harap disana

Terwujud sebagai sebuah

kerinduan

Satu keinginan agar hidup menjadi lebih baik

Yang menari-nari dalam benak,

Terangkai sejak

lama...



Di pojok ruang, raga ini bersimpuh

Mengaku dalam sesal sederet salah

Tak terbilang rupa, tiada

terhitung salah

Memohon dengan memelas agar dilupakan

Hingga noda hilang dan hidup kembali

cerlang



Bait-bait kata terucap

Curahan hati mengalir lancar

Terpuruk jiwa ini luluh ke lantai

Tak

kuat menahan beban rasa bersalah

Sebuah derita kalbu



Sejenak lupakan alur kehidupan

Rendahkan hati dalam

pasrah

Menuturkan serentang keresahan

Menyampaikan segudang keinginan

Agar kelak mendapat

jawaban



Ketika semuanya usai,

Kelegaan menaungi

Percaya dan yakin menguatkan

Bahwa harapan itu

ada

Pada saat doa dipanjatkan

Menyerahkan segenap masalah

Kedalam tangan Tuhan



Jakarta, 15 Desember

2007

abang_juvee@yahoo.com



dilihat : 1787 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution