Minggu, 16 Desember 2018 13:38:16 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 149
Total pengunjung : 450979
Hits hari ini : 1132
Total hits : 4154317
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pergolakan bathinku.
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 05 Juni 2007 00:00:00
Pergolakan bathinku.
Bila aku melihat gadis-gadis belia atau wanita paruh baya, ada perasaan ingin lebih dekat bergaul dengan mereka. Diantara mereka malah ada yang mau dijadikan isteri kedua, padahal wanita itu mengetahui persis bahwa saya sudah punya isteri dan anak-anak yang berusia 3 dan 5 tahun. Isteriku sangat care sama anak-anakku, dia sangat teliti mengatur makanan, pakaian mereka, sehingga selalu kelihatan rapi dan harum. Aku termasuk laki-laki yang senang mencium aroma anak-anak, sekalipun mereka belum mandi.



Begitu telatennya isteriku merawat anak-anak, sampai dia lupa mengurus badannya sendiri. Badannya semakin kurus dan tidak menarik lagi dipandang mata. Perhatiannya terhadap diriku juga berkurang. Lama-kelamaan kehidupan demikian sangat membosankan bagi saya.



Suatu ketika, pada saat selesai makan-malam, saya menyarankan kepada isteriku, agar jangan lupa merawat tubuhnya biar tetap kelihatan segar dan sehat.



Ma, aku senang atas perhatianmu terhadap anak-anak kita, tapi jangan lupa merawat tubuhmu, sekalipun anak-anak sehat, tetapi mamanya sakit, sama saja nggak ada artinya bukan? Yang baik itu, anak-anak sehat, mama sehat dan aku juga sehat.Itu baru seimbang,kataku memberi penjelasan.



Emang papa, nggak suka melihat saya lagi? Papa beruntung punya isteri seperti saya,tdk pesolek, tidak menghabiskan uang buat merawat kecantikan. Aku lebih mengutamakan kebutuhan anak-anak daripada kecantikan, lagian kita kan sudah tua. Jawabannya membuatku tidak mau lagi memberikan saran kepadanya. Mungkin isteriku berpikir, kami sudah diberkati kok di gereja, jadi nggak kuatir lagi ada peceraian. Karena agamaku melarang perceraian.



Pada saat mengikuti pelatihan managemen di Jln.Menteng Raya (LPPM), saya bertemu dengan teman kuliah saya. Dia yang lebih dulu menyebut namaku. Hey..Radeza..ngapain kamu kemari? Aku berpaling dan kami saling berjabatan tangan. Dia sosok wanita yang charming. Wow..kesempatan pikirku, lalu kami pergi ke restoran makan bersama. Kami bercerita nostalgia saat-saat kuliah. Dia bercerita panjang lebar tentang pernikahannya, pokoknya curhat habis deh ke gw. Dari ceritanya, dia tidak bahagia dengan suaminya, karena suaminya tidak bisa berlaku seperti laki-laki normal lainnya. Tau nggak, Ra.., saya anggap suamiku cuma room-mate, bukan soul-mate. Aku malah ingin bercerai saja dengan dia. Bosen aku punya suami tinggi, gagah, tetapi useless. Dia tdk mampu memberi kebahagiaan bagi diriku.



Gw sih,sdh punya isteri, dan mampu memberinya 2 anak yang lucu-lucu, Kalo gw sih punya isteri kayak loe yang charming, gw pasti bahagia, sahutku menggodanya. Gayung bersambut, dia memberikan lampu hijau kepadaku agar kami TTM saja. Jujur saya katakan, aku ingin menikmati tubuhnya dan suara iblis yang ada dalam diriku mengatakan: "Ayo..Radeza.. manfaatkan kesempatan baik, apalagi isterimu gak menarik lagi".



Saat itu aku tdk mampu menahan gejolak sebagai laki-laki yang terus menggoda. Kamipun pergi berdua ke salah satu hotel. Aku benar2 takluk dihadapan wanita itu, dan kami melakukannya. Setelah kejadian itu, hatiku nggak tenteram. Wajah anak-anakku, satu persatu melintas dihadapanku. Aku merasa bersalah sdh menodai pernikahanku.



Malam itu, saya tiba dirumah jam 01.00 WIB. Kulihat wajah anak-anak yang tidur lelap. Kuperhatikan wajah isteriku yang kecapekan mengurus anak-anak. Aku berdoa dihadapan mereka, menangis dan mengaku salah dalam doaku. Maafkan aku ma, maafkan aku nak.. OH.. Tuhan Aku telah melanggar perintahmu.. Ampuni dosa perzinahan saya. Berikan saya kemampuan untuk tidak melakukan perselingkuhan lagi.



Hingga saat ini aku belum mengutarakan perbuatanku kepada isteriku. Apakah aku harus mengucapkannya? Aku takut, isteriku sakit dan tertekan batin. Sedangkan wanita itu masih terus berusaha menghubungiku, dan saya sdh katakan kepadanya, agar tdk mengganggu aku lagi. Tapi dia berkata, bahwa saya tdk perlu menikahinya, cukup TTM saja katanya. Aku bingung dan merasa berdosa.



Ini adalah keluhan seorang jemaat kepadaku, dan sekaligus warning bagi para isteri yang tdk mau merawat badannya, sehingga ada celah Iblis masuk ke dalam hati si Radeza.





Walsinur Silalahi



Note : Radeza adalah nama samaran dalam cerita ini, dan mohon maaf bila ada teman-teman yang namanya serupa.

dilihat : 508 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution