Kamis, 19 Juli 2018 18:49:32 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 189
Total pengunjung : 406877
Hits hari ini : 1035
Total hits : 3709243
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ny. Sondang Tampubolon br. Siringo Ringo : Melayani Para Janda
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 29 Januari 2007 00:00:00
Ny. Sondang Tampubolon br. Siringo Ringo : Melayani Para Janda
Ny. Sondang Tampubolon br. Siringo Ringo :



MELAYANI PARA JANDA



Pertama kali menerima mujizat dari Tuhan Yesus pada tahun 1985, saat usia ibu Sondang (Ny. Sondang Tampubolon br. Siringo Ringo) menginjak 42 tahun. Ketika itu ia diharuskan dokter untuk segera dioperasi karena adanya penyakit daging tumbuh di dalam perutnya. ”Tetapi saya tidak mau dioperasi. Saya hanya yakin, mujizat Tuhan masih terjadi hingga hari ini. Saya banyak berdoa, biar Tuhan Yesus sendiri yang mengoperasi saya,” jelasnya mengenang kejadian 21 tahun lalu itu.



Namun demikian, keluarga sebenarnya menginginkan supaya ia dioperasi. Berhubung tempat berobat di tempat tinggalnya di Kisaran dianggap kurang memadai, maka suatu hari ia bersiap-siap dibawa oleh keluarganya menuju rumah sakit yang lebih bagus di Medan. Kisaran adalah sebuah kota kecil di Sumatera Utara, sekitar 3,5 jam dari Medan. Mobil sudah disiapkan di depan rumah untuk membawanya menuju Medan. Namun, karena kasih Tuhan dan karena iman ibu Sondang, “Tuhan memakai seorang hamba Tuhan, Pdt. M. J. Sianipar dari GPDI Kisaran datang mendoakan saya. Tiba-tiba saya merasa ringan, lega, dan saya merasakan kesembuhan terjadi atas diri saya. Puji Tuhan, mujizat itu sungguh-sungguh terjadi dalam hidup saya!” Hal ini ia imani sesuai dengan Matius 9:22, 9:28-29.



Tak lama kemudian ia pun kembali check up ke RSU di Kisaran, sungguh ajaib, daging tumbuh yang tadinya ada di perutnya ternyata benar-benar telah hilang total! Sejak saat itulah ia berkomitmen untuk melayani Tuhan di sepanjang hidupnya.



Saat ini ibu Sondang aktif melayani di YPI (Yayasan Pekabaran Injil) Suara Kasih di Jl. Cokro 120, Kisaran, Sumatera Utara. Disana ia menjadi salah seorang penggerak yang mendukung pendiri yayasan, Ibu Anny Regar br. Siahaan dalam melayani para janda-janda dari berbagai tempat di Kisaran. Total ada sekitar 65 orang janda (termasuk dirinya sendiri) yang dilayani dan dibagi menjadi 4 tempat yaitu setiap Selasa dan Jumat di Kampung Siderejo dan Kampung Tempel. Sedangkan setiap Jumat pelayanan kebaktian diadakan di Kampung Mutiara dan Kampung Lalang.



Awal kisah didirikannya YPI Suara Kasih, ketika pada tahun 1997 Tuhan berbicara kepada ibu Sondang: ”Banyak janda di kampung ini, layanilah mereka.” Kemudian suatu hari di hari Jumat ia bertemu dengan ibu Anny Regar br. Siahaan yang saat itu masih bersuami. Ia menyarankan kepada ibu Anny untuk mendirikan yayasan untuk para janda, tetapi ibu Anny awalnya keberatan, apalagi ia menjawab, ”Sedangkan aku sendiri bukan janda.”

Memang Tuhan berkuasa melakukan segala sesuatu, pada hari Sabtunya (keesokan harinya), suami ibu Anny dipanggil Tuhan karena sakit sesak nafas yang dideritanya selama beberapa waktu. Tadinya mereka berpamitan untuk berangkat ke Medan untuk beristirahat, ternyata suaminya benar-benar beristirahat untuk selamanya.

Maka jadilah ibu Anny menjadi janda, dan kemudian mendirikan YPI Suara Kasih pada tahun 1997 untuk melayani para janda.



Saat ini pelayanan di YPI Suara Kasih, selain dari pendeta yang membawa Firman, baik ibu Sondang maupun ibu Anny juga dijadwalkan membawa Firman. Hanya mereka berdua pelayan Firman yang bukan pendeta, itu hanya karena kebaikan Tuhan. Usia janda di yayasan ini beragam, yang tertua ada yang 81 dan 82 tahun, yang paling tua 89 tahun. Rata-rata penghidupan mereka didapat dari belas kasihan keluarga terutama anak-anak para janda. Sedangkan sumbangan sembako diberikan oleh yayasan sekali setiap tahun, karena penyandang danapun tidak terlalu banyak.



Ada banyak janda yang sudah sakit-sakitan dan sebelum ikut YPI Suara Kasih, mereka tidak punya tujuan hidup dan tidak tahu kemana nanti kalau mati. Banyak yang akhirnya dicelikkan mata rohaninya oleh Tuhan Yesus sendiri sehingga mereka merasa bersyukur dan akhirnya tahu tujuannya ke surga. Setelah menerima Tuhan Yesus dalam kehidupannya, iman mereka mulai bertumbuh. ”Bahkan saking rindunya mendengar Firman, kadang mereka tidak sabar menunggu hari Selasa atau Jumat, saat pelayanan diadakan,” kata ibu Sondang.



Ibu yang lahir 1 April 1943 ini kemudian menceritakan sebuah kesaksian yang terjadi 5 bulan yang lalu. Ada seorang nenek dari agama seberang yang anaknya tiba-tiba jatuh sehingga matanya buta. Lalu ia ditanya, ”Opung Jelly, maukah kau anakmu ini didoakan supaya sembuh matanya?” ”Mau, asal anakku sembuh,” jawab nenek tersebut. Setelah didoakan, kuasa Tuhan bekerja dan anaknyapun sembuh. Merekapun langsung sujud menyembah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Sebentar lagi sang nenek dan anaknya akan dibaptis, meskipun mereka mendapat tekanan dari keluarga. Pada awalnya keluarga tidak terima kalau mereka sekarang Kristen, tetapi nenek tersebut tetap pada pendiriannya sambil memberi kesaksian bahwa anak perempuan satu-satunya telah disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Barulah keluarga merelakan.



Selain itu, ada juga anak seorang janda yang didoakan supaya mendapat jodoh, ternyata Tuhan mengirimkan jodoh meskipun usianya sudah 45 tahun. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1:37).



Ibu dari 5 anak bernama Rosta, Freddy, Lisbeth, Melda dan Dewi, yang juga nenek dari 4 cucu bernama Daud, Eli, Daniel dan Yemima ini bergereja di GPDI Philadelphia, Jl. Diponegoro, Kisaran, Sumatera Utara sebagai tim pendoa. Secara rutin ia setiap hari bersaat teduh pagi maupun malam hari. Menurutnya, doa sangat penting bagi seorang pelayan Tuhan. (kiriman tetty siringo ringo)

dilihat : 759 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution