Selasa, 18 Desember 2018 15:46:51 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 269
Total pengunjung : 451700
Hits hari ini : 1333
Total hits : 4159397
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kesaksian Koesminto Tjahjono, Mantan Penjudi & Pecandu Narkoba Dipulihkan Tuhan
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 04 Desember 2005 00:00:00
Kesaksian Koesminto Tjahjono, Mantan Penjudi & Pecandu Narkoba Dipulihkan Tuhan
Beruntung, usaha haramnya itu tidak sampai tercium polisi. Namun, rasa takut dan paranoid selalu menghantui kehidupannya. Hingga suatu ketika, Tuhan memulihkan hidupnya melalui pelayanan Ev. Indri Gautama. Bagaimana kisah selengkapnya?



******************



Dulunya, Amen kecil adalah anak baik-baik. Suka pergi ke Sekolah Minggu, walau saat itu hanya sebatas kristen-kristenan saja. Kehidupan yang normal dan tidak nakal dijalaninya sampai menginjak remaja. Sampai duduk di bangku kuliah pun, ia tidak terpengaruh pergaulan teman-temannya yang rata-rata nakal. Sayangnya, pendidikan bangku kuliah tidak sempat diselesaikannya. Lantaran, lamaran pekerjaan yang ia kirimkan ke perusahaan keramik ditanggapi. Amen pun drop out dan memutuskan untuk berkarir di perusahaan keramik tersebut.



Kenekadan Amen membuahkan hasil. Karirnya pun berkembang pesat sehingga ia diberikan jabatan supervisor dengan gaji yang cukup tinggi. Sehingga, Amen pun memberanikan diri untuk melamar gadis yang ia cintai, karena ia merasa akan mampu menghidupi keluarganya kelak. Tak hanya itu, dari hasil gajinya di perusahaan keramik tersebut, Amen juga bisa berwiraswasta dengan membuka usaha salon dan audio mobil pada tahun 1981. Tapi usahanya itu ia serahkan kepada temannya untuk dikelola.



Tapi, disaat Amen di puncak karir, ia pun mulai berani bertingkah. “Padahal waktu masih sekolah dan di bangku kuliah pun, aku boleh dibilang anak baik-baik. Tidak nakal, tidak merokok, drugs, judi ataupun, maaf, main perempuan,” jujurnya.



Awal Kejatuhan



Dan kenakalan Amen dimulai ketika pertengahan 1992, saat marak judi bola Piala Eropa, Amen pun terlibat. Awalnya sih kecil-kecilan, tapi lama-kelamaan meningkat sampai jumlah puluhan juta rupiah. Apalagi, saat mama dan sang istri tercinta pergi ke luar negeri untuk menghadiri wisuda adiknya. “Kembali ke Indonesia, betapa terkejutnya mereka mengetahui keuangan keluargaku kok tinggal sedikit,” ujarnya.



Di situasi kalut yang seperti ini, Amen pun mulai berani memakai obat-obatan terlarang. Karena pengaruh pergaulan yang saat itu sudah tidak benar, apalagi banyak diantara teman-temannya yang adalah pemakai obat-obatan terlarang. “Awalnya, aku sering ditawari dan diberi oleh mereka. Aku terima sih tapi tidak kupakai, malahan kubuang lagi ketika aku pergi ke toilet atau saat perjalanan pulang ke rumah,” cerita

Amen perihal awal kehancuran hidupnya. Namun, cara ini ternyata tidak membuahkan hasil. Malahan, kehidupan keuangan keluarga, dan karirnya semakin hancur saja.



“Ketika aku mulai merasa tidak bisa konsens lagi ke kerjaan, aku mengajukan surat pengunduran diri. Karena aku sadar, meski aku teruskan karirku di perusahaan ini, aku tidak akan berkembang lagi. Otakku sudah penuh dengan permasalahan keluarga, keuangan dan keterlibatanku dengan obat-obatan terlarang,” tutur Amen mengingat masa lalunya itu. Tak hanya itu, uang keuntungan dari usaha salon dan audio mobil miliknya pun akhirnya dibawa kabur oleh teman yang ia suruh untuk mengelolanya. “Jadi, semakin hancur saja kehidupan dan keuanganku,” kenang Amen.



Di saat kehidupan dan perekonomian Amen hancur, ia pun terpaksa menjadi pengedar obat-obatan terlarang. Karena dengan cara ini, ia bisa dapat uang untuk bertahan hidup sekaligus tetap menjadi pemakai. Puncaknya, Amen sempat mengalami paranoid. Jadi, segala apa yang ia lihat di depannya, semua nampak seperti banyak binatang kelabang. Sampai-sampai, seluruh lantai keramik yang ada di rumahnya ia lepasi semua. Tak hanya itu, ia pun takut kalau-kalau nasibnya akan saama seperti teman-temannya. Karena banyak diantara mereka yang sudah ditangkap polisi, ada yang gila bahkan tak sedikit diantara mereka sampai menemui ajalnya.



Proses Pemulihan



Hingga suatu ketika, Amen pun punya keinginan untuk berdoa. Dalam doanya, Amen memohon kepada Tuhan agar ia bisa tidur nyenyak pada malam hari, dimana dirinya waktu itu sedang mengalami paranoid berat. Ajaibnya, untuk kali pertama Amen bisa tidur dengan pulas.



Tidak hanya itu. Sepertinya Tuhan membuka jalan untuk Amen. Ia dipertemukan dengan Ev Indri Gautama dalam suatu Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Probolinggo awal Januari 2000. Melalui Ev Indri Gautama, Amen mengalami pemulihan hidup, tanpa rehabilitasi di tempat pemulihan narkoba ataupun melalui cara detoks. “Karena dulunya, aku pernah bernazar dengan Tuhan, jika aku bisa bertemu dengan Bu Indri, saya akan berhenti berbuat dosa lagi,” kata Amen mengingat nazarnya. Pasalnya, ia pernah mendengar kesaksian Ev Indri melalui kaset yang dipinjami oleh saudaranya. “Kalau Bu Indri bisa dijamah dan dipulihkan Tuhan, kenapa aku tidak bisa?” tekad Amen saat itu.



Tapi pemulihan Amen tidak seketika, karena setelah berkali-kali berusaha menemui Ev Indri untuk sharing dan minta bantuan doa selalu ada saja hambatannya. Tapi Amen tetap berusaha dan berusaha. Hingga suatu ketika, Amen dijamah Tuhan melalui KKR hambaNya, Ev Indri Gautama di KKR Persekutuan Doa (PD) Karmel Surabaya, awal Januari 2000. “Saat altar call, saya menangis sejadi-jadinya. Mengetahui hal ini, tiba-tiba Bu Indri maju ke arah saya sambil berkata, “Puji Tuhan! Ada jiwa baru!” Singkat cerita, atas bimbingan Tuhan melalui Ev Indri Gautama, Amen pun mengalami pemulihan hidup. Narkoba dan kehidupan penuh dosa pun ia tinggalkan.



Puncaknya, Amen memberanikan diri untuk membakar koleksi piringan laser disk berisikan lagu-lagu house music miliknya sebanyak 2500 keping. “Padahal kalau saya mau, saya bisa menjualnya dan hasilnya bisa saya pakai modal usaha. Tapi kata Bu Indri, barang-barang itu merupakan barang kutukan dan harus saya bakar kalau saya benar-benar ingin bertobat!” kata Amen mengulang nasehat Ev Indri Gautama.



Setelah benar-benar bertobat, Tuhan tidak hanya memulihkan hidupnya, namun perekonomian Amen pun dipulihkan juga. Perusahaan keramik, tempat dimana dulunya ia bekerja memanggil Amen kembali dan menawarinya pekerjaan. Tidak tanggung-tanggung, setelah menunjukkan prestasi, dalam waktu singkat Amen pun diberi jabatan sales manager untuk wilayah Indonesia bagian Barat. Tapi. Iblis sepertinya tidak suka bila ada manusia yang bertobat.



Semakin Dekat dengan Tuhan



Juli 2002, Amen tiba-tiba mengalami penyakit gejala stroke. Tentu saja, penyakit ini mengganggu aktifitas pekerjaannya. Untungnya Amen termasuk orang yang tahu diri. Setelah berdoa dan minta petunjuk dari Tuhan, awal Januari 2003, lagi-lagi Amen mengundurkan diri dari pekerjaanya itu.



Walau begitu, Tuhan tetap mempedulikan Amen. Sekeluar ia dari pekerjaannya, tiba-tiba Amen ditawari pekerjaan oleh bos perusahaan keramik lain, tentunya dengan gaji yang lebih tinggi. Tapi Amen tidak enak hati kalau-kalau bos lamanya mengetahui hal ini. Setelah minta petunjuk dari Tuhan, akhirnya Amen mengambil keputusan untuk menerima tawaran itu, tapi dengan catatan, ia mau berwiraswasta sendiri. Bos yang baru pun setuju dengan keputusan Amen itu. Dan sampai kini, Amen pun berwiraswasta menjadi distributor tunggal produk keramik tersebut untuk Pulau Bali.



Tidak hanya itu, Tuhan pun telah menyembuhkan gejala stroke yang pernah ia derita sejak Juli 2002. “Setelah 3 bulan berada di Bali, penyakit itu semakin parah saja. Tapi setelah saya mengetahui Firman Tuhan di Yohanes 11:4, saya terus confess dan imani ayat itu. Puji Tuhan! Sampai saat ini, saya sudah sembuh dari gejala stroke tanpa melalui obat-obatan juga,” kata Amen dengan nada bersyukur. Dan kini, setiap harinya Amen tak lupa berdoa dan selalu membaca Alkitab tiga kali dalam sehari. “Karena dengan berdoa dan membaca Firman Tuhan, saya selalu diberi kekuatan dan penghiburan,” tegas Amen yang membunyai banyak ayat emas, diantaranya dalam Amsal 28:13, Yohanes 11:4 dan juga Daniel 3:17-18 ini. (DLR/Foto: DLR)

dilihat : 1193 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution