Minggu, 16 Desember 2018 02:00:18 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 31
Total pengunjung : 450856
Hits hari ini : 109
Total hits : 4153294
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pdt. Ronny Daud Simeon: “Pentingnya Peran ‘Bapak Rohani’ di Masa Remaja”
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 24 November 2005 00:00:00
Pdt. Ronny Daud Simeon. Bagi banyak orang, khususnya kaum muda-remaja Kristen, nama ini sudah tak asing lagi di telinga. Namun siapa yang mengira, hamba Tuhan yang kini berpindah ‘ladang pelayanan’ di kota Malang ini mempunyai masa lalu yang kelam. Dimana masa remaja, ia lalui dengan kehidupan yang buruk akibat kesalahan memandang identitas diri. Bagaimana kisah selengkapnya? Ikuti dalam gaya bertutur:



Menurut saya, masa remaja adalah fase paling kuat buat seseorang mencari dan menemukan identitasnya. Dan ini merupakan masa yang sangat rawan, dimana kalau kita salah tentang identitas, maka itu akan membuat sepanjang usia berikutnya, adalah banyak hal yang belum bisa saya lakukan karena kesalahan memandang identitas. Tetapi, justru kalau seseorang bisa menemukan identitas yang kuat apabila orang tersebut menemukan Yesus di dalam hidupnya.



Jadi, masa remaja akan menjadi masa yang luar biasa apabila seseorang berjumpa dengan Yesus di dalam kehidupannya dan perjumpaannya dengan Yesus itu akan membuat dia menemukan identitasnya. Karena kalau orang sudah menemukan identitasnya, dia akan mengerti bagaimana destiny-nya, bagaimana masa depannya, bagaimana kehidupan selanjutnya. Dan tentunya, kalau dia sudah berjumpa dengan Yesus, maka semangat hidupnya yang takut akan Tuhan itu akan terbawa dalam kehidupannya serta akan termotivasi terus sampai dia dewasa.



Sedangkan kehidupan saya di masa remaja, saya adalah tipe orang yang tidak bisa diam, periang dan suka bergerak. Dan masa remaja, saya lalui penuh dengan pencarian identitas, karena waktu itu saya belum bisa menemukan identitas saya. Hidup saya tidak sungguh-sungguh bertobat kepada Tuhan. Akibatnya, untuk menemukan identitas, saya berusaha untuk banyak pacaran serta gonta-ganti cewek. Meskipun saya pendek, saya termasuk ‘laku’ juga.



Tak hanya itu, saya juga pernah terlibat dengan rokok, alkohol dan pergaulan yang tidak benar. Dan pada akhirnya saya berjumpa dengan Kristus lewat dua kali peristiwa. 1981, waktu itu saya sakit typus, pulang dari RS, saya membaca buku karangan Watchman Nee yang saat itu saya beli dengan harga Rp. 150, judulnya “Orang jahat masuk sorga, orang baik masuk neraka”. Saya tertarik dengan buku tersebut, karena saya merasa diri saya jahat.



Dalam buku itu, Yesus diumpamakan atau diilustrasikan, Yesus kedatangan salah satu ahli Taurat./orang Farisi, dan satunya Pemungut Cukai. Yang satu menganggap dirinya benar dan yang Pemungut Cukai tidak berani menghadap Tuhan dan merasa diri berdosa. Tapi Yesus malah menganggap orang yang berdosa dan yang menganggap dirinya tidak layak. Akhirnya, setelah membaca buku itu dan tanpa dipandu oleh siapapun, saya pribadi menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.



Tapi sesudah itu, kesalahan saya, saya tidak bergabung dengan gereja-Nya yang ‘hidup’ dan dengan teman-teman yang takut akan Tuhan, sehingga saya kembali terjerumus dalam kehidupan anak-anak muda yang nakal. Tapi puji nama Tuhan, Tuhan itu penuh kasih setia dan rahmad, saya ditarik kembali pada 1987 sekaligus penuh Roh Kudus. Dan sejak saat itu, saya mengambil keputusan untuk sungguh-sungguh bertobat dan saya tinggalkan segala sesuatunya sampai hari ini.



Sempat Dibimbing Victor Daud Franktimella



Melalui perkenalan saya dengan seorang Hamba Tuhan yang bernama Victor Daud Franktimella, dan dia menjadi pembimbing rohani saya pertama ketika saya bertobat sungguh-sungguh dan dipenuhi Roh Kudus. Dan dialah yang melatih saya untuk masuk dalam dunia pelayanan. Sesudah itu, Pak Victor berangkat ke negeri Belanda. Lalu saya melayani bersama dengan Pak Timotius Arifin, hingga saat ini.



Jadi, saya tegaskan disini, setelah seseorang mengalami ‘lahir baru’ dan bertobat, harus disertai dengan tindakan pemeliharaan iman supaya bisa bertumbuh lebih pesat. Dengan jalan yang pertama, harus menemukan teman-teman yang seiman, saling mendukung serta kuat kerohaniaannya. Yang kedua, harus ‘terhisap’ dalam tubuh Kristus atau berkomitmen di salah satu gereja dan mulai melibatkan diri di dalam pelayanan. Dan itu penting sekali.



Tapi sayangnya, banyak yang tidak seperti itu? Untuk itu, saya tidak setuju, karena melihat dari pengalaman diri saya, ketika itu saya mudah sekali jatuh kembali ke dalam dosa dan kekuatan pengaruh dunia ini sangat kuat sekali. Jadi, penting sekali seorang remaja menemukan bapak rohani dalam kehidupannya.



Dan sebagai penutup, saya mau menekankan bahwa penting sekali untuk menemukan identitas dalam masa remaja, karena hal itu akan membawa kita untuk berjalan dalam menemukan visi yang jelas, masa depan yang cerah dan menemukan kepribadian yang mantap, apabila kita sudah menemukan identitas kita yang jelas. (DLR/Foto: DLR)

dilihat : 747 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution