Rabu, 18 Juli 2018 13:40:56 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 137
Total pengunjung : 406531
Hits hari ini : 924
Total hits : 3706005
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kisah Mantan Waria yang Kini Jadi Penginjil
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 04 November 2005 00:00:00
Kisah Mantan Waria yang Kini Jadi Penginjil
Nama saya Lukas Pohan Hendra, panggilan saya Hendra. Usia saya sekarang 29 tahun. Awalnya papa saya sangat malu mempunyai anak dengan kondisi fisik seperti saya ini. Papa menyesali keadan diri saya yang cacat sejak lahir. Dibandingkan dengan kedua kakak, saya tidak mendapat perlakuan yang sama seperti mereka. Saya tidak pernah mengenyam bangku sekolah, cuma les privat di rumah.



Di rumah, saya hanya mendapatkan kasih sayang mama bersama seorang pembantu perempuan. Ketika masih kecil, kata-kata kutukan sering terlontar dari papa kepada saya. Pada acara keluarga apapun, saya tidak pernah diikut sertakan.



Masa kecil yang pahit



Akibat perlakukan papa seperti itu, pernah saya menangis ke mama. Saya bertanya mengapa papa kok jahat. Apakah saya ini bukan anaknya? Kalau benar bukan anaknya, lebih baik sejak kecil saya diracun saja supaya mati. Tetapi mama selalu menguatkan saya, “Kamu jangan masukkan ke dalam hati, papa kamu itu sebenarnya sayang sama kamu!”



Ketika kakak saya menikah, papa saya berpesan, “Kamu jangan sampai bersuara atau keluar dari kamar. Jangan sampai ketahuan dari pihak keluarga perempuan. Kalau sampai kamu keluar, berarti kamu minta dikasihani. Kamu seperti orang yang meminta-minta!” Kata-kata papa itu sangat menusuk perasaan saya.



Saat itu juga saya ingin mengakhiri hidup. Saya sendirian di kamar, dikunci dari luar. Saya minum obat-obatan yang tidak saya tahu ternyata jumlahnya banyak. Saya overdosis dan kemudian pingsan. Saya jatuh ke tanah dengan mulut berbusa tanpa seorang pun tahu.



Karena kehilangan figur seorang papa, saya juga kehilangan figur seorang laki-laki. Saya kehilangan perihal kepriaan yang seharusnya ditanamkan sejak kecil. Saat berumur sekitar 12 tahun, saya ingin bebas. Akhirnya saya terjerumus dalam pergaulan yang buruk. Saya diterima di suatu lingkungan hanya jika saya menjadi seorang waria.



Saya mulai hidup dari ‘menjual’ diri di pingir jalan dan mulai pakai narkoba. Saya sering overdosis, keluar-masuk rumah sakit tanpa satu pun keluarga saya yang tahu. Saya menjadi germo yang menjual teman-teman perempuan kepada laki-laki hidung belang dan juga narkoba. Hidup saya semakin tidak benar.







Suara Tuhan Menjamah Hidup Hendra



Saya tidak kuat lagi, sampai akhirnya putus asa. Pada saat itu juga saya kembali ingin mengakhiri hidup saya. “Tuhan! Aku sudah tidak sanggup hidup seperti ini. Mengapa aku harus hidup di dunia ini? Semua orang membenci aku. Apalagi keluargaku, mereka semua menganggapku seperti sampah. Ambil nyawaku saat ini juga, Aku ingin mati! Ubahkan aku menjadi pria sejati. Aku tidak sanggup Tuhan jika harus menjadi seperti ini terus! Aku tidak sanggup menjadi pria sejati jika dalam keadaan seperti ini.”



Saya seperti mendengar sesuatu pada saat itu, “Aku menciptakan kamu seperti rupa dan gambarKu, bukan seperti model kamu ini. Aku melihat hari-harimu penuh dengan kejahatan. Kamu sudah serupa dengan dunia ini.”



Awalnya saya tidak percaya itu suara Tuhan, saya berontak. Namun suara itu terus terdengar berulang-kali di telinga saya. Sampai akhirnya saya mengambil keputusan untuk pergi ke salon. Saya memotong rambut saya. Di depan cermin saya menemukan kemuliaan Allah yang sungguh luar biasa. Saya sangat takjub begitu melihat terang di wajah saya.



Saya bilang, “Mengapa engkau sungguh baik Tuhan Yesus? Semua orang mengaggap saya sampah, terutama keluarga saya namun Engkau menjadikan saya sungguh berharga saat ini.” Pada saat itu juga secara tidak langsung, kepahitan yang ada dalam diri saya kepada semua orang yang menyakiti saya itu hilang dalam sekejab. Tiba-tiba yang timbul hanya damai sejahtera daripada Allah saja.



Pada akhirnya Hendra memutuskan untuk mengampuni papanya dan berdamai dengan kedua orangtuanya tersebut. “Saya merasakan sukacita dan damai. Akhirnya saya mulai kembali ke gereja dan pergi ke persekutuan. Saya mulai mengalami pelepasan dan terus menggumuli hawa nafsu saya.”



Hendra Terus Bergumul



Walaupun sudah berubah secara fisik pada saat itu namun perasaan saya masih seperti seorang wanita. Saya masih bisa mencintai seorang pria. Saya menagis di hadapan Tuhan. Saya berdoa, “Tuhan Yesus kalau Engkau mau memulihkan saya jangan setengah-setengah seperti ini. Secara fisik saya sudah berubah namun perasaan saya masih seperti seorang perempuan, Tuhan. Tolong Tuhan ubah saya!“ Secara bertahap akhirnya Tuhan menolong. Saya bisa menghilangkan perasaan ini yang menyukai sesama jenis.



Hendra sekarang bukan lagi Sandra. Hendra sekarang adalah seorang pria sejati yang mampu mencintai seorang wanita. Bahkan ia saat ini menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan.



Kalau saya bisa dipulihkan dari seorang waria menjadi seorang pria sejati, Tuhan juga telah mengubahkan keluarga saya yang mengenal Tuhan, kini melayani Tuhan begitu luar biasa. Sungguh Tuhan Yesus memang dahsyat dan sungguh ajaib. (DLR)



dilihat : 1411 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution