Rabu, 18 Juli 2018 15:29:22 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 163
Total pengunjung : 406557
Hits hari ini : 1185
Total hits : 3706266
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Denny Saba : Lahir Baru Berkat Doa Mama
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 02 November 2005 00:00:00
Denny Saba : Lahir Baru Berkat Doa Mama
Yap, cowok yang satu ini memang punya performance serta ciri vokal yang khas dibanding rekan-rekan lainnya. Namun sayang, setelah ME Voice bubar, nama Denny Saba mulai tenggelam. Tapi, awal 2003 lalu, kiprah pemilik nama lengkap Daniel Adriand Saba ini kembali diperhitungkan melalui duo voices bernama Denny dan Didan.



Tapi, mungkin diantara kamu banyak yang tidak tahu kalau masa remaja Denny pernah diliputi rasa kecewa dan kepahitan. Diceritakannya, seperti laiknya remaja menjelang dewasa, Denny memang lebih senang kumpul sama teman-teman ketimbang tinggal di rumah. “Bagiku, rumah bukanlah tempat yang dapat memberi ketenangan serta kebahagiaan,” ucap Denny mengenang masa remajanya.



Oleh karena tidak menemukan sebuah keharmonisan serta kasih sayang yang seharusnya ada dalam setiap keluarga, akibatnya dalam keluarga itu sering terjadi pertengkaran plus ‘perang dingin’. Jadinya, hubungan antara ayah dan anak, kakak dan adik jadi tidak akur. Sebagai pelarian, bersama dengan teman-teman yang kebetulan juga memiliki kepahitan dalam keluarga, Denny serasa menemukan kembali dunianya yang terhilang. Perhatian dari peer group itu seakan bisa mengobati kerinduan hatinya akan kasih sayang yang selama ini tidak ia dapatkan dari ortunya. Rasa kecewa yang dibawanya dari rumah dilampiaskan dalam tindakan nakal khas anak muda, mulai dari merokok, nenggak minuman keras hingga berantem ama teman.



Meski bergaul dengan anak-anak yang ngelakuin hampir semua kenakalan remaja, Denny relatif masih bisa bertahan. Di saat teman-temannya kecanduan bubuk narkoba, tidak demikian halnya dengan Denny. Alasannya sederhana saja, “Dari kecil aku udah terbiasa minum obat. Karena, aku sering sakit-sakitan pas waktu kecil,” ujarnya mengenang masa kecilnya itu. Rupanya, rasa pahit yang ditimbulkan obat ketika menyentuh lidah itu membuatnya trauma. Itu yang menyebabkan dia tidak mau lagi mencicipi obat-obatan, termasuk narkoba.



Sayangnya, apa yang Denny lakuin pada waktu itu, dianggapnya sebagai hal yang wajar-wajar saja. Toh, teman-teman lain pun melakukan hal yang sama. Bahkan ada sedikit kesombongan dalam dirinya, karena ia bisa bertahan meski berada diantara teman-teman yang nge-drug. Setelah bertobat, dia baru menyadari bahwa semuanya itu tidak luput dari campur tangan Tuhan semata.



Pertobatan Denny



Bicara mengenai pertobatan, arah menuju reborn itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perjalanan panjang itu dimulai dengan sebuah langkah kecil yang sederhana, tapi dampaknya luar biasa, yaitu melalui doa yang dipanjatkan seorang ibu yang sangat mengasihi Tuhan dan keluarganya.



Sejak kecil, Denny melihat mamanya rajin berdoa dan mbaca Alkitab. Sejak kecil pula, anak ketiga dari enam bersaudara ini selalu mendengar nasihat sang mama betapa pentingnya lahir baru. Namun, sayang sekali perkataan itu hanya didengarnya sambil lalu saja. Daya tarik kehidupan dunia remaja yang cenderung mementingkan kebahagiaan duniawi sesaat itu jauh lebih kuat. Di tengah-tengah kehidupan yang seperti itulah, Denny bisa merasakan betapa doa sang mama memberi kekuatan yang sangat luar biasa.



Dalam keadaan apa pun, Tuhan selalu menjaganya sehingga dia tidak dibiarkan jatuh tergeletak. Begitu juga ketika memasuki dunia artis yang identik ama dugem (dunia gemerlap) serta rentan akan godaan dosa, Denny cenderung tidak terseret arus. Selain memberi kekuatan pada Denny, doa sang mama juga memulihkan kembali keharmonisan yang sempat menghilang di keluarganya. Denny merasa Tuhan telah menggenapi janji-Nya bahwa ketika satu orang percaya maka seluruh rumah diselamatkan. Dan, itu diawali dengan pemulihan Denny.



Tak hanya doa mama, pertobatan Denny juga berkat seorang hamba Tuhan bernama Farahwati Salamu. Farahwati merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kerohanian Denny. Kepada Farahlah, Denny biasa berbagi hidup yang kemudian memberinya kesadaran bahwa semua yang telah terjadi dalam hidupnya selama ini hanyalah kasih karunia serta berkat Tuhan semata. Termasuk ketika ia memasuki dunia tarik suara bersama ME Voice.



Kesadaran itulah yang menimbulkan keinginannya untuk bertobat. Denny mulai tertarik melayani Tuhan dengan talenta suaranya yang merdu itu. Hingga suatu hari, bersama beberapa teman dari Bandung ia diundang pelayanan ke Salatiga. Di kota berhawa sejuk itu ia bertemu dengan seorang hamba Tuhan bernama Samuel Saputra. Mereka lalu berdiskusi tentang banyak hal, termasuk pertobatan serta babtisan. Di tempat itu pula Denny menyatakan diri bertobat dan nerima baptisan.



Sejak itu ia merasa hidupnya diubahkan serta dipulihkan Tuhan yang kemudian merembet juga pada saudara-saudaranya. Mulai dari Carlo (salah satu personil Kahitna), Rico, Martin, Ivan (R42) hingga sang papa akhirnya dipulihkan. Keharmonisan yang sempat lenyap perlahan-lahan kembali ke rumah itu. Tak berhenti disitu, keluarga yang semuanya diberi talenta bersuara merdu itu juga memiliki kerinduan untuk sama-sama melayani Tuhan. Kini, suara Saba Brother’s banyak terdengar di berbagai perhelatan rohani. Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, mereka dapat melayani Tuhan bareng-bareng.



Pelayanan Yes, Sekuler Ok!



Usai mengalami pemulihan dan lahir baru, Denny sempat berpikir untuk meninggalkan panggung hiburan sekuler yang telah membesarkan namanya itu supaya bisa fulltimer melayani Tuhan. Namun setelah banyak share dengan para hamba Tuhan, pikirannya menjadi dibukakan bahwa melayani Tuhan tidak harus ninggalin dunia sekuler dan jadi fulltimer.



Mereka meyakinkan Denny, bahwa dimana pun ia berada, ia bisa melayani Tuhan. Kalau emang Tuhan telah menempatkannya di dunia sekuler, itu berarti ia bisa menjadi garam serta terang ditengah-tengah pergaulannya. Di sana ia bisa melayani Tuhan, berbagi hidup dengan banyak orang sehingga ia dapat menjadi berkat serta teladan bagi sekelilingnya.



Usai menjalani keduanya secara bersama-sama, Denny sangat merasakan perbedaannya. Saat mempersembahkan suara untuk kemuliaan Tuhan, Denny merasakan suatu sukacita kedamaian yang luar biasa. Setiap kali pelayanan, dia ngerasa banyak dapat berkat, bahkan hatinya pun diliputi dengan damai sejahtera. Hal itu jelas tidak didapatkannya saat ia menyanyi di acara sekuler yang secara materi jelas lebih menggiurkan. “But, bantu dalam doa juga agar sama bisa merilis album rohani juga,” pintanya sambil berpamitan. (DLR)

dilihat : 1955 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution