Rabu, 19 Desember 2018 03:34:41 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 113
Total pengunjung : 451882
Hits hari ini : 765
Total hits : 4161273
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Dibebaskan Dari Kuasa Perdukunan
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 12 Agustus 2005 00:00:00
Dibebaskan Dari Kuasa Perdukunan

Namaku Teresya Maritza Leiwakabessy biasa dipanggil Etha, secara manusia aku tidak habis pikir kenapa sekarang aku menjadi mahasiswa program Pasca Sarjana jurusan Konseling Institut Injil Indonesia (I-3). Padahal dalam hidupku, hingga aku lulus kuliah di jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung, tak terlintas sedikitpun untuk menyentuh sekolah teologi. Bahkan, nama I-3 dan kota Batu baru aku dengar ketika Tuhan telah pulihkan aku dari pengaruh kuasa perdukunan yang sangat membelenggu aku.



Bagiku kini, kesempatan untuk dapat menempuh pendidikan di sebuah institusi Teologi, khususnya jurusan pastoral konseling merupakan sesuatu yang sangat luar biasa, sebab secara manusia aku tidak mungkin mengalaminya, termasuk mengisi ruang kesaksian di situs Pustaka lewi ini. Mungkin orang memandang aku naïf dengan semua yang aku lakukan, termasuk teman-teman kuliahku but, inilah panggilan Tuhan, dibawah Kuasa Kedaulatan-Nya (Sovereignty of God) kini aku dibentukNya dengan lebih intensif untuk suatu pelayanan yang hingga saat ini aku belum tahu, yang jelas aku menjalani saja proses Tuhan ini.



Panggilan Tuhan terhadap diriku untuk menempuh proses pembentukan di kota sejuk nan tenang ini diawali setelah aku mengalami peristiwa yang cukup mengerikan di dalam hidupku. Masih segar di ingatanku, peristiwa itu terjadi pada tanggal 19 Nopember 2004 yang lalu. Peristiwanya terjadi pada waktu menjelang larut malam, dimana pada saat orang terlelap tidur, mataku tak dapat aku pejamkan, rasa gelisah menyelimutiku, aku begitu takut dan terganggu dengan suara-suara yang terdengar keras di telingaku. Suara yang aku dengar itu merupakan suara yang kita semua tentu sudah sering mendengarnya, karena itu merupakan suara lantunan irama religi dari kepercayaan tertentu, aku begitu takut dan ngeri sampai aku tutup telingaku rapat-rapat, bahkan karena tidak kuat, akhirnya akupun berteriak sekuat-kuatnya untuk minta tolong.



Mendengar teriakanku, dengan serta merta orang satu rumah berlari mendekati aku dan nenekku yang kebetulan ada di Jakarta langsung aku minta untuk melantunkan lagu-lagu rohani sekeras-kerasnya di telingaku untuk menutup suara yang membuatku ngeri itu. Tak lama kemudian suara itu berangsur-angsur hilang dan seiring dengan dilantunkannya pujian bagi Tuhan tersebut Sejalan dengan itu, akupun menangis dan berusaha berdoa memohon ampun kepada Tuhan Yesus, aku sendiri tidak tahu mengapa aku begitu ketakutan dan merasa sangat berdosa dihadapan Tuhan dan akhirnya akupun tertidur.



Pada pagi harinya, aku merasa kosong dan hampa. Aku merasa diriku seperti orang linglung yang tidak tahu apa yang harus aku perbuat. Di saat itu aku berdoa dan memohon kepada Tuhan Yesus, “Tuhan tolong aku kenapa aku seperti ini, ampuni aku Tuhan Yesus, tolong aku, teriakku dalam doa. Ketika aku berdoa aku merasakan ketenangan yang luar biasa. Nah, pada saat itulah aku meminta bantuan kepada ibuku untuk mencarikan pendeta agar aku dilayani pelepasan. Lalu ibukupun mengajakku kepada seorang hamba Tuhan untuk menerima pelepasan. Hal tersebut dilakukan karena ada suatu keyakinan bahwa selama ini aku dikendalikan oleh suatu kekuatan yang tidak aku sadari.



Keyakinan tersebut ternyata benar, sebab melalui hamba Tuhan tersebut, Tuhan nyatakan bahwa aku selama ini dikuasai oleh kekuatan yang memampukan aku untuk mengetahui sesuatu yang akan menimpa orang lain terutama yang dekat dengan aku. Puji Tuhan ! ternyata Tuhan mengasihi aku, sebab jika hal ini dibiarkan terus menerus dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama mungkin 6 tahun aku akan menjadi seorang dukun wanita (paranormal red) yang sangat hebat sebab aku dapat mengetahui apa yang akan terjadi dan dialami oleh seseorang sehingga banyak orang akan melihat aku sebagai seorang peramal yang ulung, sebagaimana teman-teman dan orang dekatku menilai aku saat ini. Kalau hal itu dibiarkan terjadi aku akan dipakai iblis untuk membawa banyak orang menuju neraka dan menjadi pengikut iblis.



Keanehan pada diriku sebenarnya aku alami sejak kecil. Seringkali aku memimpikan sesuatu yang akan terjadi. Selain itu ketika aku berjumpa dengan seseorang, seringkali ada suara yang berbisik di telingaku dengan mengatakan apa yang akan terjadi pada orang tersebut. Melalui beberapa peristiwa apa yang aku mimpikan, saksikan dan dengarkan ternyata menjadi kenyataan. Seringkali aku mengingatkan seseorang untuk tidak melakukan sesuatu karena aku tahu melalui suara ataupun mimpi bahwa ia akan mengalami sesuatu ketika melakukan hal itu. Ketika peringatanku tidak dihiraukan, ternyata dia mengalami sesuatu yang kurang baik seperti apa yang sudah aku katakan, misalnya saja kecelakaan. Semenjak itu teman-temanku selalu berusaha menghubungi dan menelepon aku untuk menanyakan tentang sesuatu yang akan terjadi dalam kehidupan mereka.



Setelah aku didoakan dan mengikuti pelepasan, sedikit demi sedikit suara yang aku dengar mulai jarang dan berganti dengan puji-pujian bagi kemuliaan Tuhan yang aku nyanyikan. Saat itulah hatiku merasa tentram. Disaat aku berdoa itulah aku mendapatkan bisikan tentang sebuah kota “Batu”bunyi bisikan itu. Akupun bingung aku tidak pernah mengenal nama itu yang aku dengar tentangnya hanyalah apel yang seringkali aku makan ketika temanku atau saudaraku membawanya dari batu, tapi bukan apel batu yang aku sering dengar tetapi apel malang. Akupun bertanya-tanya apa maksud Tuhan dibalik semua itu



Lewat proses Tuhan yang mempersiapkan aku dengan beberapa hal berkenaan dengan pendewasaan rohani dan imanku akhirnya lewat suatu moment yang menurut manusia suatu kebetulan (tapi aku tidak percaya kebetulan sebab segala sesuatu yang terjadi dibawah control Tuhan untuk mencapai maksud-Nya) aku berkenalan dengan seorang hamba Tuhan lulusan I-3 Batu, dan singkat cerita akupun memasuki I-3 Batu. Saat itulah orang mulai mempertanyakan dan menanyakan banyak hal kepadaku mengenai ikhwal kenapa aku masuk I-3 dan bukan sekolah lain, tapi satu hal aku yakini bahwa Tuhan yang menempatkan aku untuk diproses di tempat ini dan akupun yakin Tuhan pun punya rencana untukku.



Kini, Tuhanpun mulai menyatakan maksud-Nya untuk menempaku di jurusan pastoral konseling yang tidak pernah aku bayangkan, bukti dari penyertaan Tuhan itu, menurutku adalah mulai banyaknya orang yang konseling dengan aku. Mengenai bagaimana selanjutnya pola pelayananku, aku tidak bisa memastikan. Memang banyak teman kuliahku dulu yang mengatakan “Wah Etha kamu mau jadi pendeta ya ?” tapi aku tidak akan memutuskan apa-apa saat ini yang penting aku jalani dulu proses Tuhan.sekarang, yang jelas Tuhan pasti punya rencana buat diriku. Secara manusia selepas dari I-3 aku pengen melanjutkan S-2 ku di bidang sosial politik, tapi biarlah kehendak Tuhan yang jadi bukan kehendakku. Aku yakin ilmu sosial politik yang pernah aku pelajari tidak akan sia-sia tapi Tuhan akan berkenan memakainya bagi kemuliaan nama-Nya. “Ya Bapa kiranya kehendak-Mu yang jadi bukan kehendakku, berilah kekuatan kepadaku untuk menjalaninya,” itulah doaku. (*)





Seperti yang dituturkan Etha (Teresya Maritza Leiwakabessy) kepada Pustaka Lewi di Batu beberapa saat yang lalu. (Yos)

dilihat : 527 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution