Minggu, 08 Desember 2019 09:22:01 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520269
Hits hari ini : 506
Total hits : 5141676
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -DPRD Desak BUMD Tingkatkan Pendapatannya Minimal 10%






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 22 November 2019 08:08:00
DPRD Desak BUMD Tingkatkan Pendapatannya Minimal 10%

Surabaya - Maksimalkan keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu dilakukan. Oleh karena itu, Komisi C DPRD Jatim telah meminta agar seluruh BUMD milik Pemprov Jatim untuk meningkatkan pendapatannya.

Wakil ketua Komisi C DPRD Jatim, Y Ristu Nugroho di DPRD Jatim, Kamis (21/11) mengatakan dalam hearing yang dilakukan oleh komisi C beberapa waktui lalu, pihaknya telah sepakat untuk menambah target pendapatan di BUMD Jatim, minimal kenaikan yang ditarget adalah 10 persen dari target yang telah di tentukan sebelumnya.

Lebih jauh politisi asal PDI Perjuangan ini menjelaskan dengan adanya kenaikan target ini maka kinerja BUMD Jatim di tahun 2020 mendatang juga akan membaik secara signifikan. “Ini sudah menjadi kesepakatan, Direktur mereka sendiri yang telah menyatakan kesiapan. Sehingga kenaikan ini harus direalisasikan. Kita akan lakukan evaluasi. Ini akan menjadi ukuran kinerja BUMD Jatim nantinya,” jelas Ristu politisi asal Fraksi PDIP Jatim ini.

Dengan adanya tambahan peningkatan PAD dari BUMD yang ada, otomatis kata Ristu kontribusi PAD Jatim 2020 juga alami peningkatan sebesar 13,7 miliar dari target awal yang di patok dalam rancangan APBD 2020 yang diusulkan. “PAD dari BUMD akhirnya alami perubahan dari target yang dipatok sebelumnya. Kontribusi PAD dari BUMD Jatim naik dari target awal sebesar Rp 416,8 miliar menjadi Rp. 430,6 miliar,” katanya.

Dari data yang ada di Komisi C DPRD Jatim hanya ada dua BUMD yang tidak alami kenaikan dari target yang ditentukan awal. Yakni bank BPR-UMKM Jatim, target PAD sesuai usulan awal yakni Rp. 15,5 miliar. Demikian juga untuk PT ASKRINDA target PAD sesuai usulan awal yakni Rp. 3,1 miliar.

Sementara itu untuk BUMD lainnya, seperti PT PWU ada kenaikan Rp. 470 juta, dari target awal Rp. 4,7 miliar menjadi Rp. 5,1 miliar. PT JGU juga naik Rp. 375 juta, dari targetRp. Rp. 3,7 miliar menjadi Rp. 4,1 miliar. PT PJU ada kenaikan Rp. 1,5 miliar, dari target awal Rp. 15 miliar menjadi Rp. 16 miliar.

Selanjutnya PT Jamkrida ada kenaikan Rp. 80 juta, dari target awal Rp. 800 juta menjadi Rp. 880 juta. PT Air Bersih kenaikan sebesar Rp. 210 juta, dari target awal Rp. 2,1 miliar menjadi Rp. 2,3 miliar. Dan PT SIER ada kenaikan sebesar Rp. 1,1 miliar, dari target awal Rp. 11,709 miliar menjadi Rp. 12,8 miliar. “Untuk Bank Jatim ada kenaikan PAD sebesar Rp. 10 miliar, dari target awal Rp. 360 miliar menjadi Rp. 370 miliar,” pungkas Ristu.k9/red

dilihat : 18 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution