Selasa, 10 Desember 2019 05:27:25 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520271
Hits hari ini : 287
Total hits : 5146104
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Penuhi Permintaan Pasar Sekar Laut Akan Tingkatkan Produksi 25%






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 07 November 2019 08:05:42
Penuhi Permintaan Pasar Sekar Laut Akan Tingkatkan Produksi 25%

Surabaya,pustakalewi.com - Produsen kerupuk asal Sidoarjo, PT Sekar Laut Tbk, (SKLT) dengan merk FINNA akan menambah produksi kerupuk hingga 25 persen. Langkah itu dilakukan mengingat permintaan pasar baik lokal maupun ekspor yang semakin meningkat.

“Secara total market, konsumsi kerupuk bagi orang Indonesia itu mencapai 200 ton/hari, dan itu potensinya sangat besar sehingga kami perlu melakukan peningkatan kapasitas produksinya,” kata John C Gozal, Direktur Keuangan Sekar Laut Tbk saat menerima kunjungan peserta media gathering dari BEI Jawa Timur, Rabu (6/11) di pabrik Sidoarjo.

Dari jumlah tersebut, saat ini yang bisa dipenuhi ol3h produk Sekar Laut hanya sekitar 15 persen atau setara 30 ton/hari seusai dengan tingkat utilisasi pabrik yang sudah mencapai 90 persen.

Langkah peningkatan kapasitas ini mulai dilakukan dengan mengahadirkan mesin baru untuk produksi krupuk dan diharapkan tahun 2020 mulai operasional.

Selain pasar lokal, produk Sekar Laut juga harus memenuhi permintaan pasar ekspor. Dari total produksi, sekitar 50 persen pasar Sekar Laut adalah ekspor.

"Kami memiliki pasar ekspor yang kontribusinya selama ini sudah mencapai 50 persen. Ekspor sudah dilakukan di 30 negara yang tersebar di 5 benua. Paling besar di Belanda," jelas John.

John menambahkan, tahun ini pun perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan bisa tembus 20 persen. Kinerja penjualan pada September 2019 pun telah tumbuh 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu.

Sampai saat ini, sekitar 50 persen kontribusi penjualan di Sekar Laut masih kerupuk.

Sekitar 40 persen dikontribusi oleh produk sambal dan saos, serta 10 persen dari produk roti yang dengan pasar jaringan restaurant franchise yang banyak tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Produk roti kami selama ini diserap oleh restoran, dan ke depan produk roti pun perlu peningkatan kapasitas juga karena potensi roti juga masih besar,” jelas John.

Selain tiga produk tersebut, yang terbaru adalah produk snack yang kontribusinya masih sangat kecil yakni di bawah 10 persen.

Produk snack merupakan produk yang siap makan, dan segmennya pasarnya akan menyasar ke ritel melalui jaringan mini market.

“Snack kerupuk dengan merek Pars ini sudah masuk di minimarket seperti Alfamart dan Indomart, dan tahun ini penjualannya akan kami tingkatkan dulu," tandas John.mwp

dilihat : 48 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution