Senin, 18 November 2019 12:37:25 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520218
Hits hari ini : 1288
Total hits : 5089467
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Indonesia Miliki 127 Gunung Api Aktif






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 07 Oktober 2019 13:13:42
Indonesia Miliki 127 Gunung Api Aktif

Surabaya - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan Indonesia memiliki 127 gunung api aktif. Gunung Api ini tersebar di jalur gunung api sepanjang 7 ribu kilometer.

Oleh karena itu, Kepala Subbidang Mitigasi Gunungapi, PVMBG, Devy Kamil Syahbana mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap gunung api yang memiliki aktivitas vulkanik tinggi.

“Indonesia memiliki 127 gunung api aktif yang tersebar di jalur magmatic sepanjang 7 ribu kilometer terdapat 4 juta jiwa yang tinggal di kawasan rawan bencana.,” kata Devy usai diskusi Forum Merdeka Barat 9, Rabu (2/10/2019).

Ia mengatakan PVMBG melakukan pengawasan 24 jam terhadap 69 gunung api aktif. Berdasarkan pengamatan, terdapat 47 gunung api dalam status normal dan 22 gunung api yang patut diwaspadai.

“Dari 22 gunung api, delapan gunung api mengalami erupsi,” kata Devy.

Dari delapan gunung tersebut, ada lima gunung yang mengalami erupsi letusan pada September. Kelima gunung tersebut adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sebanyak 62 erupsi, Gunung Ibu di Halmahera Barat 1280 erupsi, Gunung Dukono di Halmahera Utara 183 erupsi, Gunung Semeru 694, dan Gunung Tangkuban Parahu 4 erupsi.

“Erupsi secara eksplosif dalam artian bahwa ada material yang dilontarkan ke atas,” kata Devy.

Devy mengatakan pemantauan gunung api dilakukan secara visual dan instrumental. Pengamatan dilakukan dengan peralatan berupa seismometer, deformasi GPS, pengukuran biokimia, serta menggunakan pesawat tanpa awak (drone) untuk melihat kondisi kawah dan melakukan analisis data dari satelit.

“Ini dilakukan setiap hari untuk untuk memastikan bahwa masyarakat aman. Kita harus melakukan monitoring setiap hari,” kata Devy.

Devy mengutarakan data-data yang dikumpulkan PVMBG bisa diakses melalui aplikasi Magma Indonesia. Ia mengatakan pihaknya menyebarkan informasi secara terus-menerus agar masyarakat di sekitar gunung api bisa mendapatkan peringatan dini dengan cepat.

“Kita melakukan diseminasi informasi secara kontinu ke masyarakat supaya masyarakat kapan pun bisa mengetahui apa yang harus dilakukan karena yang paling penting adalah peringatan dini,” ujarnya.

Aplikasi Magma akan memberikan informasi mengenai daerah-daerah aman untuk menghindari bencana gunung meletus. (Red)

Sumber : CNNIndonesia.com

dilihat : 19 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution