Sabtu, 19 Oktober 2019 09:42:06 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520149
Hits hari ini : 616
Total hits : 5030209
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Monumen Pesawat Mig 17 Diresmikan Panglima TNI






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 14 September 2019 14:05:27
Monumen Pesawat Mig 17 Diresmikan Panglima TNI

Malang - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P, di dampingi Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., Wakasau Marsekal Madya TNI Fahru Zaini Isnanto, S.H., M.D.S. meresmikan monumen pesawat legendaris Mig 17 Fresco dengan nomer registrasi 1130, bertempat di Komplek Pagas, Singosari Malang, Jawa Timur, Jumat (13/9/2019).

Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Danlanud Abd Saleh Marsma TNI Hesly Paat yang telah melakukan renovasi monumen Mig 17 dan juga mempercantik kawasan monumen.

“Monumen Mig 17 yang berada di Kompleks Pagas ini menjadi destinasi wisata baru yang indah dan banyak dikunjungi masyarakat,” ujarnya.

“Dengan diresmikannya monumen pesawat MIG 17 Fresco menjadi bagian dari sejarah, sekaligus sebagai bentuk penghargaan kepada para teknisi karena dari tangan para teknisi overhaul engine pesawat MIG 17 pun berjalan sempurna. Monumen MIG 17 ini juga didekasikan untuk para teknisi yang berjasa dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” ungkap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Di sisi lain Panglima TNI menceritakan tentang sejarah revolusi industri. Dimana revolusi industri pertama itu terjadi saat manusia menemukan mesin uap dan revolusi industri kedua adalah saat manusia dapat menciptakan ruang pembakaran.

“Terciptanya ruang pembakaran ini yang dimanfaatkan manusia dengan mengganti alat tempur bertenaga piston dengan tenaga jet,” ucapnya.

“Waktu itu di Indonesia memang belum bisa mengubah teknoligi itu. Tapi Presiden Sukarno saat itu memiliki visi dan misi yang sangat jauh ke depan, dengan mendatangkan teknisi dari luar negeri. Para teknisi inilah yang kemudian melakukan Overhaul pada engine (mesin), sehingga pesawat milik TNI menjadi pesawat modern saat itu,” katanya.(Puspen TNI/mun)

dilihat : 25 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution