Sabtu, 19 Oktober 2019 09:21:06 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520149
Hits hari ini : 584
Total hits : 5030177
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kecanduan Gadget Bikin Remaja Susah Fokus






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 13 September 2019 11:08:00
Kecanduan Gadget Bikin Remaja Susah Fokus

Surabaya - Sebuah penelitian yang dilakukan pada remaja di Belanda mengungkapkan bahwa membatasi penggunaan gadget bisa memperbaiki kualitas tidur dan konsentrasi mereka.

Dikutip dari detik.com, meningkatnya kualitas tidur dapat meningkatkan stamina, konsentrasi, dan suasana hatinya dalam waktu seminggu. Terganggunya kualitas tidur disebabkan oleh paparan cahaya biru dari layar gadget yang digunakan setiap hari.

dr Miriam Stoppard mengatakan, bahwa paparan cahaya dari layar yang berlebih sebelum tidur, dapat mempengaruhi kerja otak dan produksi hormon melatonin, yang berdampak pada kualitas tidur yang buruk.

Di Belanda, para remaja rata-rata menghabiskan waktu lebih dari empat jam per hari di depan gadget. Mereka tidur dan bangun lebih lambat 30 menit daripada mereka yang hanya menghabiskan waktu kurang dari satu jam.

Fenomena berkurangnya waktu tidur ini membuat para peneliti mencoba untuk memblokir cahaya biru dengan kacamata, membatasi waktu penggunaan gadget pada malam hari, dan pola tidur. Hasilnya setelah tujuh hari, mereka akan tidur 20 menit lebih awal.

“Remaja semakin menghabiskan lebih banyak waktu di perangkat dengan layar dan keluhan tidur sering terjadi pada kelompok usia ini. Di sini kami menunjukkan dengan sangat sederhana bahwa keluhan tidur ini dapat dengan mudah dibalik dengan meminimalkan penggunaan layar malam atau paparan cahaya biru,” tutur Dr Dirk Jan Stenvers, dari departemen endokrinologi dan metabolisme di UMC Amsterdam.

“Berdasarkan data kami, ada kemungkinan bahwa keluhan tidur remaja dan keterlambatan tidur setidaknya sebagian dimediasi oleh cahaya biru dari layar,” imbuhnya.

Walau begitu dibutuhkan penelitian lebih jauh soal kaitan antara pola tidur dan penggunaan gadget yang sering. Dr Stenvers sendiri menyebutkan bahwa bisa jadi ada potensi lain yang bisa menjadi alasan kualitas tidur remaja membaik selain memblokir menggunakan kacamata dan memberi batasan waktu.(Red)

dilihat : 22 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution