Sabtu, 19 Oktober 2019 09:14:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520149
Hits hari ini : 557
Total hits : 5030150
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sebanyak 1.102.700 Kendaraan di Banten Menunggak Pajak






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 29 Agustus 2019 14:11:21
Sebanyak 1.102.700 Kendaraan di Banten Menunggak Pajak

Serang - Kepala Bapenda Banten Opar Sohari mengatakan, berdasarkan pendataan yang dilakukannya di Banten terdapat 5,6 juta kendaraan bermotor. Dari jumlah tersebut 2.114.954 unit berpotensi masuk pada kendaraan yang menunggak pajak.

“Sementara yang sudah masuk kategori menunggak PKB ada 1.102.700 unit,” ujarnya di KP3B, Kota Serang, Rabu (28/8/2019).

Dengan kondisi tersebut, kata dia, pihaknya akan melakukan sejumlah upaya agar jumlahnya bisa ditekan. Salah satunya adalah dengan menggelar razia PKB bekerja sama dengan Polda Banten melalui Operasi Patuh Kalimaya.

“Jadi tidak hanya sisi keamanan berlalu lintas dan administrasi saja, tapi pengendara yang menunggak pajak juga akan kami tagih,” ungkapnya.

Penelusuran terhadap kendaraan yang menunggak PKB dilakukan karena ketidakpatuhan terhadap pembayaran pajak akan berpengaruh terhadap potensi pendapatan daerah. Agar tak memberatkan penunggak pajak, Pemprov Banten juga telah memberikan keringanan dengan menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) nomor 17 tahun 2019.

“Produk hukum daerah itu mengatur tentang penghapusan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran PKB dan penghapusan bea balik nama kendaraan bermotor, mutasi masuk dari luar daerah dan mutasi dalam daerah,” tuturnya.

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo menjelaskan, ada tiga sasaran utama yang akan dilakukan pada operasi ini yakni pelanggar lalu lintas tidak menggunakan helm, melawan arus dan pengemudi di bawah umur. Termasuk kendaraan yang tidak diregistrasi ulang, baik setahun maupun 5 tahun yang berkaitan erat dengan pendapatan daerah.

Guna memudahkan para wajib pajak menuntaskan kewajibannya, dalam setiap operasi pihaknya menyediakan Samsat keliling (samling). Dengan begitu, mereka yang terjaring operasi bisa melakukan registrasi ulang di tempat terhadap kendaraannya.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat pengguna jalan tentang pentingnya tertib dan patuh berlalu lintas untuk mengurangi angka kecelakaan,” tuturnya. (You/Red)

dilihat : 33 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution