Sabtu, 19 Oktober 2019 08:41:55 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520149
Hits hari ini : 452
Total hits : 5030045
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sejumlah Pemimpin Gereja Papua Temui Gubernur Khofifah






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 27 Agustus 2019 11:08:26
Sejumlah Pemimpin Gereja Papua Temui Gubernur Khofifah

Surabaya,pustakalewi.com - Sejumlah perwakilan dari Persekutuan Gereja-gereja Papua (PGGP) bertemu dengan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (26/8/2019).

Para tokoh gereja itu datang untuk membicarakan masa depan mahasiswa Papua pascaterjadinya ujaran bersifat rasial di depan Asrama Mahasiswa di Jalan Kalasan, Surabaya dan kesalahpahaman antara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan pengguna jalan di dekat simpang empat Rajabali, Kota Malang, beberapa waktu lalu.

“Kami minta kepada Ibu Gubernur untuk menjadi Mama Papua. Menjadi orang tua bagi anak-anak kami mahasiswa Papua di sini. Sebab, mereka jauh dari kami,” ujar Pendeta Yan Piet Wambrauw, anggota PGGP yang ikut hadir pada pertemuan itu, Senin (26/8/2019).

Pendeta Piet juga menyatakan berterima kasih atas usaha baik Gubernur Khofifah dalam memberi perlindungan terhadap anak-anak Papua. Bagi Yan, upaya tersebut bisa menjadi model bagi penyelesaian konflik etnis di daerah lain, katanya.

Pada bagian lain Pendeta Yan Piet tidak ingin insiden beberapa waktu lalu memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa Papua di Jatim, sehingga proses pendidikan mereka bisa terganggu. Ia juga bersyukur karena sesuai pernyataan para mahasiswa dan keluarga besar Papua di Surabaya, mereka selama ini mengaku tidak ada kendala dan mereka hidup dalam kondisi baik-baik saja. Karenanya, PGGP berharap, para mahasiswa kembali kuliah dengan baik tanpa merasa tertekan dan semacamnya.

“Kami berharap mereka kembali kuliah lagi, dengan harapan bisa kembali ke Papua lagi dan bisa membangun tanah Papua jauh lebih baik lagi nantinya,” tandas Pendeta Yan Piet.

Dalam pertemuan yang dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan itu, PGGP juga berharap aparat penegak hukum bisa memroses dugaan kasus rasisme yang dialami oleh anak-anak Papua. Sebab, pihaknya melihat ada masalah hukum dalam kasus itu. “Kejadian lalu sangat disayangkan, tetapi semua sudah terjadi. Kami juga minta maaf atas nama-anak kami yang bersalah sehingga membuat tidak nyaman,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah pada kesempatan itu menyatakan bahwa pertemuan tokoh gereja menjadi energi positif untuk penyelesaikan masalah. Peran aktif para tetua agama itu penting untuk menjaga situasi kondusif di tingkat bawah. “Mereka ini religious leader. Tadi kami berdiskusi. Beliau juga menyampaikan supaya saya menjadi Mama Papua. Saya sampaikan kepada para pendeta, bahwa komunikasi kami baik selama ini,” ujar Khofifah yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama itu.

Ia tidak lupa menyampaikan permohonan maaf atas kalimat rasis yang ikut terlontar pada peristiwa itu, baik di Surabaya maupun Malang yang kemudian memicu kerusuhan di Manokwari, Papua Barat.pr/info

dilihat : 34 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution