Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/pustaka1/domains/pustakalewi.net/public_html/config.php on line 10
PUSTAKALEWI NEWS
 Jum'at, 13 Desember 2019 17:01:54 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 20599
Hits hari ini : 806
Total hits : 566989
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Bank Jatim Syariah Akan Diperkuat Asetnya






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 17 Agustus 2019 23:05:59
Bank Jatim Syariah Akan Diperkuat Asetnya

Surabaya - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyatakan penundaan pendirian Bank Jatim Syariah dilakukan untuk memperkuat aset.

Sesuai dengan perintah undang-undang (UU). No 21 tahun 2008 Pasal 68 yang menyebutkan bahwa Unit Usaha Syariah itu harus di Spin Off dari induknya jikalau asetnya sudah paling sedikit 50% dari bank induknya atau 15 tahun setelah UU ini berlaku.

Faktanya, PT Bank Jatim yang menjadi induk Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Jatim saat ini asetnya telah mencapai RP.68,7 triliun. Sedangkan aset UUS Bank Jatim baru mencapai Rp.2,7 triliun atau masih jauh dari ketentuan melaksanaan spin off.

“Kalau 50% dari aset Bank Jatim itu artinya Rp.34,35 triliun. Sedangkan aset UUS Bank Jatim baru Rp.2,7 triliun, jadi dari sisi kelayakan Bank Umum Syariah masih jauh sehingga kita mantapkan dulu persiapan menyongsong spin off sambil merencanakan ulang penyertaan modal paling lambat tahun 2023,” tegas Khofifah ditemui usai Paripurna di DPRD Jatim, Jumat (16/8) sore.

Ia mengakui, keinginan Pemprov Jatim mempercepat spin off Bank Jatim Syariah itu sangat baik dan perlu diapresiasi. Mengingat, potensi riill bagi pengembangan Unit Usaha Syariah di Jatim cukup besar. “Di Jatim terdapat 13.000 perguruan tinggi dan sekolah berbasis Islam, serta 6000 pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai 1 juta orang. Itu merupakan potensi dan pangsa pasar yang cukup besar bagi perbankan berbasis syariah,” ungkap Khofifah.

Kendati demikian, perbankan berbasis syariah yang dimiliki Pemprov Jatim belum bisa mengikuti gerak langkah persyaratan pengajuan izin prinsip maupun izin operasional sebagai sebuah perbankan Umum Syariah.

“Makanya dalam persiapan menyongsong 2023, UUS Bank Jatim akan berupaya meningkatkan layanan dan produk berbasis IT seperti; internet banking, mobile banking, virtual account, host to host, aplikasi BPKH (haji) dan aplikasi FLPP (fasilitas liquiditas pembiayaan perumahan),” jelas mantan Mensos RI ini.

Pertimbangan lainnya, beberapa provinsi di Indonesia yang memaksakan spin off unit usaha syariah dari bank konvensional induknya juga tidak maksimal. “Seluruh penggunaan APBD untuk BUMD jika merugi baik akibat kesalahan manajemen atau lainnya itu bisa masuk pidana,” paparnya ketum PP Muslimat NU ini.info/red

dilihat : 48 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution