Senin, 16 September 2019 09:46:19 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520099
Hits hari ini : 7536
Total hits : 4954314
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Dua Pelari Surabaya Marathon Meninggal Dunia






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 05 Agustus 2019 08:05:31
Dua Pelari Surabaya Marathon Meninggal Dunia

Para peserta Surabaya Marathon 2019


Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya turut berbelasungkawa atas meninggalnya dua peserta olahraga Surabaya Marathon 2019 menempuh jarak 10 kilometer (10K), Minggu (4/8/2019). Pemkot berjanji di masa mendatang penyelenggaraan olahraga massal itu akan berkoordinasi dengan panitia untuk mengevaluasi kegiatan rutin tahunan tersebut, utamanya dalam proses verifikasi kesehatan para peserta.

Sebagaimana terjadi, event Surabaya Marathon 2019 yang digelar Asosiasi Pengusaha Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) bersama Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya, serta Korem 084 Bhaskara Jaya, diikuti 6.005 orang peserta dari 130 kota kabupaten se Indonesia dan mancanegara diwarnai meninggalnya dua orang peserta.

Korban pertama bernama H Husnun N Djuraid (60) peserta dari Kota Malang dengan nomor peserta 5721, yang dikenal sebagai wartawan senior dan menjabat sebagai Komisaris Media Malang Post. Disusul kemudian korban kedua, Oentung P Setiono (55), atlet pelari asal Kelapa Gading, Jakarta Utara yang datang khusus ikut menyemarakkan event tersebut ke Surabaya dengan nomor peserta 5755.

Menurut Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser, kegiatan tersebut selama ini sudah ada verifikasi (kesehatan bagi para calon peserta) yang cukup ketat. Oleh karenanya, untuk pelaksaan (Lomba Lari Marathon) tahun depan, kami akan lakukan lebih ketat lagi. Ketika ditanyakan soal ada tidaknya proses persyaratan pemeriksaan medis bagi para calon peserta sebelum pelaksanaan loma, M Fikser mengaku tidak tahu. Namun demikian masalah penanganan teknis medis (pada pelaksanaan), di tiap-tiap pos berjarak satu atau dua kilometer sudah disiagakan petugas medis.

“Kalau itu (pemeriksaan medis bagi calon peserta sebelum lari) saya kurang tahu,” akunya sambil menambahkan, terkait penanganan medis dua peserta yang meninggal, Fikser juga mengaku telah dilakukan secara maksimal. “Ketika peserta itu jatuh misalnya, mereka langsung mendapat penanganan medis. Langsung dievakuasi ke rumah sakit dan kondisi peserta masih bernapas. Mereka meninggal di IGD RSUD Dr Soetomo,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Lomba Surabaya Marathon 10K Fransisca Budiman menolak memberikan keterangan, kecuali panitia sudah mengerahkan 1.200 orang petugas lapangan dan 11 mobil ambulans lengkap dengan petugas medisnya, mulai start lomba dimulai dari Jalan Embong Malang depan Tunjungan Plaza hingga finish di Jalan Basuki Rahmat.

Dua peserta Surabaya Marathon 2019 yang meninggal saat berlari menempuh jarak 10 km terjatuh dan pingsan, diduga tidak kuat namun mereka tetap memaksakan diri dengan berlari. H Chusnun N Djuraid dengan nomor peserta 5721, merupakan wartawan senior yang menjabat sebagai Komisaris Malang Post.

Almarhum adalah kakak kandung dari mantan ketua PWI Jatim, Dhimam Abror Djuraid. Ia terjatuh ketika sudah menempuh jarak kilometer delapan depan kantor bank BTPN di Jalan Pemuda Surabaya. Menurut putrinya, Amalia yang ikut serta menyatakan, ayahandanya memang memiliki riwayat penyakit jantung.

“Ayah pernah ikut Lari Borobudur dan Prambanan Marathon 10K hingga mencapai finish,” ujar Amalia sambil menangis ketika henkad ikut mengantarkan jenazah almarhum dari rumah duka di Jalan Digul, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ke tempat peristirahatan terakhir.

Sedangkan korban kedua Oentung P Setiono pelari asal Jakarta dengan nomor peserta 5755. Menurut Heri, rekan Oentung yang sama-sama datang dari Ibu Kota khusus untuk mengikuti Lomba Lari Surabaya Marathon 10K menyatakan, sahabat karibnya itu semula hanya mengaku mengantuk setelah menempuh perjalanan Jakarta-Surabaya.

“Tidak ada keluhan sakit atau yang lainnya,” ujar Heri sambil menambahkan, almarhum Oentong merupakan mantan atlet Judo yang pernah meraih medali emas diajang Sea Games tahun 1989 yang lalu. Oentung jatuh ketika berada di Jalan Basuki Rahmat, menempuh jarak sekitar kilometer tiga. Masih menurut Heri, almarhum dimakamkan di tempat kelahirannya di Solo, Provinsi Jateng.b1/sp

dilihat : 25 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution