Sabtu, 07 Desember 2019 15:37:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 3
Total pengunjung : 520268
Hits hari ini : 2104
Total hits : 5139856
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Fatma Foundation Beri Layanan Pap Smear Gratis Guru di Desa Keboan Singkep Sidoarjo






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 17 Juli 2019 14:08:12
Fatma Foundation Beri Layanan Pap Smear Gratis Guru di Desa Keboan Singkep Sidoarjo

Surabaya,pustakalewi.com - Fatma Foundation kembali memberikan pelayanan berupa pemeriksaan Pap smear dan payudara gratis kepada masyarakat. Bertempat di Masjid Ar-Roudhoh, Griya Permata Gedangan, Desa Keboan Singkep, Kec. Gedangan, Sidoarjo, tim medis Fatma Foundation memeriksa kesehatan sekitar 50 wanita dari kalangan guru dan ibu rumah tangga, Selasa (16/7) pagi.

Founder dan Ketua Fatma Foundation Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf menuturkan, ini adalah hari pertama bus kesehatan Fatma Foundation beroperasi sejak libur Ramadan. “Saya berharap ini bisa berjalan lancar karena hari ini lebih banyak guru dan masyarakat umum di sekitar perumahan Griya Permata Gedangan yang memeriksakan kesehatannya,” tutur Fatma.

Bukan tanpa alasan Fatma memberikan pemeriksaan gratis untuk guru. “Saya menginginkan para guru atau pendidik ini mendapatkan layanan gratis, saya ingin pendidik ini sehat karena mereka harus mengajar di kelas,” lanjutnya.

Sementara itu koordinator lapangan, Tuti Irawati menjelaskan untuk mengundang peserta, dia telah melakukan sosialiasasi tentang pentingnya Pap smear ke sekolah, Taman Pendidikan Al Quran dan ibu-ibu PKK di lingkungan Griya Permata Gedangan.

“Harapan saya ibu-ibu lebih save pada diri sendiri, mari kita ikut Pap smear karena bisa menjaga kesehatan diri karena kalau ibu sakit, satu keluarga bisa ikut sakit, satu rumah bisa jadi sakit,” kata Tuti.

Tidak hanya mengajak orang lain, Tuti ikut serta memeriksakan dirinya. Pap smear bersama Fatma Foundation ini merupakan pengalaman keduanya setelah Pap smear 10 tahun yang lalu. “Jadi saya nggak grogi karena sudah pernah, memang tidak sakit. Meski dokternya cewek, tetep ada rasa malu tapi ini demi kesehatan kita, jadi tidak apa-apa,” urainya.

Saat berjalannya kegiatan Pap smear, para peserta tampak antre di dalam bus kesehatan Fatma Foundation yang dingin dan nyaman. Selama menunggu giliran diperiksa tidak sedikit peserta mengaku grogi dan canggung. Seperti yang dirasakan Nur Endah Romadhini yang baru pertama kali ikut Pap smear.

Meski grogi dan takut, guru TK Az Zahra Griya Permata Gedangan yang baru 7 bulan menikah ini tetap ingin memeriksakan kesehatannya. “Saya pengen tahu kesehatan saya lebih lanjut karena saya ada benjolan di payudara,” kata Nur.

Perasaan serupa juga diungkapkan Tri Anjarwatik. Namun ketika ditanya usai melewati pemeriksaan Pap smear, guru TK Plus As Salam Gedangan ini mengatakan Pap smear ternyata tidak sakit. Dia bahkan mengucapkan terima kasih pada Fatma Foundation yang telah memberinya kesempatan untuk ikut Pap smear gratis.

“Kalau Pap smear di BPJS harus antre, persyaratannya sulit, waktu juga kadang nggak bisa, tapi di sini malah diberi (gratis) Fatma Foundation. Saya berterima kasih dan sangat mendukung adanya kegiatan ini agar masyarakat Indonesia sehat,” ucap Tri.

Tri menaruh harapan agar Fatma Foundation lebih istiqomah dalam memberikan layanan dan lebih luas lagi melakukan promosi kegiatannya.pr/red

dilihat : 36 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution