Jum'at, 23 Agustus 2019 09:28:02 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520082
Hits hari ini : 1191
Total hits : 4894377
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -APKASI dan Kemenpar Dorong Pengembangan Desa Wisata dan Homestay Berbasis Online






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 10 Juli 2019 11:08:42
APKASI dan Kemenpar Dorong Pengembangan Desa Wisata dan Homestay Berbasis Online

Surabaya - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) mendorong percepatan pengembangan desa wisata dan homestay berbasis teknologi.

Ketua Umum APKASI dan juga Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dalam siaran tertulisnya, Selasa (9/7) menyampaikan, APKASI yang beranggotakan 400 kabupaten di seluruh Indonesia, berkomitmen mendukung berbagai program dalam mengembangkan berbagai sektor pariwisata daerah.

“Salah satu program yang ingin dikembangkan adalah pariwisata. Kami akan dorong cross border tourism terutama daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia,” tegas Azwar.

Ia menambahkan, langkah sinergi ini sekaligus menjadi bagian strategi mengembangkan kemajuan seni budaya daerah. Selain itu, akan ada penetapan sejumlah daerah prioritas untuk percepatan sebagai kawasan wisata lintas batas ini.

“Kami telah sepakat dengan Kemenpar untuk memilih Atambua NTT sebagai wilayah prioritas percepatan pengembangan cross border tourism. Harapannya, daerah lain akan terinspirasi dan mengikuti langkah ini,” jelas Azwar.

Ia mengatakan, pemerintah sedang menargetkan akan ada sekitar 2.000 desa wisata lintas batas. Di sisi lain, Azwar juga menyoroti relasi antara perkembangan pariwisata dengan teknologi. Menurutnya, di era digital yang juga lekat dengan generasi melek teknologi ini, dibutuhkan inovasi serta kerja sama di bidang pariwisata dengan sejumlah perusahaan teknologi seperti startup.

Azwar mencontohkan, tentang penggunaan platform online dalam mempromosikan homestay di Banyuwangi. “Homestay yang terintegrasi dengan platform online juga sebaiknya dikembangkan seperti yang kami lakukan di Banyuwangi. Sekarang sudah ada sekitar 400 homestay terdaftar online,” jelasnya.info/red

dilihat : 15 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution