Rabu, 16 Oktober 2019 09:52:13 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 3
Total pengunjung : 520144
Hits hari ini : 553
Total hits : 5024706
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Turunnya Harga Tiket Pesawat Belum Berpengaruh di Bandara Juanda






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 08 Juli 2019 14:08:10
Turunnya Harga Tiket Pesawat Belum Berpengaruh di Bandara Juanda

Surabaya - Upaya pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat sejak 3 Juli 2019 lalu ternyata masih belum berdampak cukup signifikan pada jumlah penumpang di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Meski demikian, volume penumpang di Bandara Juanda kabarnya sudah mulai meningkat.

Humas PT Angkasa Pura 1, Yuristo Ardi mengungkapkan bahwa turunnya harga tiket pesawat masih belum memberi dampak pada peningkatan penumpang. Ia menambahkan, rata-rata pergerakan penumpang di Bandara Juanda mencapai 50 ribu orang per hari."Sejauh ini masih wajar, turunnya harga tiket belum memberi pengaruh terhadap pergerakan penumpang di bandara,” papar Yuristo, Senin (8/7).

Adapun kepadatan di Bandara Juanda disebabkan karena momen liburan sekolah dan memasuki jam sibuk. “Kalau faktor tiket pesawat yang turun masih belum menjadi faktor utama,” ujarnya.

Beberapa penumpang sendiri justru ada yang mengeluhkan harga tiket pesawat yang dianggap masih tinggi. Bahkan salah satu penumpang bernama Triyono mengaku harus mengeluarkan uang Rp 1,2 juta per orang untuk bepergian dari Surabaya ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

“Padahal saya datang ke Surabaya bersama istri. Jadi total Rp. 2,4 juta sudah harus disiapkan jauh hari sebelumnya,” kata Triyono.

Padahal katanya tahun lalu rute yang sama hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 700 ribu. “Tidak tahu kok tinggi sekali harga tiket. Mau mengeluh tapi bagaimana lagi, ingin naik kapal laut tapi takut ombak tinggi akhirnya terpaksa naik pesawat,” bebernya.

Tak jauh berbeda, penumpang lain bernama Siti Rohmah pun mengaku harus mengeluarkan biaya Rp 1,4 juta untuk pulang ke Samarinda. “Tahun lalu cuma Rp 1,2 juta. Sekarang harga tiket makin mahal,” ujarnya. Oleh sebab itu ia mengharapkan pemerintah dapat segera menurunkan harga tiket pesawat. “Kasihan penumpang yang seperti mahasiswa atau perantauan. Karena dananya kan pas-pasan,” tutupnya.info/red

dilihat : 22 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution