Sabtu, 24 Agustus 2019 18:36:23 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520083
Hits hari ini : 1783
Total hits : 4897893
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -ICATI Jatim dan UK Petra Kembali Gelar Workshop Tingkatkan Skill Guru Bahasa Mandarin






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 07 Juli 2019 17:05:05
ICATI Jatim dan UK Petra Kembali Gelar Workshop Tingkatkan Skill Guru Bahasa Mandarin

Surabaya,pustakalewi.com - Overseas Community Affairs Council bersama Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) Jatim, dan Universitas Kristen Petra menggelar workshop Bahasa Mandarin yang diikuti para guru dan dosen yang mengajar Bahasa Mandarin dari 2 - 6 Juli 2019 yang dilaksanakan di Gedung T 501 UK Petra Surabaya mulai pukul 9 pagi hingga pukul 2 siang.

Workshop ini didukung oleh TETO Surabaya dan dibuka langsung oleh Benson Lin Direktur TETO Surabaya (2/7). Benson Lin mengatakan pelajaran Bahasa Mandarin memiliki filosofi dan arti yang mendalam. Beliau mengucapkan selamat atas berpartisipasinya para guru-guru dalam program workshop kali ini. Karena dapat menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam mengajar bahasa Mandarin untuk generasi muda di Indonesia.

Henry Samuel Tanuwijaya sebagai Wakil Ketua ICATI Jatim mengungkapkan workshop diadakan rutin setiap tahun dan telah dimulai sejak tahun 2000. Workshop kali ini diikuti sekitar 85 guru Bahasa Mandarin se-Jatim bertujuan mengenalkan budaya dan Bahasa Mandarin sekaligus membuka peluang baru dan transfer ilmu di berbagai bidang, guna mendukung pembangunan perekonomian Indonesia.

“Kita dapat menimba ilmu dan nilai positif dari para guru Taiwan yang mengajar guna menambah skill dan membuka jendela baru pengetahuan buat para guru mandarin di Indonesia sehingga ke depannya dapat memberi kontribusi untuk masyarakat, bangsa dan negara. Bahasa Mandarin perlu dipelajari agar tidak tertinggal dari Negara lain,” tutur Henry.

Henry menambahkan jika workshop ini selalu diminati para guru dari berbagai tingkat pendidikan. Seluruh peserta setelah mengikuti workshop akan memperoleh sertifikat. ICATI adalah organisasi sosial yang beranggotakan alumni pelajar dari Taiwan.Kami para pengurua ini merasa pentingnya pendidikan untuk generasi muda bangsa, karena itu dalam kesibukan seharinya mau bersama sama para pengurus lainnya meluangkan waktunya untuk mendukung program-program yang mendukung pendidikan ke Taiwan ujar Henry.

Selain itu ICATI juga mendukung program-program pemerintah TAIWAN lainnya, antara lain : kelas Budaya, kelas Seni dan juga kelas memasak. Dan tidak lupa kami juga setiap tahun melakukan kegiatan sosial rutin menggelar baksos ke panti asuhan, panti jompo , donor darah dan sebagainya.

“Anggota ICATI adalah para pelajar yang dulunya pernah mengenyam pendidikan di Taiwan, kemudian pulang ke tanah air untuk berkarya, transfer ilmu dan memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan negara,” imbuh Henry.

Dua pengajar asal Taiwan yakni Laoshi Lin Rongqin dan Laoshi Chen SongLin dalam workshop membawakan materi pengajaran Bahasa Mandarin berkonteks bisnis. “Banyak istilah bisnis yang perlu diketahui untuk berkomunikasi, bernegosiasi yang ke depannya bisa diajarkan para guru kepada muridnya setelah mengikuti pelatihan ini,” jelas Henry, kembali.

Sementara itu, Elisabeth, salah satu pengurus Senior ICATI mengatakan sangat beruntung para guru Bahasa Mandarin di Indonesia dapat mengikuti pelatihan sehingga dapat diterapkan kepada para murid di sekolah dan masyarakat. “Saya bersyukur karena yang mengikuti pelatihan adalah para generasi muda ,yang menandakan Bahasa Mandarin semakin diminati,” ujarnya.

Salah satu dosen UK Petra yang menjadi peserta workshop mengakui telah mengikuti pelatihan sejak tahun 2010 hingga kini. Baginya pelatihan Bahasa Mandarin yang diadakan ICATI Jatim sangatlah penting karena banyak kerjasama yang dilakukan Indonesia dan Taiwan.

“Setiap pelatihan yang diadakan setiap tahun berbeda pokok bahasan. Tahun lalu bagaimana mengajar Bahasa Mandarin dengan teknologi digital. Dan pada tahun-tahun sebelumnya lebih banyak mengajar dengan buku. Para dosen Taiwan ini memperkenalkan cara mengajar terbaru yang bisa diterapkan para guru di Indonesia,” terangnya.

Laoshi Lin Rongqin dan Laoshi Chen Songlin sebelumnya telah memberi pelatihan kepada para guru di Cirebon, kemudian bertolak ke Surabaya selanjutnya ke Bandung, lalu berkeliling ke kota besar lainnya.(*)

dilihat : 126 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution