Sabtu, 24 Agustus 2019 03:42:28 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520083
Hits hari ini : 390
Total hits : 4896500
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mahasiswa UKWM Surabaya Bikin Sabun Effervescent yang Lembut di Kulit






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 27 Juni 2019 14:05:37
Mahasiswa UKWM Surabaya Bikin Sabun Effervescent yang Lembut di Kulit

Surabaya,pustakalewi.com - Semakin banyak jenis sabun mandi yang dijual di pasaran. Mulai dari sekadar sabun batang dan sabun cair, kini juga ada bath bomb dan sabun berbentuk serbuk effervescent yang mudah larut.

Di tangan Indry Lioning, S.Farm dan Merlyn Xumara, S.Farm, dari fakultas farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), garam mandi yang umumnya berbentuk kristal bertekstur kasar, diubah bentuk menjadi bath bomb dan serbuk effervescent.

“Sensasi effervescent banyak disuka karena akan menghasilkan gas ketika dimasukkan dalam air dan larut dalam waktu kurang lebih satu hingga dua menit. Selain itu ada efek rileksasi karena aroma sabun yang wangi,” tutur Indry saat mempresentasikan karyanya (25/6).

Kata Indry dan Merlyn garam bersifat exfoliant yang bisa mengangkat sel-sel kulit mati dan membuat kulit sesudahnya jadi lembut dan lembab.

Di bawah bimbingan Farida Lanawati Darsono, S.Si., M.Sc. dan Kuncoro Drs. Foe, G.Dip.Sc., Apt, sabun effervescent karya Indry dan Merlyn ini diberi nama Efsalt.

Untuk membuat bath bomb, Indry mencampur garam (magnesium sulfat) yang sudah dihaluskan dengan sodium bikarbonat. Setelah tercampur rata, baru diberi sedikit pewarna. Setelah pewarna tercampur rata, baru masukkan asam sitrat yang dihaluskan dan tambahkan guar gum. Bila semua bahan sudah tercampur rata, maka siap dicetak dengan bentuk bola.

"Semua bahan kecuali guar gum perlu dioven terlebih dahulu untuk mengurangi tingkat kadar air pada setiap bahan, karena apabila kelembapan tinggi akan menyebabkan reaksi kimia antar bahan," tutur Indry.

Bath bomb inovasi Indry ini bisa digunakan dua kali dalam seminggu karena bisa melembut kulit dan menimbulkan efek relaksasi saat digunakan ketika berendam.

Merlyn Xumara mengolah garam mandi menjadi serbuk effervescent.
Sedangkan untuk membuat sabun effervescent, Merlyn mengoven seluruh bahan yang akan digunakan seperti natrium bikarbonat, magnesium sulfat, Sodium Lauryl Ether Sulfate (SLES), asam sitrat dan pewarna.

Setelah dioven kemudian SLES dan magnesium sulfat dihaluskan lebih dulu, baru kemudian pewarna ditambahkan sedikit demi sedikit sambil diratakan. Setelah warna serbuk sudah tercampur dengan sempurna, baru ditambahkan sodium bikarbonat dan minyak esensial.

"Proses terakhir dicampurkan dengan asam sitrat dan ditambahkan minyak esensial aroma lavender. Efek effervescent membantu melepaskan aroma minyak esensial ke udara sehingga tercipta sensasi aromatik,” tuturnya. Selain untuk mandi, garam mandi inovasinya bisa untuk merendam kaki dengan cara dicampurkan pada air hangat.

Untuk melihat kualitas dari Efsalt sendiri, Indry dan Merlyn sudah melakukan serangkaian uji dan hasilnya pun aman. “Selama kita lakukan uji coba kepada 30 panelis semuanya aman, tidak ada iritasi atau kemerahan pada kulit. Tapi jika ingin dikomersilkan tetap harus dilanjutkan proses ujinya sesuai dengan standar yang berlaku,” pungkas Merlyn.mwp

dilihat : 28 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution