Rabu, 18 September 2019 10:04:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520101
Hits hari ini : 465
Total hits : 4959733
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -BPJS Kesehatan Tingkatkan Penerapan Teknologi Digitalisasi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 21 Juni 2019 08:05:43
BPJS Kesehatan Tingkatkan Penerapan Teknologi Digitalisasi

Surabaya,pustakalewi.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan memperluas penerapan penggunaan teknologi digital finger print untuk mempercepat pelayanan kesehatan bagi peserta.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Herman Dinata Mihardja, layanan finger print ini telah diterapkan mulai akhir Mei 2019.

“Kami sudah mulai menerapkan proses layanan finger print ini pada akhir Mei kemarin, dan ini terus kita perluas penerapannya,” ujarnya di Surabaya, Rabu (19/6/2019).

Herman berharap melalui layanan finger print ini akan lebih memudahkan dan mempercepat layanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan di rumah sakit (RS) maupun Fasilitas Kesehatan (Faskes) lainnya.

Karena, lanjut dua, melalui pemanfaatan tenologi digitalisasi itu akan mempercepat proses klaim yang diajukan kepada pihak RS. “Harapan kami kedepan, dengan proses digitalisasi ini proses penagihan dapat lebih cepat lagi,” jelasnya.

Diakui Herman, masih adanya piutang BPJS Kesehatan pada rumah sakit salah satunya karena belum adanya penagihan yang diajukan, disamping karena adanya data susulan peserta.

Dia mencontohkan tunggakan BPJS Kesehatan pada 4 rumah sakit milik Pemprov Jatim, yakni RSUD dr Soetomo Surabaya, RS Haji di Surabaya, RS Soedono Madiun, dan RS Saiful Anwar Malang, disebutkan hampir setengahnya karena belum ada penagihan.

Selain hal itu, dalam kesempatan ini Herman juga mengungkapkan masih banyaknya perusahaan atau pemberi kerja yang belum mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Kesehatan, meski hal ini sifatnya wajib berdasarkan undang-undang.

Mengenai hal tersebut, Herman mengaku pihaknya telah melakukan teguran, baik melalui surat dan secara langsung. Dan jika teguran pertama dan kedua itu tetap diabaikan, pihaknya menyerahkannya ke Pemerintah Daerah atau pihak Kejaksaan dengan Surat Kuasa Khusus (SKK).

Dikatakan, hingga saat ini jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Surabaya tercatat 2.745.440 jiwa. Mereka, 1.026.922 peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan 1.718.518 peserta non PBI. Herman berharap masyarakat yang belum terlindungi Jaminan Kesehatan segera daftar BPJS Kesehatan.red

dilihat : 38 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution