Minggu, 21 Juli 2019 15:32:17 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520049
Hits hari ini : 1104
Total hits : 4820454
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Bank Dunia Kucurkan Pinjaman Rp 1,4 T Untuk Penanganan Sampah Citarum






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 13 Juni 2019 13:54:43
Bank Dunia Kucurkan Pinjaman Rp 1,4 T Untuk Penanganan Sampah Citarum

Foto Antara


Bandung - Program pemerintah bertajuk Citarum Harum bakal mendapatkan pinjaman Rp 1,4 triliun dari World Bank (Bank Dunia). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan pinjaman itu khusus untuk penanganan sampah di Sungai Citarum.

“Ini loan dengan skema G to G (government to government) jadi dibayar nanti oleh pemerintah,” kata Ridwan Kamil di Bandung, Rabu (12/6/2019).

Program Citarum Harum ini fokus pada penanganan sampah, sedimentasi, dan banjir. Namun pinjaman dari Bank Dunia ini nantinya hanya akan dipergunakan untuk penanganan masalah sampah. “Intinya kita ingin masalah sampah Citarum bukan soal beli alat-alat canggih atau apa. Tapi ingin anggaran itu mengedukasi masyarakat supaya sampahnya habis di rumah dengan teknologi receh, tapi banyak,” terang Ridwan Kamil soal konsep penganggaran penanganan sampah yang tengah disusunnya itu.

Ridwan menegaskan penanganan sampah tidak harus berujung dengan pengadaan sarana dan prasarana canggih. Harapannya, masalah sampah bisa ditangani berbarengan dengan pembangunan peradaban berdasarkan edukasi pada publik.

Sebelumnya, Ridwan Kamil mengungkapkan rencananya untuk mengadakan 50 tungku bakar di sepanjang Sungai Citarum guna memusnahkan sampah dalam waktu cepat. “Kalau kita lari ke teknologi saja, masyarakat polanya sama (masalah tetap ada), kami tidak mau seperti itu,” imbuh Ridwan Kamil.

Dia memberi ilustrasi, warga Jepang dan Amerika hidup dalam jangka waktu yang sama. Namun produksi sampah di Amerika bisa mencapai dua kali lipat dari orang Jepang. “Ada gaya hidup. Kami ingin mengubah gaya hidup yang selama ini dianggap ok, sebenarnya tidak ok. Di anggaran (pinjaman) itu kita ingin ada teknologi-teknologi kecil, edukasi di rumah-rumah,” ujar Ridwan Kamil sembari menambahkan pinjaman itu bisa dialokasikan ke bidang perumahan dan permukiman, lingkungan hidup, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Soal tenggat waktunya, Ridwan Kamil memaparkan, Bank Dunia memberikan kesempatan pada pemerintah untuk mempresentasikan rencana penanganan sampah untuk waktu tiga hingga empat tahun.

“Kita akan presentasikan pekan ini. Kita koordinasi juga dengan kabupaten dan kota di sepanjang Citarum agar dengan dana yang cukup besar ini bisa kita selesaikan. Bisa menambah truk sampah, manajemen pilah sampah, menambah zona-zona (untuk) mengubah plastik jadi barang berguna,” kata Ridwan Kamil.B1/red

dilihat : 19 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution