Rabu, 17 Juli 2019 19:47:45 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520045
Hits hari ini : 2148
Total hits : 4812563
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gubernur Jatim Tinjau Lokasi Banjir Gresik






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 06 Mei 2019 08:14:04
Gubernur Jatim Tinjau Lokasi Banjir Gresik

Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Minggu (5/5) meninjau lokasi banjir di beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Gresik. Salah satunya Dusun Iker Geger, Kecamatan Cerme.

Dalam pantauannya, Khofifah mendapatkan informasi, jika banjir yang terjadi di wilayah Gresik, akibat luapan sungai Kali Lamong. Selain itu, kondisi air di sungai juga meluber, sehingga tidak bisa juga dilakukan pemompaan.

Dikatakan gubernur, saat ini air yang menggenangi beberapa dusun tidak bisa dipompa karena permukaan air di sungai masih tinggi.

"Sekarang kita menunggu air surut dengan sendirinya, air tidak bisa dipompa karena daya tampung sungai over, jadi air tetap akan kembali ke pemukiman," jelasnya.

Gubernur mengatakan, untuk jangka panjang mengatasi banjir di wilayah Gresik, ada beberapa rencana di antaranya, pembangunan tanggul sungai dan pembuatan pintu air .

"Nantinya air bisa kita atur, ketika ketinggian tertentu, pintu air dibuka agar tidak meluber ke rumah warga," tambahnya.

Gubernur Khofifah ingin, masalah ini dibicarakan secara menyeluruh karena Gresik menampung tata wilayah Jatim, karena Gresik menampung air kiriman dari Mojokerto, Bojonegoro, Lamongan dan Surabaya.

"Kalau tidak ada konektivitas antara kabupaten kota, maka proses untuk bisa mencari penyelesaian strategis mengatasi banjir Gresik tidak akan cepat selesai," imbuhnya.

Sementara Bupati Gresik, Sambari Halim Rudianto, memberikan alternatif untuk mengantisipasi banjir, yakni dengan normalisasi Kali Lamong. Dimana sedimentasi yang terus meninggi, menyebabkan sungai dangkal.

"Karena sedimentasi, maka kapasitas sungai mengecil akibatnya daya tampung sedikit, ketika insenitas hujan tinggi otomatis air meluber," ungkapnya.hms/red

dilihat : 41 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution