Jum'at, 24 Mei 2019 10:47:15 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 386
Total pengunjung : 507003
Hits hari ini : 1346
Total hits : 4640911
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Penghargaan Kota Layak Anak Tangsel Dikritik






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 30 April 2019 11:11:48
Penghargaan Kota Layak Anak Tangsel Dikritik

Tangerang - Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang sudah tiga kali mendapatkan penghargaan sebagai kota layak anak banyak mendapatkan kritik dari berbagai kalangan masyarakat lantaran masih banyaknya anak-anak yang kondisinya memprihatinkan. Salah satunya kritik datang dari Salah satu LSM Tangerang Public Transparency Watch (Truth).

Ketua Truth Suhendar mengungkapkan, penghargaan kota layak anak kepada Tangsel tersebut belum pantas karena menurutnya seringkali ukuran kota layak anak itu jika dilihat dari standar Kementrian adalah ada atau tidak adanya Perda Perlindungan Anak.

“Keberadaan aturan itu untuk melindungi anak bukan cuma soal adanya instrumen tapi di bawah Bagaimana coba aja di tengok, misalnya di lampu merah setiap malam masih banyak anak-anak yang ngamen di stasiun Rawa Buntu,” tukas Suhendar, Senin (29/4/2019).

Senada dikatakan Iman Ahirman, salah satu Warga Serua, Kecamatan Ciputat. Dia menyatakan sering melihat anak-anak jalanan di Tangsel cukup memprihatinkan. Dia menuturkan, penghargaan kota layak anak untuk Tangsel itu hanya pencitraan saja, karena dirinya menganggap seringkali setiap pulang kerja melihat anak-anak meminta-minta dengan penampilan badannya di cat warna silver (Silver Boy) khususnya di bundaran Serpong dan bundaran Maruga.

“Seharusnya penghargaan itu dibarengi dengan kerja pemerintah Tangsel khususnya Dinas Sosial yang semakin meningkat biar seimbang dan ada penghargaan itu kan ada hasilnya kalo gitu,” ungkap Iman.

Di sisi lain Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, program kota layak anak tersebut berasal dari beberapa program kementerian, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian pemberdayaan perempuan dan Anak.

“Ada beberapa ukuran parameter di situ satu kota disebut layak anak, tapi tidak sama ukurannya dengan pendekatan dari pihak kepolisian, terjadinya pidana kekerasan terhadap anak dan seterusnya,” ungkap Ben.

“Yang ke dua kita bukan saja pada level kota tetapi, tapi ditingkat RT kita sudah membentuk Satgas Perlindungan anak. Nah inibyqng rata-rata semua aktif di RT. kalo ada kekerasan lapor ke RT segera nanti akan kita tindak lanjuti ke tingkat yang lebih tinggi. Kalo mau lihat dasar hukumnya itu gak usah di Perda di Perawal juga ada,” tandasnya.btn/red

dilihat : 14 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution