Minggu, 25 Agustus 2019 18:19:59 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520084
Hits hari ini : 1238
Total hits : 4899514
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Polwan Polda Jateng Go To School, Cegah Hoax Dengan 4C






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 29 April 2019 17:08:47
Polwan Polda Jateng Go To School, Cegah Hoax Dengan 4C

Semarang - Polisi Wanita (Polwan) Polda Jawa Tengah melaksanakan Go To School yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Kartini tahun 2019 yang juga digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam amanat Asisten Kapolri Bidang SDM melalui Kasubdit VIP Ditpamobvit Polda Jateng, AKBP Dra. Sri Sakti Bakti menyampaikan, bahwa revolusi industri 4.0 dan megatrend 2030 telah mengantarkan pada pentingnya penguasaan teknologi dan daya saing SDM.

“Perkembangan teknologi membuat kita mengetahui banyak hal melalui internet. Namun yang paling memprihatinkan adalah banyaknya kasus hoax atau berita bohong,” ujarnya saat menjadi Irup dalam Upacara Bendera di SMA Negeri 3 Semarang, Senin (29/4/2019).

Dikatakan bahwa Kementrian Kominfo merilis ada 800 ribu situs yang terindikasi menyebarkan hoax di Indonesia. Pusblitbang Kompas mendapati selama 7 bulan, dari Agustus 2018-Februari 2019 terdapat 771 hoax, dan Maret 2019 merupakan angka tertinggi yaitu 453 hoax yang masih relatif sulit mendeteksi berapa orang yang terpapar berita bohong tersebut.

“Dari berbagai kejadian menunjukkan bahwa hoax sangat berbahaya bagi kehidupan manusia,” ungkapnya.

Pihaknya berpesan kepada generasi penerus khususnya siswa SMA agar terus gigih belajar. “Jika kalian tidak sanggup menahan lelahnya belajar, kalian harus sanggup menahan perihnya kebodohan,” lanjutnya.

Dijelaskan bahwa hoax sangat membahayakan persatuan dan kesatuan NKRI. Bahkan sesama anak bangsa dapat saling curiga dan saling bermusuhan oleh berita bohong yang isinya fitnah.

“Hoax harus dicegah dan dihantam dengan 4C, C pertama adalah Cermati, cermati judul dengan isi berita, cermati penggunaan bahasa yang etis, cermati waktu kejadian pasti atau tidak,” ujarnya.

Untuk C yang kedua adalah Cek, cek sumber apakah media terverifikasi atau media abal-abal, C yang yang ketiga adalah cari, cari perbandingan berita (jangan percaya satu berita), dan C keempat adalah cepat cari klarifikasi yang dikeluarkan media yang diakui pemerintah.

Menurutnya, media sosial bukan ruang privat tetapi merupakan ruang public, karena apa yang kita tulis dapat dibaca public. Jejak digital sulit dihapus, untuk itu berhati-hatilah dalam berucap atau menulis status di internet.

Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Semarang, Wiharto menambahkan, pihaknya selalu menghimbau kepada murid agar cermat menyikapi medsos. “Kita punya ekstra kulikuler yakni kumpulan anak-anak ITE, apabila ada yang merusak nama SMA 3 bisa dilacak. Ini menjadi leader untuk mengamankan berita-berita yang tidak benar menjadi meluas,” pungkasnya. (Ning/BJ)

dilihat : 46 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution